Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
login Register
Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

17 Juli 2018 | Dibaca : 152x | Penulis : Maman Soleman

Bila Anda belum pernah pergi ke Amerika Serikat, hati-hati bila hendak membuang hajat karena di negara adi daya itu toilet umum sangat sulit ditemukan. Namun, jangan khawatir karena sebuah terobosan baru bernama PPlanter menginisiasi toilet umum dengan sentuhan ekologis. Toilet itu menggunakan teknologi biofilter untuk menyerap urine. Tumbuhan bambu hidup ditanam di toilet.

Proses penyerapan dimulai ketika pengguna mencuci tangannya menggunakan bak cuci. Sebuah pompa kaki mengeluarkan air bersih melalui keran. Air buangan berfungsi ganda membuang urine. Air dan urine masuk ke tangki kedap udara.

Tanpa bercampur udara, urine tidak dapat menghasilkan amoniak yang bau. Cairan terdorong masuk ke biofilter seukuran palet yang ringan, berisi bambu, serpihan kayu, jerami, batu, dan styrofoam. Bambu berfungsi sebagai penyerap air dan kandungan urine, termasuk nitrogen dan fosfor. Bakteri kemudian mengurai protein dan karbohidrat sehingga hanya menyisakan garam.

Teknologi PPlanter dirancang dan dibangun oleh Hyphae Design Laboratory of Oakland, California. Toilet tersebut dibuat untuk mengurangi kotoran manusia secara umum. Menurut Brent Bucknum, pendiri laboratorium Oakland, penciptaan PPlanter merupakan upaya untuk mengembangkan sistem sanitasi ekologis. Ia menambahkan, membuang air di PPlanter merupakan cara menyenangkan, bersih, fungsional, dan keren.

Tahun lalu, PPlanter diuji coba di San Francisco. Eksperimen itu cukup berhasil, mampu melayani sekitar 300 orang dalam 8 jam. Pemerintah kota bahkan memesan toilet bambu itu. Bucknum juga berencana menyewakan PPlanter dalam acara-acara festival.

Meski selaras dengan semangat kepedulian ekologis, PPlanter dinilai tidak mengindahkan privasi penggunanya. Pasalnya oilet bambu tersebut tidak memiliki atap ataupun partisi sebagai penutup. Jika menggunakannya, bagian kepala dan kaki akan terlihat. Hal itu memungkinkan orang-orang yang sedang lewat bisa melirik pengguna toilet.

PPlanter bisa bertahan selama 10 sampai 15 tahun jika dirawat dengan baik. Toilet bambu itu juga dinilai berbiaya murah serta pemeliharaan yang mudah. Para pencipta PPlanter berharap produknya bisa diaplikasikan di negara-negara yang minim infrastruktur saluran pembuangan air dan area-area dengan kepadatan penduduk tinggi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Intel Korsel Laporkan Korut Punya Rudal Antarbenua
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Intelijen Korea Selatan melaporkan adanya kemungkinan bahwa tahun ini, Korea Utara (Korut) memiliki rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu menjangkau ...
Perusahaan Startup Ini Membuat Kacamata yang Disesuaikan dengan Wajah Si Pembeli
26 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kacamata, kini menjadi salah satu perangkat yang digarap oleh perusahaan teknologi, contoh sebelumnya terdapat Google Glass. Ada juga kacamata ...
Dinosaurus Tidak Bisa Menjulurkan Lidah Mereka
22 Juni 2018, by Slesta
Meskipun ada animasi dan ilustrasi yang menunjukkan sebaliknya, dinosaurus tidak bisa menjulurkan lidah mereka. Penelitian baru menunjukkan bahwa lidah ...
Pesona Pantai Sayang Heulang Pameungpeuk Garut
1 Januari 2018, by Dika Mustika
Liburan akhir tahun memang sudah mulai akan berakhir (bagi para karyawan). Namun, bagi sebagian anak sekolah ada yang masih memiliki waktu untuk berlibur, juga ...
Panel: Pemeriksaan Kanker Ovarium Tidak Efektif, Tidak Dianjurkan
15 Februari 2018, by Slesta
Skrining untuk kanker ovarium tidak direkomendasikan untuk wanita yang tidak memiliki tanda atau gejala penyakit, pedoman yang baru dirilis dari Satuan Tugas ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis