Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

17 Juli 2018 | Dibaca : 366x | Penulis : Maman Soleman

Bila Anda belum pernah pergi ke Amerika Serikat, hati-hati bila hendak membuang hajat karena di negara adi daya itu toilet umum sangat sulit ditemukan. Namun, jangan khawatir karena sebuah terobosan baru bernama PPlanter menginisiasi toilet umum dengan sentuhan ekologis. Toilet itu menggunakan teknologi biofilter untuk menyerap urine. Tumbuhan bambu hidup ditanam di toilet.

Proses penyerapan dimulai ketika pengguna mencuci tangannya menggunakan bak cuci. Sebuah pompa kaki mengeluarkan air bersih melalui keran. Air buangan berfungsi ganda membuang urine. Air dan urine masuk ke tangki kedap udara.

Tanpa bercampur udara, urine tidak dapat menghasilkan amoniak yang bau. Cairan terdorong masuk ke biofilter seukuran palet yang ringan, berisi bambu, serpihan kayu, jerami, batu, dan styrofoam. Bambu berfungsi sebagai penyerap air dan kandungan urine, termasuk nitrogen dan fosfor. Bakteri kemudian mengurai protein dan karbohidrat sehingga hanya menyisakan garam.

Teknologi PPlanter dirancang dan dibangun oleh Hyphae Design Laboratory of Oakland, California. Toilet tersebut dibuat untuk mengurangi kotoran manusia secara umum. Menurut Brent Bucknum, pendiri laboratorium Oakland, penciptaan PPlanter merupakan upaya untuk mengembangkan sistem sanitasi ekologis. Ia menambahkan, membuang air di PPlanter merupakan cara menyenangkan, bersih, fungsional, dan keren.

Tahun lalu, PPlanter diuji coba di San Francisco. Eksperimen itu cukup berhasil, mampu melayani sekitar 300 orang dalam 8 jam. Pemerintah kota bahkan memesan toilet bambu itu. Bucknum juga berencana menyewakan PPlanter dalam acara-acara festival.

Meski selaras dengan semangat kepedulian ekologis, PPlanter dinilai tidak mengindahkan privasi penggunanya. Pasalnya oilet bambu tersebut tidak memiliki atap ataupun partisi sebagai penutup. Jika menggunakannya, bagian kepala dan kaki akan terlihat. Hal itu memungkinkan orang-orang yang sedang lewat bisa melirik pengguna toilet.

PPlanter bisa bertahan selama 10 sampai 15 tahun jika dirawat dengan baik. Toilet bambu itu juga dinilai berbiaya murah serta pemeliharaan yang mudah. Para pencipta PPlanter berharap produknya bisa diaplikasikan di negara-negara yang minim infrastruktur saluran pembuangan air dan area-area dengan kepadatan penduduk tinggi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

PLN Disjabar Resmikan Jaringan Listrik 233 Dusun
3 November 2017, by Admin
Tampang.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bersama PT PLN Distribusi Jabar (Disjabar) terus berupaya meningkatkan elektrifikasi dengan ...
kartu atm
17 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Di Tiongkok, sejumlah bank disana kini telah meluncurkan mesin ATM dengan teknologi pengenalan wajah. Dengan teknologi ini, proses pengambilan ...
Pencabutan subsidi bukan keputusan PLN
24 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Sudah beberapa bulan ini masyarakt Indonesia mengeluh bahwa biaya listrik naik hampir 2x lipatnya. Semua dirasakan bagi mereka yang berada pada ...
Harry Gross Bangun Hotel Paling Tinggi di Amerika Tanpa Niat
11 Mei 2018, by Maman Soleman
Pengusaha properti Harry Gross tidak pernah berniat membangun hotel dengan predikat paling tinggi atau paling besar. Gross cuma meminta firma arsitek yang dia ...
Benarkah Gatot Nurmantyo Dirugikan Jadwal Pilpres 2019
7 Maret 2018, by Gatot Swandito
Katanya, jadwal Pilpres 2019 merugikan Gatot Nurmantyo dan juga tokoh-tokoh alternatif lainnya, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono. Sebaliknya Joko Widodo dan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab