Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Studi baru menjelaskan mengapa meteor meledak dari dalam sebelum mencapai Bumi

Studi baru menjelaskan mengapa meteor meledak dari dalam sebelum mencapai Bumi

14 Desember 2017 | Dibaca : 454x | Penulis : Slesta

Mengapa kebanyakan meteor meledak sebelum mencapai Bumi?

Atmosfer membakar sebagian besar pecahan batu yang bertabrakan dengan jalur Bumi, tapi bukan hanya gesekan yang menetralisir ancaman meteor kecil. Penelitian baru menunjukkan tekanan tinggi udara memaksa jalan di dalam batuan ruang berpori dan meledak mereka dari dalam.

"Ada gradien besar antara udara bertekanan tinggi di depan meteor dan kekosongan udara di belakangnya," Jay Melosh, seorang profesor ilmu planet di Purdue University, mengatakan dalam sebuah rilis berita. "Jika udara bisa bergerak melalui bagian-bagian di meteorit, bisa dengan mudah masuk ke dalam dan meniup potongan."

Periset tahu banyak meteor meledak di atmosfer bumi, tapi mereka tidak yakin mengapa. Simulasi pemodelan interaksi antara udara bertekanan tinggi dan batuan berpori menawarkan jawabannya.

"Ada lebih banyak yang terjadi daripada apa yang telah dipikirkan sebelumnya," kata Melosh. "Intinya, atmosfer adalah layar yang lebih baik melawan dampak kecil daripada yang kita duga."

Meteor menampilkan pori-pori dan retakan, namun sampai sekarang, para ilmuwan tidak menganggap peran tesis ini berperan dalam mendikte interaksi batuan ruang angkasa dengan atmosfer bumi.

Melosh dan rekan-rekannya pertama kali mempertimbangkan mekanisme perkolasi udara saat mempelajari acara Chelyabinsk 2013. Meteor Chelyabinsk meledak 19 mil di atas wilayah Oblast Chelyabinsk Rusia dengan kekuatan 500.000 ton TNT, menghasilkan gelombang kejut yang memecahkan ribuan jendela dan mengirim ratusan orang ke rumah sakit.

Untuk studi terbaru, para periset menggunakan komputer di Laboratorium Nasional Los Alamos untuk mensimulasikan perjalanan udara bertekanan tinggi melalui celah dan microcavities di dalam komposisi konglomerat meteor yang longgar. Temuan - yang diterbitkan minggu ini di jurnal Meteoritics & Planetary Science - menunjukkan bahwa udara bertekanan tinggi dapat dengan cepat merobek meteor dari dalam ke luar, menciptakan ledakan dan menghancurkan meteor di atmosfer bagian atas sebelum memiliki kesempatan. untuk mencapai permukaan bumi

Melosh mempresentasikan hasil penelitian pada hari Senin di Pertemuan Fall Gelas Geofisika 2017 di New Orleans.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kegiatan Inspiratif Ibu Cisitu Indah Peduli (ICIP)
8 Juli 2017, by Dika Mustika
Sungguh inspiratif kegiatan yang dilaksanakan oleh Perkumpulan ICIP atau kepanjangannya adalah Ibu Cisitu Indah peduli. Pada tanggal 5-7 Juli 2017 kemarin di ...
Deathstroke akan Ikutan Muncul Pada Film Justice League 2
27 November 2017, by Admin
Tampang.com - Bagi yang sudah menonton Justice League (dan tetap sabar duduk selama credit title) pasti tahu bahwa ada post-credit scene yang lumayan ...
Jaksa mewakili Siapa? Aneh, Jaksa Agung malah Ajukan Banding atas Vonis Ahok
13 Mei 2017, by Zeal
Buntut dari putusan hakim terhadap Ahok dengan vonis penjara selama dua tahun, Jaksa Agung mengajukan banding. "Ya akan mengajukan banding," kata ...
Menjelang Memperingati Hari Kartini, Polwan di Jakarta TImur Mengenakan Kebaya dan Membagikan Helem Gratis
20 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Polwan (Polisi Wanita) di jajaran Polres Jakarta Timur mengenakan kebaya saat dinas di jalan. Selain itu juga mereka ...
China Telah Membangun Pertanian Solar 250-Acre Berbentuk Seperti Panda Raksasa
11 Juli 2017, by Ihsan Ramadhani
Kebanyakan peternakan surya menyelaraskan susunan matahari mereka dalam barisan dan kolom untuk membentuk kotak. Sebuah pembangkit tenaga surya baru di ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview