Tutup Iklan
hijab
  
login Register
kangen orang tua

Seorang Ibu Mengajarkan Keikhlasan, Seorang Bapak Mendidik Ketegaran

11 Juni 2017 | Dibaca : 1062x | Penulis : Yudhie SW

Kalo di Academy Award yg biasa dihadiahi Piala Oscar, maka seorang Ibu harusnya yg memenangkan kategori The Best Actress, karena Ibu sangat baik memerankan perannya, baik peran yg sebenarnya seorang Ibu maupun peran2 yg disertai "kebohongan", Ibu akan berbohong bahwa semuanya baik2 saja supaya anak2nya tidak ikut khawatir, akan berbohong bahwa beliau sudah kenyang supaya anak2nya tetap bisa makan dengan tenang dan pastinya kenyang, berbohong bahwa seragam sekolah anak2nya sudah beres, padahal pagi2 sekali beliau bangun untuk menyetrika seragam tsb, dan untuk apa peran2 kebohongan itu beliau ambil dan perankan dengan baik, adalah untuk memastikan bahwa anak2nya tetap bisa menjalani semua dengan tenang tanpa rasa khawatir...

Dan kalo seorang Bapak, pantas dianugerahi sebagai The Best Stuntmant, karena beliau selalu mengambil peran pengganti buat peran2 bahaya yg harus dihadapi oleh keluarganya, khususnya anak2nya, seorang Bapak rela wajahnya terpapar air hujan sambil naik motor membonceng anaknya yg berangkat sekolah, dia tempatkan anaknya dibelakang dia memastikan sang anak tidak terkena air hujan, akan menjadi seorang "pemarah" di garis depan jika anak2nya mendapatkan perlakuan yg tidak fair, jadi bisa dipastikan Bapak ini adalah seorang pemain pengganti terbaik peran2 berbahaya tersebut...

Dari dua peran diatas, maka Sang Ibu yg "pembohong" sudah dengan sangat baik mengajarkan apa itu keikhlasan dan Sang Bapak sudah dengan sangat hebat mengajarkan ketegaran...

Kemudian yg terpenting adalah sudahkah kita mengambil peran sebagai pengingat yg baik buat beliau2 ini? Kapan terakhir kita bersilahturahmi dengan beliau2? Kapan terakhir kita mengucapkan minimal kosa kata terima kasih kepada beliau2? Kapan kita bicara dengan beliau2 walaupun hanya sekedar lewat telpon karena terpisah oleh jarak? Mari kita ambil telpon kita, mari kita silahturahmi dengan beliau2 minimal menanyakan kabar dan kondisi kesehatan beliau...

Mari kita ambil telpon kita, untuk menghubungi "pembohong" dan "pemarah" yg baik itu, sekedar menanyakan kabar terakhir beliau2... 

Karena ada cerita, seorang Ibu yg setiap Jum'at pagi sehabis subuh sudah rapi mandi pagi dengan setia duduk di dekat meja telpon, menunggu telpon dari Sang Anak yg memang membiasakan tiap Jum'at pagi untuk menghubungi Sang Ibu, dan buat Sang Ibu itu sudah kebahagiaan yg luar biasa...

Semoga menginspirasi dan bukan menggurui...

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Menu Sahur Sehat dan Praktis di Bulan Ramadhan
7 Mei 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan. Berbagai persiapan pun dilakukan salah satunya yaitu menyiapkan menu andalan untuk sahur ...
Mark Clattenburg Membenarkan Keputusan Wasit Michael Oliver Saat City Mendapatkan Tendangan Penalti Melawan Arsenal
8 November 2017, by Rachmiamy
Manchester City berhasil memenangkan laga bigmatch melawan Arsenal pada laga pekan kesebelas Liga Inggris 2017/2018. Bermain di Etihad Stadium, City berhasil ...
Para Pendatang yang ke Bandung, Siap-siap di Sambut Razia Yustisi
2 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Fenomena arus balik lebaran yang kedatangan ribuan pendatang dari desa asal pemudik sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat. Para pemudik yang ...
Tokoh Betawi Sekaligus Budayawan Betawi  (Ridwan Saidi ) Minta Anies Robohkan Tenda PKL Jatibaru
2 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Sebagaimana diketahui pada bebarapa waktu lalu bahwa Ombudsman menyarankan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta agar membongkar Tenda PKL yang di ...
Kemuliaan Ramadan dan Mimpi Thalhah di Depan Pintu Surga
27 Mei 2017, by Zeal
RAMADAN telah tiba. Bulan agung penuh berkah, waktu di mana umat Islam dibukakan berjuta kebaikan oleh Allah SWT. Salah satu keutamaan Ramadan dikisahkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite