Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

17 Juli 2018 | Dibaca : 888x | Penulis : Maman Soleman

Bila Anda belum pernah pergi ke Amerika Serikat, hati-hati bila hendak membuang hajat karena di negara adi daya itu toilet umum sangat sulit ditemukan. Namun, jangan khawatir karena sebuah terobosan baru bernama PPlanter menginisiasi toilet umum dengan sentuhan ekologis. Toilet itu menggunakan teknologi biofilter untuk menyerap urine. Tumbuhan bambu hidup ditanam di toilet.

Proses penyerapan dimulai ketika pengguna mencuci tangannya menggunakan bak cuci. Sebuah pompa kaki mengeluarkan air bersih melalui keran. Air buangan berfungsi ganda membuang urine. Air dan urine masuk ke tangki kedap udara.

Tanpa bercampur udara, urine tidak dapat menghasilkan amoniak yang bau. Cairan terdorong masuk ke biofilter seukuran palet yang ringan, berisi bambu, serpihan kayu, jerami, batu, dan styrofoam. Bambu berfungsi sebagai penyerap air dan kandungan urine, termasuk nitrogen dan fosfor. Bakteri kemudian mengurai protein dan karbohidrat sehingga hanya menyisakan garam.

Teknologi PPlanter dirancang dan dibangun oleh Hyphae Design Laboratory of Oakland, California. Toilet tersebut dibuat untuk mengurangi kotoran manusia secara umum. Menurut Brent Bucknum, pendiri laboratorium Oakland, penciptaan PPlanter merupakan upaya untuk mengembangkan sistem sanitasi ekologis. Ia menambahkan, membuang air di PPlanter merupakan cara menyenangkan, bersih, fungsional, dan keren.

Tahun lalu, PPlanter diuji coba di San Francisco. Eksperimen itu cukup berhasil, mampu melayani sekitar 300 orang dalam 8 jam. Pemerintah kota bahkan memesan toilet bambu itu. Bucknum juga berencana menyewakan PPlanter dalam acara-acara festival.

Meski selaras dengan semangat kepedulian ekologis, PPlanter dinilai tidak mengindahkan privasi penggunanya. Pasalnya oilet bambu tersebut tidak memiliki atap ataupun partisi sebagai penutup. Jika menggunakannya, bagian kepala dan kaki akan terlihat. Hal itu memungkinkan orang-orang yang sedang lewat bisa melirik pengguna toilet.

PPlanter bisa bertahan selama 10 sampai 15 tahun jika dirawat dengan baik. Toilet bambu itu juga dinilai berbiaya murah serta pemeliharaan yang mudah. Para pencipta PPlanter berharap produknya bisa diaplikasikan di negara-negara yang minim infrastruktur saluran pembuangan air dan area-area dengan kepadatan penduduk tinggi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Olla Ramlan Lahirkan Anak Ketiganya Lewat Operasi
8 November 2017, by Admin
  Tampang.com – Pesinetron Olla Ramlan melahirkan anak ketiganya Jumat lalu (3/11). Bayi dengan berat 3,4 kg dan panjang badan 49 cm itu lahir ...
Tips Melamar Kerja pada Situs Lowongan Kerja di Internet
20 Januari 2020, by Admin
Untuk mencari pekerjaan bukanlah suatu hal yang mudah namun bukan berarti kemudian berhenti untuk berusaha mencari pekerjaan tersebut. Saat ini di era milenial ...
Ahli Astrofisika Prediksi Planet Mirip Bumi Hanya Berjarak 16 Tahun Cahaya
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Ahli astrofisika di University of Texas di Arlington telah meramalkan bahwa planet mirip Bumi mungkin bersembunyi di sistem bintang hanya berjarak 16 tahun ...
Zulkifli Hasan Sepakat dengan Bawaslu tak akan Dukung Calon Legislatif Mantan Napi
5 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN ) yang juga Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa partainya tidak akan mengusung atau mendukung ...
Garis Alismu Cermin Kepribadianmu
17 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Seorang ahli psikologi yang telah mengadopsi budaya Cina menemukan bahwa ternyata kita bisa melihat kepribadian seseorang dari ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview