Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

17 Juli 2018 | Dibaca : 489x | Penulis : Maman Soleman

Bila Anda belum pernah pergi ke Amerika Serikat, hati-hati bila hendak membuang hajat karena di negara adi daya itu toilet umum sangat sulit ditemukan. Namun, jangan khawatir karena sebuah terobosan baru bernama PPlanter menginisiasi toilet umum dengan sentuhan ekologis. Toilet itu menggunakan teknologi biofilter untuk menyerap urine. Tumbuhan bambu hidup ditanam di toilet.

Proses penyerapan dimulai ketika pengguna mencuci tangannya menggunakan bak cuci. Sebuah pompa kaki mengeluarkan air bersih melalui keran. Air buangan berfungsi ganda membuang urine. Air dan urine masuk ke tangki kedap udara.

Tanpa bercampur udara, urine tidak dapat menghasilkan amoniak yang bau. Cairan terdorong masuk ke biofilter seukuran palet yang ringan, berisi bambu, serpihan kayu, jerami, batu, dan styrofoam. Bambu berfungsi sebagai penyerap air dan kandungan urine, termasuk nitrogen dan fosfor. Bakteri kemudian mengurai protein dan karbohidrat sehingga hanya menyisakan garam.

Teknologi PPlanter dirancang dan dibangun oleh Hyphae Design Laboratory of Oakland, California. Toilet tersebut dibuat untuk mengurangi kotoran manusia secara umum. Menurut Brent Bucknum, pendiri laboratorium Oakland, penciptaan PPlanter merupakan upaya untuk mengembangkan sistem sanitasi ekologis. Ia menambahkan, membuang air di PPlanter merupakan cara menyenangkan, bersih, fungsional, dan keren.

Tahun lalu, PPlanter diuji coba di San Francisco. Eksperimen itu cukup berhasil, mampu melayani sekitar 300 orang dalam 8 jam. Pemerintah kota bahkan memesan toilet bambu itu. Bucknum juga berencana menyewakan PPlanter dalam acara-acara festival.

Meski selaras dengan semangat kepedulian ekologis, PPlanter dinilai tidak mengindahkan privasi penggunanya. Pasalnya oilet bambu tersebut tidak memiliki atap ataupun partisi sebagai penutup. Jika menggunakannya, bagian kepala dan kaki akan terlihat. Hal itu memungkinkan orang-orang yang sedang lewat bisa melirik pengguna toilet.

PPlanter bisa bertahan selama 10 sampai 15 tahun jika dirawat dengan baik. Toilet bambu itu juga dinilai berbiaya murah serta pemeliharaan yang mudah. Para pencipta PPlanter berharap produknya bisa diaplikasikan di negara-negara yang minim infrastruktur saluran pembuangan air dan area-area dengan kepadatan penduduk tinggi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 Pemerintah Antisipasi Kenaikan Konsumsi BBM Jelang Mudik Lebaran
22 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Seperti biasanya menjelang bulan puasa, terlebih saat mudik lebaran konsumsi BBM pasti akan mengalami peningkatan. Jumlah pemudik yang membawa ...
Diet Tinggi Protein Bantu Tidur Lebih Nyenyak
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Orang dewasa kelebihan berat badan dan obesitas yang kehilangan berat badan dengan diet protein tinggi cenderung tidur lebih nyenyak, menurut penelitian baru ...
Vazquez Berharap Dapat Membantu Real Madrid Meraih Prestasi di Musim 2018/2019
30 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Winger Real Madrid Lucas Vazquez mengaku dirinya tidak sabar menunggu kompetisi pada musim baru 2018/2019. Vazquez berharap dirinya dapat ...
Jelang Lebaran, PLN Gelar Promo Gemerlap Lebaran 2018
19 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, PT PLN (Persero) kembali mengadakan Promo Gemerlap Lebaran 2018. Kepala ...
Muzdalifah tidak Kapok Berpacaran dengan Brondong Cerai dari Nassar
29 November 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Janda kaya pengusaha dengan anak lima, Muzdalifah yang bercerai dengan artis dangdut Nassar rupanya tidak kapok atau jera berhubungan dengan pria ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview