Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Studi baru menjelaskan mengapa meteor meledak dari dalam sebelum mencapai Bumi

Studi baru menjelaskan mengapa meteor meledak dari dalam sebelum mencapai Bumi

14 Desember 2017 | Dibaca : 524x | Penulis : Slesta

Mengapa kebanyakan meteor meledak sebelum mencapai Bumi?

Atmosfer membakar sebagian besar pecahan batu yang bertabrakan dengan jalur Bumi, tapi bukan hanya gesekan yang menetralisir ancaman meteor kecil. Penelitian baru menunjukkan tekanan tinggi udara memaksa jalan di dalam batuan ruang berpori dan meledak mereka dari dalam.

"Ada gradien besar antara udara bertekanan tinggi di depan meteor dan kekosongan udara di belakangnya," Jay Melosh, seorang profesor ilmu planet di Purdue University, mengatakan dalam sebuah rilis berita. "Jika udara bisa bergerak melalui bagian-bagian di meteorit, bisa dengan mudah masuk ke dalam dan meniup potongan."

Periset tahu banyak meteor meledak di atmosfer bumi, tapi mereka tidak yakin mengapa. Simulasi pemodelan interaksi antara udara bertekanan tinggi dan batuan berpori menawarkan jawabannya.

"Ada lebih banyak yang terjadi daripada apa yang telah dipikirkan sebelumnya," kata Melosh. "Intinya, atmosfer adalah layar yang lebih baik melawan dampak kecil daripada yang kita duga."

Meteor menampilkan pori-pori dan retakan, namun sampai sekarang, para ilmuwan tidak menganggap peran tesis ini berperan dalam mendikte interaksi batuan ruang angkasa dengan atmosfer bumi.

Melosh dan rekan-rekannya pertama kali mempertimbangkan mekanisme perkolasi udara saat mempelajari acara Chelyabinsk 2013. Meteor Chelyabinsk meledak 19 mil di atas wilayah Oblast Chelyabinsk Rusia dengan kekuatan 500.000 ton TNT, menghasilkan gelombang kejut yang memecahkan ribuan jendela dan mengirim ratusan orang ke rumah sakit.

Untuk studi terbaru, para periset menggunakan komputer di Laboratorium Nasional Los Alamos untuk mensimulasikan perjalanan udara bertekanan tinggi melalui celah dan microcavities di dalam komposisi konglomerat meteor yang longgar. Temuan - yang diterbitkan minggu ini di jurnal Meteoritics & Planetary Science - menunjukkan bahwa udara bertekanan tinggi dapat dengan cepat merobek meteor dari dalam ke luar, menciptakan ledakan dan menghancurkan meteor di atmosfer bagian atas sebelum memiliki kesempatan. untuk mencapai permukaan bumi

Melosh mempresentasikan hasil penelitian pada hari Senin di Pertemuan Fall Gelas Geofisika 2017 di New Orleans.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

The Mummy Versi Tom Cruise Lebih Keren, Special Effect yang Hebat
7 Mei 2017, by Tonton Taufik
Film "The Mummy" kali ini dibintangi oleh Tom Cruise, berbeda dengan film The Mummy sebelumnya yang dibintangi oleh Breandan Fraser. Seperti biasa ...
Yayuk Basuki Dukung Rildo Ananda jadi Ketum PB Pelti
17 November 2017, by Admin
Tampang.com -  PP Pelti  akan menggelaar Musyawarah Nasional (Munas) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 24-26 Nopember 2017. Salah satu calon kuat ...
Apakah Mengkonsumsi Coklat Bagus Untuk Kulit Kita?
5 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Mengandung penuh antioksidan, cokelat semakin mendapat tempat di antara lingkaran makanan-makanan sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa coklat dapat ...
Kepergian Ronaldo Menjadi Peluang Untuk Bale Mengambil Alih Mega Bintang Real Madrid
30 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Kepergian Cristiano Ronaldo dari Real Madrid dan hijrah ke Juventus merupakan kesempatan bagi Gareth Bale untuk mengambil alih popularitas CR7 dan membawa Los ...
Benar Saja, SBY dan Prabowo Tidak Akan Berkoalisi
28 Juli 2017, by Gatot Swandito
Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, pertemuan antara SBY dan Prabowo yang berlangsung semalam, Kamis 27 Juli 2017 tidak bermuara pada keputusan untuk ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab