Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

17 Juli 2018 | Dibaca : 81x | Penulis : Maman Soleman

Bila Anda belum pernah pergi ke Amerika Serikat, hati-hati bila hendak membuang hajat karena di negara adi daya itu toilet umum sangat sulit ditemukan. Namun, jangan khawatir karena sebuah terobosan baru bernama PPlanter menginisiasi toilet umum dengan sentuhan ekologis. Toilet itu menggunakan teknologi biofilter untuk menyerap urine. Tumbuhan bambu hidup ditanam di toilet.

Proses penyerapan dimulai ketika pengguna mencuci tangannya menggunakan bak cuci. Sebuah pompa kaki mengeluarkan air bersih melalui keran. Air buangan berfungsi ganda membuang urine. Air dan urine masuk ke tangki kedap udara.

Tanpa bercampur udara, urine tidak dapat menghasilkan amoniak yang bau. Cairan terdorong masuk ke biofilter seukuran palet yang ringan, berisi bambu, serpihan kayu, jerami, batu, dan styrofoam. Bambu berfungsi sebagai penyerap air dan kandungan urine, termasuk nitrogen dan fosfor. Bakteri kemudian mengurai protein dan karbohidrat sehingga hanya menyisakan garam.

Teknologi PPlanter dirancang dan dibangun oleh Hyphae Design Laboratory of Oakland, California. Toilet tersebut dibuat untuk mengurangi kotoran manusia secara umum. Menurut Brent Bucknum, pendiri laboratorium Oakland, penciptaan PPlanter merupakan upaya untuk mengembangkan sistem sanitasi ekologis. Ia menambahkan, membuang air di PPlanter merupakan cara menyenangkan, bersih, fungsional, dan keren.

Tahun lalu, PPlanter diuji coba di San Francisco. Eksperimen itu cukup berhasil, mampu melayani sekitar 300 orang dalam 8 jam. Pemerintah kota bahkan memesan toilet bambu itu. Bucknum juga berencana menyewakan PPlanter dalam acara-acara festival.

Meski selaras dengan semangat kepedulian ekologis, PPlanter dinilai tidak mengindahkan privasi penggunanya. Pasalnya oilet bambu tersebut tidak memiliki atap ataupun partisi sebagai penutup. Jika menggunakannya, bagian kepala dan kaki akan terlihat. Hal itu memungkinkan orang-orang yang sedang lewat bisa melirik pengguna toilet.

PPlanter bisa bertahan selama 10 sampai 15 tahun jika dirawat dengan baik. Toilet bambu itu juga dinilai berbiaya murah serta pemeliharaan yang mudah. Para pencipta PPlanter berharap produknya bisa diaplikasikan di negara-negara yang minim infrastruktur saluran pembuangan air dan area-area dengan kepadatan penduduk tinggi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kesalahan-Kesalahan yang Biasa Kita Lakukan Ketika Membersihkan Muka
4 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk menjaga kesehatan kulit, terutama kulit pada wajah, kegiatan membersihkan muka menjadi salah satu hal yang sangat penting, terutama bagi ...
Sumber Waras
25 Juli 2017, by Gatot Swandito
Soal Ahok, KPK Jilid IV yang dipimpin Agus Rahardjo ini memang bikin gemes. Ini bisa dilihat dari kasus suap raperda reklamasi yang menyeret sejumlah kolega, ...
Bolehkah Wanita Mengumandangkan Adzan dan Iqomat?
8 Februari 2018, by Zeal
Tampang.com - Dalam ajaran Islam, adzan merupakan panggilan kepada semua umat islam untuk segera melaksanakan Shalat, juga sekaligus memberitahukan bahwa saat ...
5 Tempat Aneh yang Melawan Hukum Alam
2 September 2017, by Fitra Tunnisa
Kebanyakan orang berpikir bahwa tempat-tempat ini adalah tempat yang terpisah dari bumi karena seakan-akan melawan hukum alam. Namun sebenarnya tempat-tempat ...
pastor
27 Mei 2017, by Tonton Taufik
Kita tahu cerita ini mungkin terdengar gila, tapi sayangnya, memang benar. Pendeta Njohi, seorang Pendeta di Gereja "Lord’s Propeller ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes