Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Rezeki  Pas-Pas-an...

Rezeki Pas-Pas-an...

31 Maret 2018 | Dibaca : 561x | Penulis : Dika Mustika

Dulu aku pernah mendengar tentang sebuah kata bijak atau apapun namanya, “Rezeki aku selalu pas-pas-an.” Yang pernah mengucapkan kata-kata tersebut adalah seorang pamanku. Dulu aku bingung mengapa rezeki pas-pas-an tapi kok paman mengucapkannya dengan ekspresi yang sama sekali tidak menunjukkan rasa sedih atau susah. Bahkan dia mengatakannya dengan riang. Kala itu yang kudengar selanjutnya adalah...ketika ada anak butuh uang sekolah, eh pas ada uang bonus kantor, pas anak tertuanya butuh uang untuk daftar wisuda, eh pas ada uang bagi hasil dari koperasi, dan seterusnya. Kala itu aku tidak tertarik mendengar kelanjutan obrolan ‘orang-orang tua’ dengan topik keuangan.

 

Baru belakangan ini aku teringat obrolan itu karena aku dan orang-orang terdekatku mengalaminya sendiri! Sungguh terasa ketika salah satu saudaraku sakit dan mengharuskan ia untuk dirawat, sempat panik. Mengapa panik? Karena jelas-jelas ia sedang tidak mempunyai pekerjaan. Dari mana biayanya rumah sakit? Singkat cerita, akhirnya ia dirawat. Awalnya aku tak tahu darimana saudaraku itu memiliki biaya untuk rumah sakit, karena kutahu biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Dari cerita saudaraku itu, terbayang, betapa Allah sudah mengatur rezeki setiap hambanya bahkan dari sumber yang mungkin tidak kita duga. Aku jadi tahu, ternyata, kira-kira 2 minggu sebelum ia sakit, berawal dari obrolan ibunya dengan salah seorang tetangga di sebuah kedai bakso, ibunya kemudian mendaftarkan saudaraku itu pada program kesehatan pemerintah. Beruntungnya, saat itu sang ibu memiliki fotokopi KTP saudaraku tersebut.

 

Dan ketika masuk rumah sakit, sang ibu juga sempat kaget dan tak menyangka bahwa program kesehatan yang ia daftarkan 2 minggu lalu sudah bisa dipergunakan untuk rawat inap. Jadi saudaraku dirawat, tanpa dikenakan biaya sedikitpun! Betapa, Allah mengatur rezeki bukan dari sebuah perusahaan yang menggaji kita (saja) tapi bisa dari sumber yang tidak diduga (sama sekali). Betapa obrolan tak sengaja  ketika membeli bakso bisa membawa ke arah rezeki yang trjadi 2 minggu kemudian. Jika dipikir-pikir, apa yang menggerakkan ibu dari saudaraku itu untuk pergi ke sebuah kedai bakso dekat rumah yang ternyata jarang dikunjunginya! Betapa Allah menggerakkan hati dan langkah hamba-hambanya untuk menuju ke rezeki yang sudah ia aturkan.

 

Beberapa tahun lalu aku juga ingat ada cerita seorang kawan yang sangat ingin berhaji. Saat itu dengan niat yang kuat, ia akhirnya membuka tabungan haji. Aku sempat bertanya padanya berapa jumlah nominal yang ia setorkan setiap bulannya di tabungan tersebut. Ia lalu menyebutkan nominal tertentu. Selanjutnya aku mencoba mengkalkulasi jumlah setoran temanku setiap bulannya dengan jumlah biaya haji yang dibutuhkan. Jika dikalkulasi, bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan belasan tahun untuk bisa berangkat dengan jumlah tersebut. Namun, sekali lagi Allah menunjukkan bahwa Ia Maha Pengatur Rezeki. Tanpa disangka-sangka, ada kenalan lama temanku yang bertanya tentang niatan haji temanku tersebut. Padahal teman lamanya tersebut sudah lama tidak berjumpa dengan temanku itu, bahkan sudah tinggal di luar negeri tanpa berkontak. Ternyata pasangan suami istri temanku tersebut mempunyai niatan untuk menghajikan temanku! Sungguh mendengar kisahnya saja aku sangat haru, apalagi temanku yang mengalaminya! Atas izin Allah akhirnya 3 tahun kemudian ia pergi berhaji. Prediksiku bahwa ia akan pergi belasan tahun lagi ternyata tidak terbukti! Allah membuktikan betapa rezeki itu sudah ada pengaturan yang rapi.

 

Belajar dari cerita ini, janganlah kita seakan menghalalkan segala cara untuk mencari rezeki. Sampai mengorbankan keluarga, kesehatan, kebahagiaan, dan lain-lainnya. Karena rezeki itu memang pas-pas-an. Pas butuh untuk berobat, pas ada dari ... . Pas butuh untuk membeli keperluan dapur, pas ada dari ... . Betapa banyak sumber rezeki yang mungkin luput dari prediksi kita. Setelah sekian lama, akhirnya aku paham obrolan pamanku dulu. Rezeki manusia itu memang ‘pas-pas-an’!

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Loew Memuji Chile Sebagai Penakluk Raksasa
2 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Joachim Loew sebagai pelatih Timnas Jerman mengaku tak akan menyepelekan Timnas Chile pada final Piala Konfederasi 2017. Dia bahkan memberikan ...
gas rumah kaca
11 Juli 2017, by Yusuf Nugraha
Sejak tahun 1988, hanya 100 perusahaan telah bertanggung jawab atas 71 persen dari keseluruhan emisi gas rumah kaca industri dunia. Data ini berasal dari ...
Hadeuh.....Ternyata ini Lho yang Bikin Paketnya Ga Sampe-Sampe......
26 April 2017, by herline
Hadeuh.....Ternyata ini Lho yang Bikin Paketnya ga Sampe-sampe.... - Hari gini udah biasa ya yang namanya belanja online alias membeli barang melalui online. ...
Berbahagialah Para Ibu, Kebahagiaan Ibu Pengaruhi Kesehatan Bayi
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Betapa bahagianya seorang ibu dalam hubungannya dan dukungan sosial yang diterimanya dapat mempengaruhi risiko penyakit kolik bayi, menurut periset Penn State ...
kasus ahok
12 Juni 2017, by Agi Betha
JPU KASUS AHOK CABUT BANDING. DENGAN DEMIKIAN KASUS HUKUM AHOK SUDAH INCHRACT. STATUS AHOK TELAH MENJADI TERPIDANA DAN SUDAH SEHARUSNYA SEGERA DIPINDAHKAN KE ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab