Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Sejak Becaknya Hilang, Tukang Becak ini Suka Telan Paku, Batu dan Cat Tembok

Sejak Becaknya Hilang, Tukang Becak ini Suka Telan Paku, Batu dan Cat Tembok

7 November 2017 | Dibaca : 285x | Penulis : Admin

Tampang.com - KELUARGA Wawan Gunawan menduga ada ’’kekuatan klenik” di balik kelakuannya menelan paku, batu, dan cat tembok. Karena itu pula, sepulang dari rumah sakit kelak, Wawan akan dicarikan pengobatan alternatif untuk menyembuhkan gangguan mentalnya.

’’Dulu pun kami sudah mencarikan dia pengobatan. Tapi, mungkin belum ada yang cocok,” tutur Ani Kumaryani, adik Wawan, Sabtu, (4/11).

Tapi, menurut staf Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Indra L. Malik, yang dibutuhkan orang terduga stres seperti Wawan sebenarnya lingkungan yang bisa memahami dia. Keluarga harus siap menjadi teman atau tempat curhat. ’’Sehingga permasalahan yang dihadapinya akan mudah cair dan tidak menjadi beban hidupnya,” kata Indra.

Seseorang dengan gangguan jiwa, lanjut Indra, akan mengalami empat tahapan. Pertama, mereka akan mengalami kecemasan yang sangat tinggi. Kedua, mengalami stres ringan sampai berat, ketiga mengalami depresi, dan keempat psikosis.

Agar stres tidak semakin parah, lanjut dia, seseorang harus bisa mengenali perasaan seperti marah, takut, sedih, iri, dan cemas dalam setiap situasi. Coba untuk mengerti apa yang mengakibatkan perasaan tersebut.

’’Perhatikan apa yang Anda lakukan terhadap orang lain dan diri sendiri ketika timbul perasaan tersebut. Sadari kemampuan dan keterbatasan diri dalam menghadapi situasi, dan cobalah bersikap rasional,” jelasnya.

Tak seperti keluarga Wawan, keluarga Hendro Wijatmiko yang di perutnya juga ditemukan berbagai benda tak lazim meyakini bahwa kelakuan Hendro tak ada kaitannya dengan klenik. Dokter Justina Evy Tyaswati, kepala Humas RSD dr Soebandi, Jember, tempat Hendro dirujuk, juga menyatakan bahwa yang terjadi pada Hendro murni disebabkan karena memakan benda-benda asing.

”Jadi, tidak ada yang aneh-aneh (klenik, Red) dan memang benda tajam ini dimakan sendiri oleh pasien karena ada gangguan jiwa,” kata Evy.

Anak sulung Wawan, Nandang Maulana, mengingat bahwa sang ayah sudah lama memiliki masalah dengan pikirannya. ’’Sejak saya masih kecil, masih SD. Sejak becaknya hilang,” ungkap pemuda 18 tahun itu. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Membuat Pesawat Terbang Lebih Efisien dan Aerodinamis
24 Juli 2018, by Maman Soleman
Perkembangan efisiensi bahan bakar pesawat terbang sepuluh tahun terakhir cukup tinggi. Efisiensi juga terdapat pada bentuk badan dan sayap pesawat terbang ...
Usai Putus Cinta, Perhatikan 5 Hal Berikut
7 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Hidup adalah sebuah misteri yang tak pasti, cinta pun demikian. Hidup adalah dinamika yang terus bergerak mengikuti waktu, cinta pun demikian. Kisah cinta ...
5 Perilaku yang Ancam Kesehatan Remaja
12 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Kesehatan pada saat usia remaja menjadi penentu kesehatan di masa mendatang. Beberapa waktu lalu telah diperingati Pekan Kesehatan Remaja ...
Film Mole of Life 2016, Aksinya yang Keren Sulit di Lupakan!
22 April 2017, by Ayu
Riview Mole of Life merupakan sebuah film action terbaru di tahun 2016 yang berasal dari negara Taiwan. Sutradara dari film ini adalah  Chuan-Feng Li ...
Pengobatan Penyakit Autoimun Sebabkan HIV?
19 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti dari University of Colorado School of Medicine telah menemukan bahwa proses yang melindungi tubuh dari penyakit autoimun juga mencegah sistem ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab