Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Program Nuklir Korea Utara Maju Lebih Agresif di Bawah Kim Jong Un

Program Nuklir Korea Utara Maju Lebih Agresif di Bawah Kim Jong Un

18 Desember 2017 | Dibaca : 313x | Penulis : Slesta

 Program nuklir dan rudal Korea Utara telah maju lebih agresif dalam enam tahun terakhir, setelah pemimpin lama Kim Jong Un menggantikan ayahnya Kim Jong Il.

Sebelum kematian Kim Jong Il pada 2011, mantan pemimpin tersebut mengawasi dua uji coba nuklir dan tiga rudal jarak jauh diluncurkan, JoongAng Ilbo melaporkan.

Namun, setelah suksesi ketiga rezim tersebut, empat uji coba nuklir dan 41 rudal balistik diluncurkan, dengan Korea Utara mengklaim telah mencapai kemampuan nuklir penuh.

Tekanan Kim Jong Un yang terlalu bersemangat untuk pengembangan senjata nuklir dipandang sebagai sarana penting untuk memperketat kekuasaannya atas rezim tersebut, menurut Lee Ki Dong, Peneliti Senior di Institute for National Security Strategy pada hari Minggu.

Media yang dijalankan oleh rezim tersebut mengaitkan setiap ujian sukses kepada Kim, dengan memuji kepemimpinannya dengan boros. Juga, dalam upaya untuk membasmi ancaman potensial yang diajukan pada cengkeramannya pada rezim tersebut, mengingat usia dan pengalamannya yang muda, Kim telah mengeluarkan eksekusi pejabat tinggi, termasuk pamannya Jang Song Thaek.

Pada hari Minggu, Kim Jong Un memperingati ulang tahun keenam kematian ayahnya, menurut media pemerintah Korea Utara Central News Agency.

KCNA melaporkan pada hari Senin bahwa Kim telah mengunjungi Istana Kumsusan di mana tubuh Kim Jong Il terbaring, mengutip pemimpin muda tersebut mengatakan bahwa dia akan "berperang lebih keras" untuk membuat Korea Utara "independen dalam politik dan mandiri dalam ekonomi dan pertahanan."

Pejabat tinggi termasuk Wakil Ketua Partai Pekerja Ri Su Yong dan Wakil Ketua Komite Sentral partai Choe Ryong Hae juga mengatakan telah mengunjungi tempat tersebut, Yonhap melaporkan.

Sementara ribuan warga Korea Utara berbaris ke Mansu Hill di Pyongyang, membungkuk ke patung perunggu raksasa mantan pemimpin tersebut dan ayahnya Kim Il Sung, pendiri dan apa yang disebut "presiden abadi" rezim tersebut.

Mendiang Kim Jong Il meninggal karena serangan jantung pada 17 Desember 2011, pada usia 69 tahun.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Barcelona Gugat Neymar Karena Dianggap Langgar Kontrak
23 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu klub raksasa Spanyol, Barcelona menggugat mantan pemainnya yang pergi menuju PSG, yakni Neymar sebesar 8,5 juta euro karena tuduhan ...
Prabowo: "Saya Tidak Mungkin Memilih Cawapres yang Tidak Diterima NU"
17 Juli 2018, by Zeal
Tampang.com - Prabowo Subianto bersilaturahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta, Senin (16/7). Prabowo ynag ...
Ingin Hasil yang Optimal? Bekerjalah dengan Cerdas
13 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Ingin memiliki karier yang cemerlang di kantor? Tentu setiap orang menginginkannya bukan? Mindset kebanyakan orang, jika ingin memiliki ...
Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia 2018 Dikandaskan Kroasia
12 Juli 2018, by oteli w
Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia 2018 Dikandaskan Kroasia Laga antara Inggris Vs Kroasia, salah satu laga yang dinanti-nanti oleh jutaan penggemar bola di ...
Membuat Makeup Remover dari Bahan Alami
5 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Membersihkan makeup pada wajah setelah diaplikasikan seharian selama beraktivitas perlu dilakukan bahkan wajib dilakukan agar wajah bersih dan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih