Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Polisi: Saksi Ahli Sebut Kata "Ndeso" Tak Penuhi Unsur Pidana

Polisi: Saksi Ahli Sebut Kata "Ndeso" Tak Penuhi Unsur Pidana

7 Juli 2017 | Dibaca : 503x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Mengenai pelaporan Kaesang dengan kasus dugaan ujaran kebencian dan penodaan agama, polisi telah memeriksa saksi ahli.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, sudah ada tiga saksi ahli yang dimintai keterangan. Hasilnya, para saksi ahli tersebut menilai perkataan Kaesang tak memenuhi unsur pidana.

"Kami kan sudah meriksa saksi ahli, dan tak termasuk unsur (pidana) ya," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (6/7/2017).

Argo menambahkan, ketiga saksi ahli tersebut meliputi ahli bahasa dan ahli IT. Mereka menilai kata "ndeso" yang diungkapkan Kaesang tidak memenuhi unsur ujaran kebencian.

"Kan memang tidak ada bagaimana. Dari keterangan ahli bahasa itu tak ada (unsur pidana)," kata Argo.

Baca Juga: Putra Bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Dilaporkan Ke Polisi

Mengutip dari Tempo pada Kamis, 6 Juli 2017, Arie Sudjito, sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) pernah mengutarakan pendapatnya mengenai kata "ndeso" tersebut.

“Istilah 'ndeso' itu konotasinya guyonan. Bukan sinis atau ada tendensi menghina pihak yang disebut 'ndeso',” ucapnya.

Arie, yang lama mempelajari sosiologi pedesaan, menjelaskan bahwa penyebutan “ndeso” merupakan bahasa kultural yang biasa digunakan berbagai komunitas, baik di perkotaan maupun pedesaan. Penafsiran secara umum, istilah “ndeso” itu bahasa populer untuk menunjukkan sesuatu yang terbelakang, unik, dan jauh dari kemajuan.

"Orang desa pun tersenyum, bahkan ngguyu (tertawa) kalau dibilang ndeso,” kata Arie.

MH melaporkan Kaesang melakukan ujaran kebencian melalui vlog (video blog) berjudul #BapakMintaProyek yang diunggah ke akun YouTube Kaesang. MH mengaku membuat laporan tersebut sebagai bentuk kepedulian.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Meluruskan Mitos Menyesatkan Seputar Bedah Caesar
8 Desember 2017, by Maman Soleman
Di negara berkembang termasuk Indonesia, orang-orang berduit dan para selebriti dengan mudah termakan oleh mitos-mitos yang tak pernah terbukti secara ilmiah. ...
manny pacquino
28 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk mematangkan persiapan melawan Sang "Pacman" Manny Pacquiao di Brisbane, Australia, Minggu (2/7/2017), petinju Australia, Jeff ...
Djarot Menilai Isu Putra Daerah di Pilkada Sumut Sudah tak Berlaku
13 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pertarungan sengit di Pilgub Sumatera Utara memang patut dilirik oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya ketiga paslon awal sebelum penetapan calon Gubernur dan ...
Hati-Hati Pelecehan Emosional yang Sering Tidak di Sadari Saat Menjalin Hubungan
6 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Memiliki pasangan merupakan suatu kebanggaan tersendiri terlebih jika pasangan kita merupakan orang yang baik dan sesuai dengan kriteria yang ...
Seorang Siswa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang-Madura Menganiaya Seorang Guru Hingga Tewas
2 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seorang guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun menjadi korban penganiayaan hingga tewas oleh seorang muridnya. Guru yang menjadi korban penganiyaan tersebut ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab