Tutup Iklan
hijab
  
login Register
mengamati anak

Permainan Sederhana Latih Keterampilan Mengamati Anak

19 September 2017 | Dibaca : 921x | Penulis : Dika Mustika

Saya pernah mengajukan pertanyaan yang sama kepada 3 orang anak. Pertanyaan saya adalah apa saja yang kamu jumpai ketika kamu pergi ke sekolah. Jawabannya ternyata bervariasi. Anak pertama mengatakan bahwa ia melihat mobil, motor, orang yang naik sepeda. Anak ke-2 menyebutkan bahwa ia melihat mobil dengan ban besar di belakang badannya, motor yang tidak memiliki plat nomor, dan sekumpulan orang yang bersepeda mengenakan kaos yang sama. Anak ke-3 menyebutkan bahwa ia melihat banyak kendaraan, pepohonan, dan awan di langit.  

Variasi jawaban tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai hal. Nah, salah satunya adalah dipengaruhi oleh keterampilan mengamati atau observing skill. Observing skill ini adalah kemampuan seseorang dalam ‘meng-capture’ sebuah momen melalui inderanya atau bahasa ilmiahnya adalah observing skill.

Keterampilan mengamati adalah salah satu keterampilan yang dapat menjadi ‘bekal’ seorang anak untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Bagaimana dia memproses sesuatu dalam pikirannya (thinking skill) dipengaruhi juga berapa banyak materi yang ia peroleh dari observing skill-nya. Dapat juga kita analogikan, bagaimana kita bisa menghasilkan jus dalam jumlah cukup dan lezat, jika bahan buahnya hanya sedikit. Nah, proses menghasilkan buah ini lah proses yang dilakukan dalam kegiatan mengamati.

Nah, ternyata untuk mengembangkan keterampilan mengamati pada anak bisa dilakukan dalam kegiatan keseharian, tak perlu ada waktu khusus dan menyiapkan perlengkapan khusus. Caranya cukup sederhana, setiap hari ketika ayah-bunda mengantarkan anak pergi ke sekolah. Cukup dengan melakukan permainan sederhana selama di perjalanan. Permainan ini pun tak perlu menyediakan media apa-apa, karena alam lah yang menyediakannya. Namanya adalah permainan selamat pagi. Ketika ayah bunda melihat apapun di sepanjang jalan, cukup dengan berkata ‘selamat pagi’ pada setiap orang atau benda. Misal: “Selamat pagi Pak Angkot hijau berpolet cokelat, Selamat pagi Bu tanaman bunga berduri tajam, Selamat pagi pak tiang listrik berbadan tinggi, dll.”  Cobalah lakukan permainan ini dengan berbagai variasinya, misal: awalnya dilakukan bersama-sama, lalu kemudian justru dapat dijadikan kompetisi antara ayah-bunda dan ananda. Yuk, selamat mencoba!  

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Salah Satu Penyebab Kematian Utama Adalah Pola Makan yang Buruk
17 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pola makan teratur ternyata bukan merupakan sebuah kebiasaan, namun merupakan keharusan.   Jika kamu memiliki kebiasaan pola makan ...
Ini 7 Langkah Membangun Personal Brand untuk Mendukung Bisnis Anda!
27 Juni 2017, by Zeal
Personal Brand adalah kumpulan karakteristik dan sifat yang merupakan identitas unik serta menghasilkan popularitas. Seseorang dengan personal brand yang kuat ...
Makanan Bertabur Emas Hadir Kembali, Kini Pada Es Krim di Jepang
29 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Belakangan ini, unsur emas sering dimasukkan dalam beberapa jenis makanan, terutama pada makanan dessert alias pencuci mulut yang memiliki rasa ...
Cegah Kanker Menyerang dengan Konsumsi Makanan-Makanan Jenis Ini
4 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Mendengar penyakit kanker, tentunya kita mengharapkan bahwa kita tak terserang penyakit ini. Seperti diketahui, kanker hingga saat ini masih ...
Tidak Hanya Bawang Putih, 9 Bahan Alami Ini Mampu Membuat ASI Berlimpah
9 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Seorang wanita yang telah menjadi seorang Ibu akan mengalami suatu pengalaman dimana ia akan memiliki kebiasaan baru pada saat memiliki ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab