Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
al masoem

Sekolah Berbasis Lingkungan: Tanpa Sampah

16 Mei 2017 | Dibaca : 1388x | Penulis : Tonton Taufik

 

Dalam benak pembaca tersirat pemikiran bahwa Sekolah yang berbasis Lingkungan itu antara lain adalah  sekolah dengan suasana lingkungan sekitarnya asri dengan tumbuhan hijau, bersih bebas dari sampah, gemercik air yang selalu mengalir, yang kesemuanya terawat dengan mekanisme pemeliharaan yang terorganisir baik.

Dalam uraian berikut ini penulis, akan menyampaikan hal lain,  yang sebenarnya  merupakan  bagian dari tindakan menjaga lingkungan di area Kampus, programnya membuat aturan siswa dan partisipan lain di kampus agar tidak "nyampah", konsep dasar dari program ini, bahwa siswa, guru dan karyawan sekolah lainnya hampir dapat dipastikan setiap hari berinteraksi dengan Kantin. Dari intetaksi itu akan menghasilkan sampah, khususnya yang ditimbulkan oleh kemasan makanan atau minuman.

Aplikasi dari konsep diatas adalah jika siswa membeli makanan atau minuman dikantin maka pihak kantin tidak dijinkan memberi makanan dan minuman yang mereka beli dikemas dengan kantong plastik atau kantong kresek, namun untuk memudahkan pelayanan pada siswa atau pihak lain yang berinteraksi dengan kantin maka mereka diminta untuk membawa alat makan dan minum dari Rumah sejenis tepak atau misting, pemilik kantin pun disarankan untuk menyipakan piring dan gelas untuk konsumennya.


Tujuan dari program tidak nyampah ini adalah mendidik siswa agar memgurangi sampah plastik, karena sampah ini tidak bisa diurai dan perlun ratusan tahun untuk dapat memguraikannya, bahkan untuk plastik jenis tertentu seperti kantong kresek mengandung Karsinogenik yang bisa jadi penyebab tumbuhnya penyakit kangker, kalaupun di bakar asapnyapun akan mencemari Lingkungan.

Konsekuensi akan aturan adalah adanya sangsi untuk pelanggar, dan program  ini rentan akan pelanggaran sehubungan hal yang baru, sehingga perlu waktu yang cukup untuk sosialisasinya. Hal ini diperlukan untuk menghindari adanya aturan yang tidak bisa dilakol Masoem, yang semuanya berlokasi di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang.


Penulis : Asep Sujana
Pengelola dan Guru Al Masoem

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Waspada Virus Ransomware, Kemeninfo Sebarkan Peringatan
15 Mei 2017, by Devi
Waspada dengan Ransomware Wannacry Kementrian Informasi dan Komunikasi menyebarkan berbagai peringatan melalui media online mengingat virus ini telah menyerang ...
6 Camilan Sehat Saat Lapar di Malam Hari
1 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Apakah kamu termasuk orang yang sering lapar di malam hari? Mau makan tapi takut gemuk? Mencoba untuk menjaga berat badan dalam kondisi ideal ...
polri
29 Juni 2017, by Tonton Taufik
Oleh: Zulfikar Alhadad ➡ Pak polisi,  Nanti kalau saya buat video pendek durasi 15 menit. Isinya tentang perencanaan teror bom dengan pak polisi ...
Belajar Jalani Hidup dari Gelombang Laut...
1 Januari 2018, by Dika Mustika
Beberapa waktu yang lalu, aku berlibur ke sebuah pantai. Sungguh betapa indah, presisi, proporsional, dan rapi alam ciptaanNya. Rasanya aku kesulitan menemukan ...
Ini Dia, Keluarga yang Mencetak Rekor Menjadi Keluarga dengan Umur Tertua di Dunia
1 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Keluarga Donnelly bersaudara mencatatkan rekor dunia sebagai keluarga paling panjang umur. Anak-anak dari pasangan Peter dan Ellen Donnely ini ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab