Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Program Gerakan Perempuan Membangun Andalan Pemkab Bandung Barat

Program Gerakan Perempuan Membangun Andalan Pemkab Bandung Barat

2 November 2017 | Dibaca : 459x | Penulis : Admin

 

Tampang.com  - Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Pengendalian Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mencanangkan program Gerakan Perempuan Membangun (Gempungan).

 

Sasaran awal dari program Gempungan ini adalah 48 desa dan bertambah secara bertahap hingga menyasar 165 desa yang ada di Bandung Barat.

 

Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KBB Asep Wahyu FS mengatakan, Gempungan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan di masyarakat.

 

Program ini didukung oleh sejumlah organisasi kewanitaan seperti TP-PKK, Dharma Wanita, Ikatan Keluarga Dewan (IKD), Muslimat NU, GOW, IGTK, Himpaudi, Peka dan lain-lain.

 

"Goalnya adalah bagaimana melalui peningkatan peran perempuan ini bisa mengentaskan persoalan sosial dan kemiskinan di masyarakat," ucapnya, Selasa (31/10).

 

Dia menjelaskan, program Gempungan ini selaras dengan program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Melalui P2WKSS dilakukan pembinaan kepada 500 kepala keluarga (KK) yang untuk tahun 2017 sasarannya adalah Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor. Termasuk empat desa binaan yakni Desa Cibenda, Desa Mekar Sari, Desa Cijenuk dan Desa Baranangsiang.

 

Saat ini di Desa Citelem memiliki penduduk 11.087 jiwa terdiri dari 3.200 KK jumlah perempuannya ada 5.340 sedang laki-laki 5.797. Dari jumlah itu 1.130 merupakan keluarga Pra KS, 882 KS 1, dan 250 KS.

 

"100 KK binaan itu terdiri dari Pra KS dan KS I yang berada di RW 05. Semoga dengan adanya program ini kesejahteraan mereka bisa terangkat dan lebih produktif," imbuhnya.

 

Bupati Bandung Barat Abubakar menyebutkan, pelaksanaan program P2WKSS sasarannya hanya satu desa dalam satu tahun. Itu dinilai terlalu lama untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera sehingga pihaknya membuat terobosan dengan membuat program Gempungan.

"Kami berharap 48 desa itu bisa menjadi model percontohan agar diikuti desa lainnya untuk menumbuhkan kembali rasa gotong royong dalam pembangunan," pungkasnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hari Ini, Kepulauan Mentawai Kembali Diguncang Gempa
21 Juli 2018, by Nur Atinal Khusna
Dini hari tadi (21/7/2018), sekitar pukul 02.58 WIB, perairan Kepulauan Mentawai diguncangkan oleh gempa berkekuatan 5,4 Skala Richter. Pusat gemba terjadi ...
Lakukan yang Terbaik yang bisa Kita Lakukan
27 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- salah seorang Profesor yang merupakan guru besar di Universitas Negeri Solo hendak melakukan perjalanan dari yogyakarta ke Jakarta dengan ...
Setya Novanto Enggan Mundur, Citra Golkar Makin Terpuruk
19 September 2017, by Rindang Riyanti
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Emrus Sihombing menilai bahwa citra Partai Golkar diprediksi makin terpuruk. Hal ...
Kopi dan Lebah: Model Efek Perubahan Iklim
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Produksi kopi di daerah Amerika Latin yang cocok untuk menanam kopi diperkirakan turun 73-88 persen pada tahun 2050. Namun, keragaman spesies lebah dapat ...
Samakah Ekspresi Orang Buta dengan Orang yang Dapat Melihat?
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Ekspresi wajah memainkan peran kuat dalam interaksi sosial sejak lahir sampai dewasa. Ketakutan, kegembiraan, kemarahan - semua emosi kita diartikulasikan dan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab