Tutup Iklan
hijab
  
login Register
mengamati anak

Permainan Sederhana Latih Keterampilan Mengamati Anak

19 September 2017 | Dibaca : 239x | Penulis : Dika Mustika

Saya pernah mengajukan pertanyaan yang sama kepada 3 orang anak. Pertanyaan saya adalah apa saja yang kamu jumpai ketika kamu pergi ke sekolah. Jawabannya ternyata bervariasi. Anak pertama mengatakan bahwa ia melihat mobil, motor, orang yang naik sepeda. Anak ke-2 menyebutkan bahwa ia melihat mobil dengan ban besar di belakang badannya, motor yang tidak memiliki plat nomor, dan sekumpulan orang yang bersepeda mengenakan kaos yang sama. Anak ke-3 menyebutkan bahwa ia melihat banyak kendaraan, pepohonan, dan awan di langit.  

Variasi jawaban tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai hal. Nah, salah satunya adalah dipengaruhi oleh keterampilan mengamati atau observing skill. Observing skill ini adalah kemampuan seseorang dalam ‘meng-capture’ sebuah momen melalui inderanya atau bahasa ilmiahnya adalah observing skill.

Keterampilan mengamati adalah salah satu keterampilan yang dapat menjadi ‘bekal’ seorang anak untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Bagaimana dia memproses sesuatu dalam pikirannya (thinking skill) dipengaruhi juga berapa banyak materi yang ia peroleh dari observing skill-nya. Dapat juga kita analogikan, bagaimana kita bisa menghasilkan jus dalam jumlah cukup dan lezat, jika bahan buahnya hanya sedikit. Nah, proses menghasilkan buah ini lah proses yang dilakukan dalam kegiatan mengamati.

Nah, ternyata untuk mengembangkan keterampilan mengamati pada anak bisa dilakukan dalam kegiatan keseharian, tak perlu ada waktu khusus dan menyiapkan perlengkapan khusus. Caranya cukup sederhana, setiap hari ketika ayah-bunda mengantarkan anak pergi ke sekolah. Cukup dengan melakukan permainan sederhana selama di perjalanan. Permainan ini pun tak perlu menyediakan media apa-apa, karena alam lah yang menyediakannya. Namanya adalah permainan selamat pagi. Ketika ayah bunda melihat apapun di sepanjang jalan, cukup dengan berkata ‘selamat pagi’ pada setiap orang atau benda. Misal: “Selamat pagi Pak Angkot hijau berpolet cokelat, Selamat pagi Bu tanaman bunga berduri tajam, Selamat pagi pak tiang listrik berbadan tinggi, dll.”  Cobalah lakukan permainan ini dengan berbagai variasinya, misal: awalnya dilakukan bersama-sama, lalu kemudian justru dapat dijadikan kompetisi antara ayah-bunda dan ananda. Yuk, selamat mencoba!  

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kini, Bencana Longsor Mampu Diprediksi Oleh Satelit
7 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Longsor memang bencana alam yang sulit untuk diprediksi. Setiap kejadian longsor mengakibatkan kerusakan bahkan kematian. Indonesia sendiri ...
Manfaat Susu Kambing untuk Kesehatan Tubuh
2 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Sebagian besar orang lebih memilih untuk mengonsumsi susu sapi karena mudah di dapat dan tersedia di pasaran. Padahal ada pilihan susu lain yang ...
 A.S Latihan Perang Bareng  Korea Selatan
19 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com, Internasional - Aset strategis militer A.S., termasuk kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir, mungkin tidak akan dikirim saat latihan ...
pendidikan indonesia
16 Mei 2017, by Fikri Faturrahman
Sudah tak asing lagi di telinga kita bahwa berbicara mengenai pendidikan itu identik dengan sekolah, guru, dan siswanya. Banyak orang memiliki paradigma bahwa ...
OTT Lagi, KPK Tangkap Wali Kota Batu
18 September 2017, by Rindang Riyanti
Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi itu, KPK menyita uang yang diduga fee ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview