Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
SBY Menigimbau Amien Rais Hati-Hati Dalam Berbicara, Kita Sudah Sama-Sama Tua

SBY Menigimbau Amien Rais Hati-Hati Dalam Berbicara, Kita Sudah Sama-Sama Tua

18 April 2018 | Dibaca : 706x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Polemik pernyataan Amien Rais yang terur menyerang pemerintah Jokowi secara terang-terangan memancing suara Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam pernyataannya SBY mengimbau agar Amien Rais berhati-hati dalam ketika berbicara dalam mengkritik pemerintah.

“Kepada Pak Amien, sahabat saya. Kita sudah sama-sama tua, hati-hati berbicara,” ujar SBY di Hotel Harper, Purwakarta, Rabu (21/3/2018).

SBY mengatakan jika memang Amien Rais memiliki bukti maka ungkaplah ke public biar public yang menilai.

“Biarkan publik menilai siapa yang benar. Kalau pemerintah dikatakan bohong, ya harus disertai dengan bukti,” ucapnya.

Mantan Presiden Indonesia yang ke-6 itu melanjutkan dalam menyampaikan kritik harus proporsional, jangan sampai kelewat batas apalagi yang berujung pada fitnah.

Seperti diketahui sebelumnya sekitar sebulan lalu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasiona Sofyan Djalil mempertanyakan data Amien Rais yang menuding ada 74 tanah Indonesia dikuasai oleh asing.

Sofyan menilai tudingan dan data Ketua Dewan Kehormatan PAN itu tidak valid.

“Yang benar? Datanya enggak ada itu,” ujar Sofyan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Sofyna menambahkan saat ini perusahaan yang menguasai lahan dalam jumlah yang luas pun mayoritas merupakan perusahaan lokal atau perusahaan nasional

Perusahaan-perusahaan itu menggunakan lahan berdasarkan hak guna usaha (HGU).

“Kalau yang perusahaan-perusahaan itu, kan, HGU. Yang pertama HGU, yang kedua adalah tanah hutan, tanah industri. Itu enggak asing, perusahaan-perusahaan lokal,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Sofyan membantah pernyataan Amien Rais tentang 74 persen lahan di Indonesia dikuasai asing.

“Enggaklah. Mayoritas, coba dilihat mana perusahaan asing yang menguasai tanah di Indonesia atau perkebunan, enggak ada,” kata Sofyan.

“Oleh karena itu, datanya Pak Amien Rais, mendapatkan data, tetapi mungkin sebagai politisi enggak perlu mendapatkan data, itu secara umum saja. Padahal, datanya enggak begitu,” kata Sofyan.

Sofyan menegaskan bahwa program pemerintah yang membagi-bagikan sertifikat tanah kepada rakyat akan terus berjalan. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapat jaminan atas tanah yang mereka miliki.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Nama Makanan Asing yang Sering Salah Sebut.
23 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Banyaknya restro – restro yang menyajikan makanan asing, sehingga banyak sekali penikmat makanan salah dalam menyebutkan atau menuliskan ...
Pengaruh Kebisingan terhadap Hewan dan Tumbuhan
24 Mei 2018, by Maman Soleman
Hasil penelitian menunjukkan burung dan hewan lain mengubah perilaku mereka sebagai  respons terhadap suara yang dihasilkan aktivitas manusia, seperti ...
Seorang Guru PNS di Periksa Polisi karena Melakukan Kampenye Terselubung pada Siswanya
12 Oktober 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Memang selama ini ditegaskan bahwa seorang pegawai negeri atau PNS dilarang untuk berpolitik, apalagi seorang guru, dan memang kalau untuk TNI ...
Pemprov Sumsel Kesulitan Maksimalkan Penyerapan APBD 2017
2 November 2017, by Admin
Tampang.com  - Pemerintah daerah harus kerja keras untuk memaksimalkan penyerapan APBD tahun 2017. Sebab data Kanwil Perbendaharaan Negara Provinsi ...
Kanguru Besar Berotot Ini Ditemukan di Australia
16 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Foto marsupial 'macho' berdiri di sebuah sungai kecil di Australia Barat telah menjadi viral di internet. Kanguru setinggi 6 kaki ditemui oleh ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview