Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
jasmev

Siapakah Kelompok Pertama Penyebar Ujaran Kebencian Melalui Sosial Media?

3 September 2017 | Dibaca : 27099x | Penulis : Tonton Taufik

Pasti mau tau? Siapa awal yang menjadi banyaknya ujaran kebencian di media social? Kelompok itu berdiri pada saat pemilihan gubernur Jakarta 2012, dengan adanya kelompok resmi JASMEV.

Pada saat Jakowi-Ahok bertemu dengan Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli di putaran ke 2, Jokowi-Ahok mendirikan JASMEV, Jokowi Ahok Socia Media Volunteers. Walaupun “volunteers” tapi kenyataannya diberikan tempat dan difasilitasi oleh Jokowi-Ahok. Mungkin saja gajipun diberikan untuk memenangkan pertarungan dalam membuat opini.

Sejak itu, mulai ujaran kebencian bertebaran di social media, membangun opini bahwa Jokowi-Ahok terbaik dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli buruk.

Setelah menang, JASMEV diberhentikan, kemudian dihidupkan lagi pada saat pemilihan presiden tahun 2014, JASMEV dengan arti singkatan yang berubah yaitu Jokowi Advanced Social Media Volunteers. JASMEV yang baru ini lebih sadis lagi, semua pendukung Prabowo Subianto dijelekkan. Yang paling parah pada saat JASMEV memasang iklan di Google Adsense dengan foto-foto Prabowo dan grupnya yang dianggap sebagai koruptor dengan warna hitam.

 

 

Sejak JASMEV ada, dengan segala cara membuat kampanye hitam, sejak itu pula umat Islam terusik, apalagi sejak JASMEV versi ahok sangat membela Ahok di kasus penistaan agama Al Maidah 51.

Saat ini umat Islam yang mengaku Muslim Cyber Army (MCA), tidak ada yang membiayai, tempatpun tidak ada yang menyediakan. Artinya MCA itu sangat militan. Jumlah JASMEV dibandingkan MCA, pastinya sangat jauh berbeda, pasti lebih banyak MCA. Walaupun penggiat Sosial Media yang pro pemerintah Jokowi saat ini sering diundang ke Istana, melakukan rapat tertutup, untuk membahas strategi kampanye pemerintah.

Bagaimana cara menghentikan MCA, sangat sulit! Karena militan, tersebar dibanyak daerah, semakin banyak kampanye untuk pemerintah, apalagi menjelekkan Islam, makin semangat MCA untuk membalas berita-berita fitnah.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kabar Gembira Untuk PNS, Waktu Liburan Lebaran 2018 Ditambah 2 Hari
18 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Libur di hari Idul Fitri kali ini ada kabar baik untuk seluruh PNS. Pasalnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ...
Fadli Zon Sarankan Jokowi Tak Perlu Keluarkan Perpu Antiterorisme
14 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon berpendapat agar Presiden Joko Widodo tidak perlu mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang soal ...
Seberapa Amankah Pesanmu?
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Periset di Universitas Brigham Young telah mengetahui bahwa sebagian besar pengguna aplikasi pesan populer Messenger Facebook, What'sApp dan Viber ...
Indonesia Gagal Puncaki Grup B AFF U-18 Championship 2017 Myanmar
11 September 2017, by Rachmiamy
Indonesia gagal memuncaki Grup B AFF U-18 Championship 2017 Myanmar setelah dikalahkan Vietnam dengan skor 0-3. Pertandingan yang berlangsung di Stadion ...
Ini Kata Pakar Tentang Cara Makan yang Baik agar Kulit Tetap Cantik dan Bercahaya
18 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dr.Stefanie Williams, salah satu ahli Dermatologi asal London ini memberikan tips bagaiamana cara merawat kulit dengan baik. Salah satu cara ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab