Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Seni untuk Kesembuhan dan Peningkatan Kecerdasan

Seni untuk Kesembuhan dan Peningkatan Kecerdasan

30 April 2018 | Dibaca : 241x | Penulis : Maman Soleman

Walaupun pada dasarnya setiap orang memiliki kebutuhan dan mengekspresikan keindahan, tidak banyak yang berpikir mengenai manfaat keindahan. Selain untuk perkembangan pribadi, terdapat beberapa manfaat lain yang dijelaskan oleh Compton.

Pertama, karya seni seperti foto, lukisan, dan benda-benda seni yang dipajang di rumah, kantor, merupakan stimulus yang dapat menghasilkan emosi positif dan mernbantu mengingatkan kita akan pengalaman yang meyenangkan.

Objek-objek yang menarik dapat menimbulkan rasa ingin tahu dan membantu kita belajar mengenai dunia sekeliling kita. Selain itu, melalui seni kita juga dapat mengekspresikan emosi, intuisi-intuisi, dan makna-makna yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Kedua, musik. Telah banyak hasil riset yang menunjukkan bahwa musik sangat bermanfaat untuk mempercepat kesembuhan pasien pasca pembedahan, proses penyembuhan pasien kanker; membantu penderita alzheimer mengingat kembali pengalaman masa lalu, menguatkan sistem imun, meningkatkan nilai tes pada anak, dll.

Beberapa hasil penelitian juga menemukan bahwa musik dapat memperbesar ukuran otak. Hal ini diketahui dari hasil penelitian Schlaugh dkk (1995) maupun Schlaugh sendiri (2001). Schlaugh dkk membandingkan ukuran otak dari 30 orang pemusik dan 30 orang yang bukan pemusik, dan menemukan bahwa corpus collosum (bagian otak yang menghubungkan belahan otak kiri dan kanan) pada kelompok musisi lebih besar. Pada musisi yang telah bermain musik sejak usia dini, perbedaan itu lebih besar.

Banyak penelitian yang menunjukkan manfaat mendengarkan musik, termasuk di Indonesia, temuan-temuan lain menunjukkan bahwa bermain musik memberikan manfaat lebih besar. Anak-anak usia 3-4 tahun yang telah belajar bagaimana bermain piano memiliki nilai tes penalaran abstrak 34 persen lebih tinggi daripada anak-anak yang telah mengenal keterampilan komputer.

Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (attention deficit and hiperactivity disorder/ADHD) dapat belajar berkonsentrasi dan mengendalikan agresinya secara lebih baik setelah bermain game yang berdasarkan ritme musik.

Nah, selamat bermusik dan menghadirkan keindahan di rumah Anda!

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

KPK Terkesan cari Celah Kesalahan Amin Rais di luar Kasus Alkes
16 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Kasus aliran dana yang masuk ke rekening Amin Rais yang disebut-sebut Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) pada sidang Siti fadilah selaku ...
Pertamina  Kelebihan Stock Solar
12 September 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Lesunya industri di dalam negeri berimbas pada konsumsi solar. Permintaan jadi menurun sehingga produksi solar Pertamina jadi surplus. Pertamina sempat ...
inggris u-20
11 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tim Nasional Inggris berhasil menjuarai Piala Dunia U-20. Dominic Solanke dan kawan-kawan mengalahkan Venezuela 1-0 pada partai final di Suwon ...
7 Frasa Ajaib yang Harus Didengar Setiap Anak
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Di antara ribuan kata yang kita ucapkan pada anak-anak kita, ada beberapa yang membuat mereka lebih kuat, pintar, lebih baik, dan lebih percaya ...
Pelajaran Berharga dari Tragedi Meninggalnya Bayi Debora
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Tragedi meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang harus menjadi pelajaran berharga bagi dunia kesehatan Indonesia. Dalam kondisi darurat, rumah sakit manapun ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab