Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Sejak Becaknya Hilang, Tukang Becak ini Suka Telan Paku, Batu dan Cat Tembok

Sejak Becaknya Hilang, Tukang Becak ini Suka Telan Paku, Batu dan Cat Tembok

7 November 2017 | Dibaca : 424x | Penulis : Admin

Tampang.com - KELUARGA Wawan Gunawan menduga ada ’’kekuatan klenik” di balik kelakuannya menelan paku, batu, dan cat tembok. Karena itu pula, sepulang dari rumah sakit kelak, Wawan akan dicarikan pengobatan alternatif untuk menyembuhkan gangguan mentalnya.

’’Dulu pun kami sudah mencarikan dia pengobatan. Tapi, mungkin belum ada yang cocok,” tutur Ani Kumaryani, adik Wawan, Sabtu, (4/11).

Tapi, menurut staf Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Indra L. Malik, yang dibutuhkan orang terduga stres seperti Wawan sebenarnya lingkungan yang bisa memahami dia. Keluarga harus siap menjadi teman atau tempat curhat. ’’Sehingga permasalahan yang dihadapinya akan mudah cair dan tidak menjadi beban hidupnya,” kata Indra.

Seseorang dengan gangguan jiwa, lanjut Indra, akan mengalami empat tahapan. Pertama, mereka akan mengalami kecemasan yang sangat tinggi. Kedua, mengalami stres ringan sampai berat, ketiga mengalami depresi, dan keempat psikosis.

Agar stres tidak semakin parah, lanjut dia, seseorang harus bisa mengenali perasaan seperti marah, takut, sedih, iri, dan cemas dalam setiap situasi. Coba untuk mengerti apa yang mengakibatkan perasaan tersebut.

’’Perhatikan apa yang Anda lakukan terhadap orang lain dan diri sendiri ketika timbul perasaan tersebut. Sadari kemampuan dan keterbatasan diri dalam menghadapi situasi, dan cobalah bersikap rasional,” jelasnya.

Tak seperti keluarga Wawan, keluarga Hendro Wijatmiko yang di perutnya juga ditemukan berbagai benda tak lazim meyakini bahwa kelakuan Hendro tak ada kaitannya dengan klenik. Dokter Justina Evy Tyaswati, kepala Humas RSD dr Soebandi, Jember, tempat Hendro dirujuk, juga menyatakan bahwa yang terjadi pada Hendro murni disebabkan karena memakan benda-benda asing.

”Jadi, tidak ada yang aneh-aneh (klenik, Red) dan memang benda tajam ini dimakan sendiri oleh pasien karena ada gangguan jiwa,” kata Evy.

Anak sulung Wawan, Nandang Maulana, mengingat bahwa sang ayah sudah lama memiliki masalah dengan pikirannya. ’’Sejak saya masih kecil, masih SD. Sejak becaknya hilang,” ungkap pemuda 18 tahun itu. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

gaman
24 Agustus 2017, by Gatot Swandito
Berbeda dari sebelumnya, artikel kali ini sama sekali tidak menyuguhkan opini penulis. Artikel ini dihadirkan untuk melihat situasi tanah air dari kacamata ...
PDIP tidak Usung Ridwan di Pilgub Jabar, Ini Alasannya..
24 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Pernah dikabarkan sebagai calon terkuat yang akan diusung PDIP pada Pilgub Jabar 2018, Ridwan Kamil ternyata masih bukan kandidat yang utama yang ...
Polisi Tembak Mati 7 Pelaku Begal di Karawang, 5 Orang Lainnya Buronan
1 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Beberapa kota besar di Indonesia telah dibuat geram dan resah masyarakat atas munculnya tindakan kriminal yang beroperasi pada malam hari dengan melakukan ...
Mahfud MD : "Setnov Ketua DPR Terburuk Pasca Reformasi"
17 November 2017, by Admin
Tampang.com – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta DPP Partai Golkar untuk segera melakukan langkah strategis demi penyelamatan partai ...
Sedikitnya 16 Orang Tewas Dalam Kecelakaan Sebuah Pesawat Militer di Mississipi
13 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Sebuah pesawat militer AS yang digunakan untuk pengisian bahan bakar jatuh di sebuah ladang kedelai di pedesaan Mississippi, menewaskan sedikitnya 16 orang di ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab