Tutup Iklan
TokoBatik
  
login Register
Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

Pplanter, Toilet Bambu dengan Sentuhan Teknologi Modern dan Ekologis

17 Juli 2018 | Dibaca : 40x | Penulis : Maman Soleman

Bila Anda belum pernah pergi ke Amerika Serikat, hati-hati bila hendak membuang hajat karena di negara adi daya itu toilet umum sangat sulit ditemukan. Namun, jangan khawatir karena sebuah terobosan baru bernama PPlanter menginisiasi toilet umum dengan sentuhan ekologis. Toilet itu menggunakan teknologi biofilter untuk menyerap urine. Tumbuhan bambu hidup ditanam di toilet.

Proses penyerapan dimulai ketika pengguna mencuci tangannya menggunakan bak cuci. Sebuah pompa kaki mengeluarkan air bersih melalui keran. Air buangan berfungsi ganda membuang urine. Air dan urine masuk ke tangki kedap udara.

Tanpa bercampur udara, urine tidak dapat menghasilkan amoniak yang bau. Cairan terdorong masuk ke biofilter seukuran palet yang ringan, berisi bambu, serpihan kayu, jerami, batu, dan styrofoam. Bambu berfungsi sebagai penyerap air dan kandungan urine, termasuk nitrogen dan fosfor. Bakteri kemudian mengurai protein dan karbohidrat sehingga hanya menyisakan garam.

Teknologi PPlanter dirancang dan dibangun oleh Hyphae Design Laboratory of Oakland, California. Toilet tersebut dibuat untuk mengurangi kotoran manusia secara umum. Menurut Brent Bucknum, pendiri laboratorium Oakland, penciptaan PPlanter merupakan upaya untuk mengembangkan sistem sanitasi ekologis. Ia menambahkan, membuang air di PPlanter merupakan cara menyenangkan, bersih, fungsional, dan keren.

Tahun lalu, PPlanter diuji coba di San Francisco. Eksperimen itu cukup berhasil, mampu melayani sekitar 300 orang dalam 8 jam. Pemerintah kota bahkan memesan toilet bambu itu. Bucknum juga berencana menyewakan PPlanter dalam acara-acara festival.

Meski selaras dengan semangat kepedulian ekologis, PPlanter dinilai tidak mengindahkan privasi penggunanya. Pasalnya oilet bambu tersebut tidak memiliki atap ataupun partisi sebagai penutup. Jika menggunakannya, bagian kepala dan kaki akan terlihat. Hal itu memungkinkan orang-orang yang sedang lewat bisa melirik pengguna toilet.

PPlanter bisa bertahan selama 10 sampai 15 tahun jika dirawat dengan baik. Toilet bambu itu juga dinilai berbiaya murah serta pemeliharaan yang mudah. Para pencipta PPlanter berharap produknya bisa diaplikasikan di negara-negara yang minim infrastruktur saluran pembuangan air dan area-area dengan kepadatan penduduk tinggi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cara Mengatasi Keputihan yang Kental, Cokelat, Berbau, dan Gatal
17 Januari 2018, by Maman Soleman
Ada berbagai macam keputihan, yang normal dan tidak normal. Jika lendirnya tidak berbau dan tidak gatal, berarti normal karena wanita secara normal memiliki ...
penemu sepeda
21 April 2018, by oteli w
Siapa Penemu Sepeda?   Beberapa waktu terakhir, Bapak Presiden Jokowi sering memberikan sebuah sepeda sebagai hadiah bagi mereka yang dapat menjawab ...
PAN dan Gerindra akan Bikin Kejutan di Pilgub Jabar 2018
22 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Edi Soeparno beberapa waktu lalu pernah menyatakan bahwa partainya ada kemungkinan membentuk poros baru ...
Marc Marquez Berhasil Menjadi Juara Pertama pada MotoGP Aragon 2017
24 September 2017, by Rachmiamy
Seri 14 MotoGP 2017 yang berlangsung di Aragon Spanyol berhasil dikuasai tiga pembalap tuan rumah. Pembalap dari tim Repsol Honda Marc Marquez berhasil menaiki ...
Tahukah Kamu, Kenapa Awan Dapat Melayang dan Tidak Jatuh dari Langit?
25 Agustus 2017, by Noor Azizah
Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa awan bisa bergerak melayang-layang di udara dan tidak jatuh ke permukaan bumi? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite