Tutup Iklan
powerman
  
login Register
mengamati anak

Permainan Sederhana Latih Keterampilan Mengamati Anak

19 September 2017 | Dibaca : 81x | Penulis : Dika Mustika

Saya pernah mengajukan pertanyaan yang sama kepada 3 orang anak. Pertanyaan saya adalah apa saja yang kamu jumpai ketika kamu pergi ke sekolah. Jawabannya ternyata bervariasi. Anak pertama mengatakan bahwa ia melihat mobil, motor, orang yang naik sepeda. Anak ke-2 menyebutkan bahwa ia melihat mobil dengan ban besar di belakang badannya, motor yang tidak memiliki plat nomor, dan sekumpulan orang yang bersepeda mengenakan kaos yang sama. Anak ke-3 menyebutkan bahwa ia melihat banyak kendaraan, pepohonan, dan awan di langit.  

Variasi jawaban tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai hal. Nah, salah satunya adalah dipengaruhi oleh keterampilan mengamati atau observing skill. Observing skill ini adalah kemampuan seseorang dalam ‘meng-capture’ sebuah momen melalui inderanya atau bahasa ilmiahnya adalah observing skill.

Keterampilan mengamati adalah salah satu keterampilan yang dapat menjadi ‘bekal’ seorang anak untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Bagaimana dia memproses sesuatu dalam pikirannya (thinking skill) dipengaruhi juga berapa banyak materi yang ia peroleh dari observing skill-nya. Dapat juga kita analogikan, bagaimana kita bisa menghasilkan jus dalam jumlah cukup dan lezat, jika bahan buahnya hanya sedikit. Nah, proses menghasilkan buah ini lah proses yang dilakukan dalam kegiatan mengamati.

Nah, ternyata untuk mengembangkan keterampilan mengamati pada anak bisa dilakukan dalam kegiatan keseharian, tak perlu ada waktu khusus dan menyiapkan perlengkapan khusus. Caranya cukup sederhana, setiap hari ketika ayah-bunda mengantarkan anak pergi ke sekolah. Cukup dengan melakukan permainan sederhana selama di perjalanan. Permainan ini pun tak perlu menyediakan media apa-apa, karena alam lah yang menyediakannya. Namanya adalah permainan selamat pagi. Ketika ayah bunda melihat apapun di sepanjang jalan, cukup dengan berkata ‘selamat pagi’ pada setiap orang atau benda. Misal: “Selamat pagi Pak Angkot hijau berpolet cokelat, Selamat pagi Bu tanaman bunga berduri tajam, Selamat pagi pak tiang listrik berbadan tinggi, dll.”  Cobalah lakukan permainan ini dengan berbagai variasinya, misal: awalnya dilakukan bersama-sama, lalu kemudian justru dapat dijadikan kompetisi antara ayah-bunda dan ananda. Yuk, selamat mencoba!  

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

pemuda
6 Juli 2017, by Rachmiamy
Cinta memang buta, tidak bisa dilihat oleh mata, tapi ini tentang rasa. Mungkin kalimat tersebut sangat pas untuk Selamat Riyadi pemuda asal Desa Karang Endah ...
setya novanto korupsi
17 Juli 2017, by Zeal
Hari ini, Senin (17/7) KPK mengumumkan tersangka baru dalam kasus korupsi e-KTP. Tidak tanggung-tanggung, KPK menetapkan Ketua DPR RI 2014-2019 yang juga ...
Membatasi Asupan Kalori Dapat Meningkatkan Umur
17 September 2017, by Rio Nur Arifin
Penelitian baru membawa kita lebih dekat untuk memahami mengapa hal itu terjadi. Peneliti dari Lewis Katz School of Medicine (LKSOM) di Temple University di ...
Dijual! Rumah Bekas Orangtua Harry Potter, Tertarik?
17 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Terdapat bangunan unik di Suffolk, Inggris. Dengan melihat desain rumah tersebut, jelaslah rumah tersebut sudah ada sejak lama. Tidak hanya ...
Lima Teroris Tewas dalam Baku Tembak di Spanyol
19 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Tampang.com, Internasional - Lima orang tersangka teroris tewas dalam baku tembak dengan polisi di wilayah Catalonia, Spanyol, Jumat dini hari waktu setampat, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman