Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Program Gerakan Perempuan Membangun Andalan Pemkab Bandung Barat

Program Gerakan Perempuan Membangun Andalan Pemkab Bandung Barat

2 November 2017 | Dibaca : 554x | Penulis : Admin

 

Tampang.com  - Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Pengendalian Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mencanangkan program Gerakan Perempuan Membangun (Gempungan).

 

Sasaran awal dari program Gempungan ini adalah 48 desa dan bertambah secara bertahap hingga menyasar 165 desa yang ada di Bandung Barat.

 

Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KBB Asep Wahyu FS mengatakan, Gempungan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan di masyarakat.

 

Program ini didukung oleh sejumlah organisasi kewanitaan seperti TP-PKK, Dharma Wanita, Ikatan Keluarga Dewan (IKD), Muslimat NU, GOW, IGTK, Himpaudi, Peka dan lain-lain.

 

"Goalnya adalah bagaimana melalui peningkatan peran perempuan ini bisa mengentaskan persoalan sosial dan kemiskinan di masyarakat," ucapnya, Selasa (31/10).

 

Dia menjelaskan, program Gempungan ini selaras dengan program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Melalui P2WKSS dilakukan pembinaan kepada 500 kepala keluarga (KK) yang untuk tahun 2017 sasarannya adalah Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor. Termasuk empat desa binaan yakni Desa Cibenda, Desa Mekar Sari, Desa Cijenuk dan Desa Baranangsiang.

 

Saat ini di Desa Citelem memiliki penduduk 11.087 jiwa terdiri dari 3.200 KK jumlah perempuannya ada 5.340 sedang laki-laki 5.797. Dari jumlah itu 1.130 merupakan keluarga Pra KS, 882 KS 1, dan 250 KS.

 

"100 KK binaan itu terdiri dari Pra KS dan KS I yang berada di RW 05. Semoga dengan adanya program ini kesejahteraan mereka bisa terangkat dan lebih produktif," imbuhnya.

 

Bupati Bandung Barat Abubakar menyebutkan, pelaksanaan program P2WKSS sasarannya hanya satu desa dalam satu tahun. Itu dinilai terlalu lama untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera sehingga pihaknya membuat terobosan dengan membuat program Gempungan.

"Kami berharap 48 desa itu bisa menjadi model percontohan agar diikuti desa lainnya untuk menumbuhkan kembali rasa gotong royong dalam pembangunan," pungkasnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bagaimana Perubahan Iklim Pengaruhi Penyakit Menular?
21 September 2017, by Rindang Riyanti
Memprediksi bagaimana perubahan iklim akan mempengaruhi berkembangnya penyakit menular akan memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan masyarakat. Tapi ...
Orang Taiwan yang Kabur karena Selundupkan Sabu-sabu 1 Ton Ketangkep juga
14 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Anak buah Lin Ming Hui yang merupakan bos penyelundupan sabu-sabu seberat 1 ton dan ditewas ditembak polisi, akhirnya ketangkap juga. Hsu Yung Li ...
Hadiah terindah Untuk Sang Fotografer Cantik
30 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Aling – aling ingin foto selfi dan kehidupan social juga hobby fotografinya wanita cantik  ini menjadi kecanduan. Ya salah satu ...
Wisata Negeri di Atas Awan yang bisa Dikunjungi Saat Liburan
31 Januari 2019, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Berlibur merupakan salah satu cara untuk menghilangkan rasa suntuk dan stress setelah sekian lama bergulat dengan pekerjaan yang seabreg. Liburan ...
Cara Memilih Bedak yang Tepat untuk Wajah Cantik Alami
4 Januari 2018, by Maman Soleman
Kosmetik yang paling mendasar untuk kecantikan para wanita adalah bedak wajah. Hampir semua wanita menggunakan bedak setiap kali hendak bepergian keluar rumah. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab