Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Tak Hanya Sebagai Bentuk Ibadah, Ternyata Puasa Mampu Perpanjang Umur Kita

Tak Hanya Sebagai Bentuk Ibadah, Ternyata Puasa Mampu Perpanjang Umur Kita

6 November 2017 | Dibaca : 367x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Bagi umat islam, puasa menjadi suatu hal yang diwajibkan ketika datangnya bulan Ramadhan. Selain bulan tersebut, terdapat beberapa hari yang di sunnahkan untuk melakukan puasa.

Puasa ternyata tak hanya sebagai bentuk ibadah, namun juga memiliki manfaat. Salah satunya adalah membuat umur lebih panjang. Tak hanya itu, puasa juga pengaruhi kualitas hidup yang lebih baik.

Dikutip dari laman New Atlas, studi yang dilakukan oleh peneliti Harvard menunjukkan bahwa puasa mampu perpanjang umur, menghambat penuaan, dan meningkatkan kesehatan jaringan mitokondria di dalam sel tubuh.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bagaimana puasa dapat memperlambat penuaan, hal itu dipahami berdasarkan biologi yang mendasarinya," kata William Mair, penulis senior dalam penelitian ini.

Lebih lanjut, peneliti menjelaskan betapa pentingnya plastisitas jaringan mitokondria untuk mendapatkan manfaat puasa. "Jika kita mengunci mitokondria dalam satu keadaan, kita benar-benar mendapatkan efek puasa pada umur panjang, " kata Mair.

Studi tersebut juga menemukan bahwa puasa meningkatkan koordinasi mitokondria dengan peroksisom, sejenis organel yang dapat meningkatkan oksidasi asam lemak, sebuah proses metabolisme lemak yang mendasar.

Mitokondria sedikit mirip pembangkit listrik kecil di dalam sel tubuh. Tahun lalu tim peneliti yang dipimpin oleh Newcastle University berhasil menunjukkan bagaimana mitokondria sangat mendasar bagi penuaan sel.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cell Metabolism ini menunjukkan, perubahan bentuk jaringan mitokondria dapat memengaruhi panjangnya umur seseorang.

Namun yang lebih penting, penelitian ini menggambarkan bagaimana puasa memanipulasi jaringan mitokondria untuk mempertahankannya dalam keadaan awet muda. Di dalam sel, jaringan mitokondria umumnya berada dalam dua kondisi, yaitu menyatu dan terfragmentasi.

Dengan menggunakan cacing nematoda, studi tersebut menemukan bahwa diet yang dibatasi membuat homeostasis pada jaringan mitokondria yang memungkinkan plastisitas yang sehat antara mitokondria yang menyatu dan terfragmentasi ini.

Dalam percobaan penelitian, jangka hidup cacing meningkat dengan hanya melestarikan homeostasis jaringan mitokondria melalui intervensi diet. Hasil ini membantu menjelaskan bagaimana puasa dapat meningkatkan umur panjang dan menjalani masa tua yang sehat.

"Kondisi energi rendah seperti pembatasan diet dan puasa intermiten sebelumnya telah terbukti dapat meningkatkan penuaan yang sehat. Memahami mengapa hal ini terjadi adalah langkah penting untuk dapat memanfaatkan puasa secara terapeutik," jelas Heather Weir, penulis utama studi tersebut. .

"Temuan kami membuka jalan baru dalam pencarian strategi terapeutik yang akan mengurangi kemungkinan kita terkena penyakit tertentu seiring bertambahnya usia."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Night Bus jadi Film Terbaik FFI 2017
13 November 2017, by Admin
Tampang.com – Film Night Bus membalikkan banyak prediksi pada malam puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2017 Sabtu malam (11/11). Dalam acara yang ...
Pasang Nomor Lotre yang Sama Selama 5 Tahun, Pria Ini Akhirnya Menang Juga
18 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Keberuntungan sepertinya telah tersentuh dengan usaha seorang pria asal Kansas, Amerika Serikat. Bagaimana tidak, selama 5 tahun berturut-turut, ...
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Pola Makan Sehat
1 April 2018, by Maman Soleman
Meningkatnya beragam penyakit akibat musim yang bisa dikatakan berubah-ubah ini tentu saja membuat khawatir banyak orang. Pasalnya bila sudah terkena suatu ...
Peneliti Ini Ciptakan Metanol dari Udara di Sekitar Kita
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Para ilmuwan di Cardiff University telah menciptakan metanol dari metana dengan menggunakan oksigen dari udara. Metanol saat ini diproduksi dengan memecah ...
aku bukan
30 Juni 2017, by Dony Prattiwa
Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman