Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Program Nuklir Korea Utara Maju Lebih Agresif di Bawah Kim Jong Un

Program Nuklir Korea Utara Maju Lebih Agresif di Bawah Kim Jong Un

18 Desember 2017 | Dibaca : 87x | Penulis : Slesta

 Program nuklir dan rudal Korea Utara telah maju lebih agresif dalam enam tahun terakhir, setelah pemimpin lama Kim Jong Un menggantikan ayahnya Kim Jong Il.

Sebelum kematian Kim Jong Il pada 2011, mantan pemimpin tersebut mengawasi dua uji coba nuklir dan tiga rudal jarak jauh diluncurkan, JoongAng Ilbo melaporkan.

Namun, setelah suksesi ketiga rezim tersebut, empat uji coba nuklir dan 41 rudal balistik diluncurkan, dengan Korea Utara mengklaim telah mencapai kemampuan nuklir penuh.

Tekanan Kim Jong Un yang terlalu bersemangat untuk pengembangan senjata nuklir dipandang sebagai sarana penting untuk memperketat kekuasaannya atas rezim tersebut, menurut Lee Ki Dong, Peneliti Senior di Institute for National Security Strategy pada hari Minggu.

Media yang dijalankan oleh rezim tersebut mengaitkan setiap ujian sukses kepada Kim, dengan memuji kepemimpinannya dengan boros. Juga, dalam upaya untuk membasmi ancaman potensial yang diajukan pada cengkeramannya pada rezim tersebut, mengingat usia dan pengalamannya yang muda, Kim telah mengeluarkan eksekusi pejabat tinggi, termasuk pamannya Jang Song Thaek.

Pada hari Minggu, Kim Jong Un memperingati ulang tahun keenam kematian ayahnya, menurut media pemerintah Korea Utara Central News Agency.

KCNA melaporkan pada hari Senin bahwa Kim telah mengunjungi Istana Kumsusan di mana tubuh Kim Jong Il terbaring, mengutip pemimpin muda tersebut mengatakan bahwa dia akan "berperang lebih keras" untuk membuat Korea Utara "independen dalam politik dan mandiri dalam ekonomi dan pertahanan."

Pejabat tinggi termasuk Wakil Ketua Partai Pekerja Ri Su Yong dan Wakil Ketua Komite Sentral partai Choe Ryong Hae juga mengatakan telah mengunjungi tempat tersebut, Yonhap melaporkan.

Sementara ribuan warga Korea Utara berbaris ke Mansu Hill di Pyongyang, membungkuk ke patung perunggu raksasa mantan pemimpin tersebut dan ayahnya Kim Il Sung, pendiri dan apa yang disebut "presiden abadi" rezim tersebut.

Mendiang Kim Jong Il meninggal karena serangan jantung pada 17 Desember 2011, pada usia 69 tahun.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 Prabowo Subianto Menyinggung Gaji Wartawan?
23 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Pada hari Kamis, 17 Agustus kemarin, Prabowo Subianto menghadiri upacara HUT RI ke-72 di Universitas Bung Karno, Jakarta Pusat. Ia datang bersama dengan Amien ...
7 Tips Ini Mampu Turunkan Berat Badan Tanpa Diet
12 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Hingga saat ini, sepertinya berat badan masih menjadi masalah bagi kebanyakan orang. Berbagai cara banyak dilakukan untuk mendapatkan berat yang ...
Deforestasi sebagai Faktor Perubahan Iklim
16 September 2017, by Rindang Riyanti
Ketika menghadapi penanganan perubahan iklim, fokusnya pada pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan pengembangan sumber energi berkelanjutan. Namun sebuah ...
Yuk ke Galunggung! Ini Dia Paket Lengkap Travellingnya!
31 Juli 2017, by Zeal
Suka travelling? suka menjelajah alam? Atau suka wisata air? Anda bisa dapatkan semuanya. Berkunjunglah ke objek wisata Gunung Galunggung Tasikmalaya. Objek ...
valentino rossi
25 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - MotoGP Belanda 2017 di Sirkuit Assen, Minggu (25/6/2017), dapat disebut sebagai titik balik Valentino Rossi setelah mengakhiri puasa kemenangan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes