Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Program Nuklir Korea Utara Maju Lebih Agresif di Bawah Kim Jong Un

Program Nuklir Korea Utara Maju Lebih Agresif di Bawah Kim Jong Un

18 Desember 2017 | Dibaca : 138x | Penulis : Slesta

 Program nuklir dan rudal Korea Utara telah maju lebih agresif dalam enam tahun terakhir, setelah pemimpin lama Kim Jong Un menggantikan ayahnya Kim Jong Il.

Sebelum kematian Kim Jong Il pada 2011, mantan pemimpin tersebut mengawasi dua uji coba nuklir dan tiga rudal jarak jauh diluncurkan, JoongAng Ilbo melaporkan.

Namun, setelah suksesi ketiga rezim tersebut, empat uji coba nuklir dan 41 rudal balistik diluncurkan, dengan Korea Utara mengklaim telah mencapai kemampuan nuklir penuh.

Tekanan Kim Jong Un yang terlalu bersemangat untuk pengembangan senjata nuklir dipandang sebagai sarana penting untuk memperketat kekuasaannya atas rezim tersebut, menurut Lee Ki Dong, Peneliti Senior di Institute for National Security Strategy pada hari Minggu.

Media yang dijalankan oleh rezim tersebut mengaitkan setiap ujian sukses kepada Kim, dengan memuji kepemimpinannya dengan boros. Juga, dalam upaya untuk membasmi ancaman potensial yang diajukan pada cengkeramannya pada rezim tersebut, mengingat usia dan pengalamannya yang muda, Kim telah mengeluarkan eksekusi pejabat tinggi, termasuk pamannya Jang Song Thaek.

Pada hari Minggu, Kim Jong Un memperingati ulang tahun keenam kematian ayahnya, menurut media pemerintah Korea Utara Central News Agency.

KCNA melaporkan pada hari Senin bahwa Kim telah mengunjungi Istana Kumsusan di mana tubuh Kim Jong Il terbaring, mengutip pemimpin muda tersebut mengatakan bahwa dia akan "berperang lebih keras" untuk membuat Korea Utara "independen dalam politik dan mandiri dalam ekonomi dan pertahanan."

Pejabat tinggi termasuk Wakil Ketua Partai Pekerja Ri Su Yong dan Wakil Ketua Komite Sentral partai Choe Ryong Hae juga mengatakan telah mengunjungi tempat tersebut, Yonhap melaporkan.

Sementara ribuan warga Korea Utara berbaris ke Mansu Hill di Pyongyang, membungkuk ke patung perunggu raksasa mantan pemimpin tersebut dan ayahnya Kim Il Sung, pendiri dan apa yang disebut "presiden abadi" rezim tersebut.

Mendiang Kim Jong Il meninggal karena serangan jantung pada 17 Desember 2011, pada usia 69 tahun.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Tips Sederhana Perawatan Kulit Wajah di Usia 20an
13 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Penuaan pada kulit adalah hal yang wajar terjadi pada setiap orang. Seiring bertambahnya usia memang  pasti akan membuat kulit wajah menjadi menua hingga ...
Bukti Bahwa Manusia Penyebab Perubahan Iklim
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Gas rumah kaca, seperti karbon dioksida dan metana, terakumulasi di atmosfer dan menyerap panas yang jika tidak lolos ke luar angkasa. Kelebihan gas rumah kaca ...
Valentino Rossi Keluhkan Performa Motor Yamaha
22 Mei 2018, by oteli w
Valentino Rossi Keluhkan Performa Motor Yamaha Pebalap tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengeluhkan performa motor yang dipakainya saat ...
Galaxy Note 8 Akan Diluncurkan Lebih Cepat
3 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu ponsel unggulan Samsung yang akan rilis selanjutnya adalah Galaxy Note 8. Pihak Samsung telah mengkonfirmasi bahwa perusahaan tidak ...
Fadli Zon: Sri Mulyani Kok Bisa Jadi Menteri Keuangan Terbaik
12 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti yang diberitakan di berbagai media nasional terkait penghargaan yang didapatkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebagai Menteri terbaik Dunia, tidak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
belireview