Tutup Iklan
powerman
  
login Register
mengamati anak

Permainan Sederhana Latih Keterampilan Mengamati Anak

19 September 2017 | Dibaca : 378x | Penulis : Dika Mustika

Saya pernah mengajukan pertanyaan yang sama kepada 3 orang anak. Pertanyaan saya adalah apa saja yang kamu jumpai ketika kamu pergi ke sekolah. Jawabannya ternyata bervariasi. Anak pertama mengatakan bahwa ia melihat mobil, motor, orang yang naik sepeda. Anak ke-2 menyebutkan bahwa ia melihat mobil dengan ban besar di belakang badannya, motor yang tidak memiliki plat nomor, dan sekumpulan orang yang bersepeda mengenakan kaos yang sama. Anak ke-3 menyebutkan bahwa ia melihat banyak kendaraan, pepohonan, dan awan di langit.  

Variasi jawaban tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai hal. Nah, salah satunya adalah dipengaruhi oleh keterampilan mengamati atau observing skill. Observing skill ini adalah kemampuan seseorang dalam ‘meng-capture’ sebuah momen melalui inderanya atau bahasa ilmiahnya adalah observing skill.

Keterampilan mengamati adalah salah satu keterampilan yang dapat menjadi ‘bekal’ seorang anak untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Bagaimana dia memproses sesuatu dalam pikirannya (thinking skill) dipengaruhi juga berapa banyak materi yang ia peroleh dari observing skill-nya. Dapat juga kita analogikan, bagaimana kita bisa menghasilkan jus dalam jumlah cukup dan lezat, jika bahan buahnya hanya sedikit. Nah, proses menghasilkan buah ini lah proses yang dilakukan dalam kegiatan mengamati.

Nah, ternyata untuk mengembangkan keterampilan mengamati pada anak bisa dilakukan dalam kegiatan keseharian, tak perlu ada waktu khusus dan menyiapkan perlengkapan khusus. Caranya cukup sederhana, setiap hari ketika ayah-bunda mengantarkan anak pergi ke sekolah. Cukup dengan melakukan permainan sederhana selama di perjalanan. Permainan ini pun tak perlu menyediakan media apa-apa, karena alam lah yang menyediakannya. Namanya adalah permainan selamat pagi. Ketika ayah bunda melihat apapun di sepanjang jalan, cukup dengan berkata ‘selamat pagi’ pada setiap orang atau benda. Misal: “Selamat pagi Pak Angkot hijau berpolet cokelat, Selamat pagi Bu tanaman bunga berduri tajam, Selamat pagi pak tiang listrik berbadan tinggi, dll.”  Cobalah lakukan permainan ini dengan berbagai variasinya, misal: awalnya dilakukan bersama-sama, lalu kemudian justru dapat dijadikan kompetisi antara ayah-bunda dan ananda. Yuk, selamat mencoba!  

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Meski Daun Afrika Belum Dikenal Luas,  Namun Ampuh Menurunkan Kadar Gula Darah
28 Januari 2018, by Maman Soleman
Belum begitu banyak orang yang mengenal daun afrika, sedangkan manfaatnya amat dahsyat, yaikni mengurangi kadar gula darah yang tinggi pada penderita kencing ...
'Umpan balik' Gas Rumah Kaca Baru Ditemukan di Danau
7 Mei 2018, by Slesta
Penelitian baru menunjukkan badan air tawar kemungkinan akan melepaskan lebih banyak metana di atmosfer karena susunan vegetasi sekitarnya berubah. Menurut ...
Ikan Hiu di Indonesia Terancam Punah
13 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Punahnya hiu bakal jadi ancaman bagi ekosistem laut, sebagai hewan predator, hiu memiliki peran penting untuk menjaga siklus ekosistem laut. Satwa ...
Objek Unik Terlihat di Tata Surya Kita
23 September 2017, by Rindang Riyanti
Dengan bantuan Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA / ESA, sekelompok astronom yang dipimpin oleh Jerman telah mengamati karakteristik dari jenis objek menarik ...
Proyek LRT Jakarta Dilirik Investor, BUMN Korsel Gelontorkan Rp 6,7 T
10 November 2017, by Rindang Riyanti
  Pembangunan infrastruktur di Indonesia semakin dilirik investor. Hal ini ditunjukan oleh pembangunan infrastruktur kereta ringan light rail train ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview