Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Program Nuklir Korea Utara Maju Lebih Agresif di Bawah Kim Jong Un

Program Nuklir Korea Utara Maju Lebih Agresif di Bawah Kim Jong Un

18 Desember 2017 | Dibaca : 172x | Penulis : Slesta

 Program nuklir dan rudal Korea Utara telah maju lebih agresif dalam enam tahun terakhir, setelah pemimpin lama Kim Jong Un menggantikan ayahnya Kim Jong Il.

Sebelum kematian Kim Jong Il pada 2011, mantan pemimpin tersebut mengawasi dua uji coba nuklir dan tiga rudal jarak jauh diluncurkan, JoongAng Ilbo melaporkan.

Namun, setelah suksesi ketiga rezim tersebut, empat uji coba nuklir dan 41 rudal balistik diluncurkan, dengan Korea Utara mengklaim telah mencapai kemampuan nuklir penuh.

Tekanan Kim Jong Un yang terlalu bersemangat untuk pengembangan senjata nuklir dipandang sebagai sarana penting untuk memperketat kekuasaannya atas rezim tersebut, menurut Lee Ki Dong, Peneliti Senior di Institute for National Security Strategy pada hari Minggu.

Media yang dijalankan oleh rezim tersebut mengaitkan setiap ujian sukses kepada Kim, dengan memuji kepemimpinannya dengan boros. Juga, dalam upaya untuk membasmi ancaman potensial yang diajukan pada cengkeramannya pada rezim tersebut, mengingat usia dan pengalamannya yang muda, Kim telah mengeluarkan eksekusi pejabat tinggi, termasuk pamannya Jang Song Thaek.

Pada hari Minggu, Kim Jong Un memperingati ulang tahun keenam kematian ayahnya, menurut media pemerintah Korea Utara Central News Agency.

KCNA melaporkan pada hari Senin bahwa Kim telah mengunjungi Istana Kumsusan di mana tubuh Kim Jong Il terbaring, mengutip pemimpin muda tersebut mengatakan bahwa dia akan "berperang lebih keras" untuk membuat Korea Utara "independen dalam politik dan mandiri dalam ekonomi dan pertahanan."

Pejabat tinggi termasuk Wakil Ketua Partai Pekerja Ri Su Yong dan Wakil Ketua Komite Sentral partai Choe Ryong Hae juga mengatakan telah mengunjungi tempat tersebut, Yonhap melaporkan.

Sementara ribuan warga Korea Utara berbaris ke Mansu Hill di Pyongyang, membungkuk ke patung perunggu raksasa mantan pemimpin tersebut dan ayahnya Kim Il Sung, pendiri dan apa yang disebut "presiden abadi" rezim tersebut.

Mendiang Kim Jong Il meninggal karena serangan jantung pada 17 Desember 2011, pada usia 69 tahun.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pesawat Pengebom AS Dekati Wilayah Korut
25 September 2017, by Rindang Riyanti
Angkatan Udara Amerika Serikat menerbangkan pesawat-pesawat pengebom B-1B Lancer hingga mendekati wilayah pesisir timur Korea Utara pada Minggu (24/9/2017). ...
Ini Alasan Mengapa Perutmu Buncit
4 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dalam penampilan, perut yang buncit akan terasa mengganggu dan membuat kita menjadi tidak menarik. Karena hal ini, kita menjadi kurang percaya ...
gadis muslimah
21 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika para wanita mendengar kata Poligami, pastinya mereka menolak mentah-mentah. Mungkin, hanya segelintir wanita saja yang tidak ...
Timnas U-19 Indonesia Kalak Telak Meladeni U-19 Jepang
26 Maret 2018, by oteli w
Timnas U-19 Indonesia Kalak Telak Meladeni U-19 Jepang   Laga Uji coba ini diadakan pada Hari Minggu, 25 Maret 2018 di SUGBK. Pada awal-awal ...
Mengapa Golongan Darah Ab Disebut Langka?
25 Mei 2018, by oteli w
Mengapa Golongan Darah Ab Disebut Langka? Golongan darah tiap individu berbeda-beda. Perbedaan golongan darah dikelompokkan dalam tipe A, B, AB, atau O. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview