Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Program Gerakan Perempuan Membangun Andalan Pemkab Bandung Barat

Program Gerakan Perempuan Membangun Andalan Pemkab Bandung Barat

2 November 2017 | Dibaca : 390x | Penulis : Admin

 

Tampang.com  - Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Pengendalian Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mencanangkan program Gerakan Perempuan Membangun (Gempungan).

 

Sasaran awal dari program Gempungan ini adalah 48 desa dan bertambah secara bertahap hingga menyasar 165 desa yang ada di Bandung Barat.

 

Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KBB Asep Wahyu FS mengatakan, Gempungan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan di masyarakat.

 

Program ini didukung oleh sejumlah organisasi kewanitaan seperti TP-PKK, Dharma Wanita, Ikatan Keluarga Dewan (IKD), Muslimat NU, GOW, IGTK, Himpaudi, Peka dan lain-lain.

 

"Goalnya adalah bagaimana melalui peningkatan peran perempuan ini bisa mengentaskan persoalan sosial dan kemiskinan di masyarakat," ucapnya, Selasa (31/10).

 

Dia menjelaskan, program Gempungan ini selaras dengan program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Melalui P2WKSS dilakukan pembinaan kepada 500 kepala keluarga (KK) yang untuk tahun 2017 sasarannya adalah Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor. Termasuk empat desa binaan yakni Desa Cibenda, Desa Mekar Sari, Desa Cijenuk dan Desa Baranangsiang.

 

Saat ini di Desa Citelem memiliki penduduk 11.087 jiwa terdiri dari 3.200 KK jumlah perempuannya ada 5.340 sedang laki-laki 5.797. Dari jumlah itu 1.130 merupakan keluarga Pra KS, 882 KS 1, dan 250 KS.

 

"100 KK binaan itu terdiri dari Pra KS dan KS I yang berada di RW 05. Semoga dengan adanya program ini kesejahteraan mereka bisa terangkat dan lebih produktif," imbuhnya.

 

Bupati Bandung Barat Abubakar menyebutkan, pelaksanaan program P2WKSS sasarannya hanya satu desa dalam satu tahun. Itu dinilai terlalu lama untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera sehingga pihaknya membuat terobosan dengan membuat program Gempungan.

"Kami berharap 48 desa itu bisa menjadi model percontohan agar diikuti desa lainnya untuk menumbuhkan kembali rasa gotong royong dalam pembangunan," pungkasnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

industri penerbangan
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah Boeing 747 membakar satu galon bahan bakar jet setiap detiknya. Sebuah analisis baru-baru ini dari para periset di University of Illinois memperkirakan ...
Wanita, Ini 5 Tanda Bahwa Dia Tak Cocok Dijadikan Sebagai Pasangan Hidup
17 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika seorang wanita dinikahi oleh pria, maka sang pria harus siap memikul tanggung jawab sebagai seorang kepala rumah tangga. Namun, menjadi ...
Kabupaten Bandung Barat Kekurangan Kepala Sekolah
2 November 2017, by Admin
  Tampang.com–  Untuk mengisi kekosongan beberapa kepala sekolah (Kepsek) di tingkat Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten ...
Dewi Sandra, " Masalah  Anak itu Hak Prerogratif  Allah SWT "
10 Juli 2017, by Rachmiamy
Dewi Sandra dikenal sebagai seorang artis,  penyanyi,   dan presenter. Wanita kelahiran Rio de Janeiro, 3 April 1980 ini pernah dua kali gagal ...
Rencanakan Taksi Terbang, Uber Kerja Sama Bareng NASA
10 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu pemilik aplikasi transportasi online, Uber kini bekerja sama dengan badan antariksa Amerika Serikat, NASA. Uber berencana ingin ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab