Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Seni untuk Kesembuhan dan Peningkatan Kecerdasan

Seni untuk Kesembuhan dan Peningkatan Kecerdasan

30 April 2018 | Dibaca : 194x | Penulis : Maman Soleman

Walaupun pada dasarnya setiap orang memiliki kebutuhan dan mengekspresikan keindahan, tidak banyak yang berpikir mengenai manfaat keindahan. Selain untuk perkembangan pribadi, terdapat beberapa manfaat lain yang dijelaskan oleh Compton.

Pertama, karya seni seperti foto, lukisan, dan benda-benda seni yang dipajang di rumah, kantor, merupakan stimulus yang dapat menghasilkan emosi positif dan mernbantu mengingatkan kita akan pengalaman yang meyenangkan.

Objek-objek yang menarik dapat menimbulkan rasa ingin tahu dan membantu kita belajar mengenai dunia sekeliling kita. Selain itu, melalui seni kita juga dapat mengekspresikan emosi, intuisi-intuisi, dan makna-makna yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Kedua, musik. Telah banyak hasil riset yang menunjukkan bahwa musik sangat bermanfaat untuk mempercepat kesembuhan pasien pasca pembedahan, proses penyembuhan pasien kanker; membantu penderita alzheimer mengingat kembali pengalaman masa lalu, menguatkan sistem imun, meningkatkan nilai tes pada anak, dll.

Beberapa hasil penelitian juga menemukan bahwa musik dapat memperbesar ukuran otak. Hal ini diketahui dari hasil penelitian Schlaugh dkk (1995) maupun Schlaugh sendiri (2001). Schlaugh dkk membandingkan ukuran otak dari 30 orang pemusik dan 30 orang yang bukan pemusik, dan menemukan bahwa corpus collosum (bagian otak yang menghubungkan belahan otak kiri dan kanan) pada kelompok musisi lebih besar. Pada musisi yang telah bermain musik sejak usia dini, perbedaan itu lebih besar.

Banyak penelitian yang menunjukkan manfaat mendengarkan musik, termasuk di Indonesia, temuan-temuan lain menunjukkan bahwa bermain musik memberikan manfaat lebih besar. Anak-anak usia 3-4 tahun yang telah belajar bagaimana bermain piano memiliki nilai tes penalaran abstrak 34 persen lebih tinggi daripada anak-anak yang telah mengenal keterampilan komputer.

Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (attention deficit and hiperactivity disorder/ADHD) dapat belajar berkonsentrasi dan mengendalikan agresinya secara lebih baik setelah bermain game yang berdasarkan ritme musik.

Nah, selamat bermusik dan menghadirkan keindahan di rumah Anda!

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Game dan Konsol Game Terlaris di Jepang 2017
6 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Ini adalah bulan Juli. Kita melewati titik pertengahan tahun ini, jadi ini adalah saat yang tepat untuk melihat perkembangan game dan konsol game di negara ...
foto paslon Pilgub DKI
19 April 2017, by herline
Apapun Hasil Pilkada harus Legowo bagi yang Kalah....- Pemungutan suara putaran kedua telah dimulai hari ini Rabu, 19 April 2017. Siapa yang akan jadi ...
Ingin Belajar Diluar Negeri? Inilah 3 Rekomendasi Negara Tujuan
28 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Setelah menyelesaikan pendidikan di Strata 1, tidak jarang orang – orang memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang ...
Hujan Kodok Pertanda Ekosistem Berubah
22 April 2018, by Maman Soleman
Setiap tahun antara bulan Mei hingga Juni di Honduras biasanya terjadi hujan ikan. Binatang-binatang itu seperti hujan yang jatuh dari langit saja. Selain ...
Bahagia Bercampur Sedih, Artis ini Menikah di Hari Meninggalnya sang Ayah Tercinta
4 November 2017, by Rachmiamy
Menikah dengan orang yang kita sayangi tentulah menjadi harapan bagi semua orang. Termasuk oleh model dan presenter cantik Libra Akila. Libra Akila dikenal ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman