Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Studi baru menjelaskan mengapa meteor meledak dari dalam sebelum mencapai Bumi

Studi baru menjelaskan mengapa meteor meledak dari dalam sebelum mencapai Bumi

14 Desember 2017 | Dibaca : 866x | Penulis : Slesta

Mengapa kebanyakan meteor meledak sebelum mencapai Bumi?

Atmosfer membakar sebagian besar pecahan batu yang bertabrakan dengan jalur Bumi, tapi bukan hanya gesekan yang menetralisir ancaman meteor kecil. Penelitian baru menunjukkan tekanan tinggi udara memaksa jalan di dalam batuan ruang berpori dan meledak mereka dari dalam.

"Ada gradien besar antara udara bertekanan tinggi di depan meteor dan kekosongan udara di belakangnya," Jay Melosh, seorang profesor ilmu planet di Purdue University, mengatakan dalam sebuah rilis berita. "Jika udara bisa bergerak melalui bagian-bagian di meteorit, bisa dengan mudah masuk ke dalam dan meniup potongan."

Periset tahu banyak meteor meledak di atmosfer bumi, tapi mereka tidak yakin mengapa. Simulasi pemodelan interaksi antara udara bertekanan tinggi dan batuan berpori menawarkan jawabannya.

"Ada lebih banyak yang terjadi daripada apa yang telah dipikirkan sebelumnya," kata Melosh. "Intinya, atmosfer adalah layar yang lebih baik melawan dampak kecil daripada yang kita duga."

Meteor menampilkan pori-pori dan retakan, namun sampai sekarang, para ilmuwan tidak menganggap peran tesis ini berperan dalam mendikte interaksi batuan ruang angkasa dengan atmosfer bumi.

Melosh dan rekan-rekannya pertama kali mempertimbangkan mekanisme perkolasi udara saat mempelajari acara Chelyabinsk 2013. Meteor Chelyabinsk meledak 19 mil di atas wilayah Oblast Chelyabinsk Rusia dengan kekuatan 500.000 ton TNT, menghasilkan gelombang kejut yang memecahkan ribuan jendela dan mengirim ratusan orang ke rumah sakit.

Untuk studi terbaru, para periset menggunakan komputer di Laboratorium Nasional Los Alamos untuk mensimulasikan perjalanan udara bertekanan tinggi melalui celah dan microcavities di dalam komposisi konglomerat meteor yang longgar. Temuan - yang diterbitkan minggu ini di jurnal Meteoritics & Planetary Science - menunjukkan bahwa udara bertekanan tinggi dapat dengan cepat merobek meteor dari dalam ke luar, menciptakan ledakan dan menghancurkan meteor di atmosfer bagian atas sebelum memiliki kesempatan. untuk mencapai permukaan bumi

Melosh mempresentasikan hasil penelitian pada hari Senin di Pertemuan Fall Gelas Geofisika 2017 di New Orleans.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Cara untuk Bantu Jaga Pikiran Kamu Tetap Fokus
12 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Terlalu banyak hal yang dipikirkan menjadi salah satu alasan mengapa kita sulit untuk fokus pada yang kita lakukan. Menunda pekerjaan dan sulit ...
Daniel Hergarty, Pembalap Inggris Meninggal di Arena Balap
19 November 2017, by Risa Suadiani
Berita duka datang dari arena balap Grand Prix Macau Tiongkok. Daniel Hergarty pembalap asal Inggris meninggal dunia pada ajang Grand Prix Tiongkok. Hergarty ...
Terkuak! Penampakan Desain dari iPhone 8 Nanti
27 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kasus bocornya produk Ponsel terbaru dari Apple yakni iPhone 8 kembali menyeruak. Kini, kebocoran tidak hanya sekedar informasi ponsel tapi juga ...
Garis Alismu Cermin Kepribadianmu
17 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Seorang ahli psikologi yang telah mengadopsi budaya Cina menemukan bahwa ternyata kita bisa melihat kepribadian seseorang dari ...
Ohoo, Bola Air Pengganti Botol Plastik
13 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seperti kita ketahui, plastik baru mampu terurai secara alami setelah 500-1.000 tahun. Mayoritas plastik, sering kita jumpai pada air ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab