Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Studi baru menjelaskan mengapa meteor meledak dari dalam sebelum mencapai Bumi

Studi baru menjelaskan mengapa meteor meledak dari dalam sebelum mencapai Bumi

14 Desember 2017 | Dibaca : 410x | Penulis : Slesta

Mengapa kebanyakan meteor meledak sebelum mencapai Bumi?

Atmosfer membakar sebagian besar pecahan batu yang bertabrakan dengan jalur Bumi, tapi bukan hanya gesekan yang menetralisir ancaman meteor kecil. Penelitian baru menunjukkan tekanan tinggi udara memaksa jalan di dalam batuan ruang berpori dan meledak mereka dari dalam.

"Ada gradien besar antara udara bertekanan tinggi di depan meteor dan kekosongan udara di belakangnya," Jay Melosh, seorang profesor ilmu planet di Purdue University, mengatakan dalam sebuah rilis berita. "Jika udara bisa bergerak melalui bagian-bagian di meteorit, bisa dengan mudah masuk ke dalam dan meniup potongan."

Periset tahu banyak meteor meledak di atmosfer bumi, tapi mereka tidak yakin mengapa. Simulasi pemodelan interaksi antara udara bertekanan tinggi dan batuan berpori menawarkan jawabannya.

"Ada lebih banyak yang terjadi daripada apa yang telah dipikirkan sebelumnya," kata Melosh. "Intinya, atmosfer adalah layar yang lebih baik melawan dampak kecil daripada yang kita duga."

Meteor menampilkan pori-pori dan retakan, namun sampai sekarang, para ilmuwan tidak menganggap peran tesis ini berperan dalam mendikte interaksi batuan ruang angkasa dengan atmosfer bumi.

Melosh dan rekan-rekannya pertama kali mempertimbangkan mekanisme perkolasi udara saat mempelajari acara Chelyabinsk 2013. Meteor Chelyabinsk meledak 19 mil di atas wilayah Oblast Chelyabinsk Rusia dengan kekuatan 500.000 ton TNT, menghasilkan gelombang kejut yang memecahkan ribuan jendela dan mengirim ratusan orang ke rumah sakit.

Untuk studi terbaru, para periset menggunakan komputer di Laboratorium Nasional Los Alamos untuk mensimulasikan perjalanan udara bertekanan tinggi melalui celah dan microcavities di dalam komposisi konglomerat meteor yang longgar. Temuan - yang diterbitkan minggu ini di jurnal Meteoritics & Planetary Science - menunjukkan bahwa udara bertekanan tinggi dapat dengan cepat merobek meteor dari dalam ke luar, menciptakan ledakan dan menghancurkan meteor di atmosfer bagian atas sebelum memiliki kesempatan. untuk mencapai permukaan bumi

Melosh mempresentasikan hasil penelitian pada hari Senin di Pertemuan Fall Gelas Geofisika 2017 di New Orleans.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

naam hai akira
21 April 2017, by Ayu
Artikel kali ini akan berbincang tentang Review film Naam Hai Akira yang lagi membuming dikalangan anak muda saat ini. Film ini merupakan sebuah film ...
hana annisa
27 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah video porno viral tersebar di medsos dan grup-grup chatting. Hal yang membuatnya ramai menjadi pembicaraan adalah karena adanya embel-embel ...
3 Masker Home Made untuk Kulit Bebas Jerawat
5 Mei 2018, by Rachmiamy
Jerawat adalah masalah kulit yang paling umum terjadi. Dan tentunya, jerawat yang muncul terutama di wajah kita bisa menyebabkan percaya diri kita berkurang. ...
Laut Tenggelamkan Daratan, Sebabkan 2 Milyar Pengungsi di 2100
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Pada tahun 2100, 2 miliar orang - sekitar seperlima populasi dunia - bisa menjadi pengungsi perubahan iklim akibat naiknya permukaan laut. Mereka yang pernah ...
Lakukan yang Terbaik yang bisa Kita Lakukan
27 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- salah seorang Profesor yang merupakan guru besar di Universitas Negeri Solo hendak melakukan perjalanan dari yogyakarta ke Jakarta dengan ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab