Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
mengamati anak

Permainan Sederhana Latih Keterampilan Mengamati Anak

19 September 2017 | Dibaca : 165x | Penulis : Dika Mustika

Saya pernah mengajukan pertanyaan yang sama kepada 3 orang anak. Pertanyaan saya adalah apa saja yang kamu jumpai ketika kamu pergi ke sekolah. Jawabannya ternyata bervariasi. Anak pertama mengatakan bahwa ia melihat mobil, motor, orang yang naik sepeda. Anak ke-2 menyebutkan bahwa ia melihat mobil dengan ban besar di belakang badannya, motor yang tidak memiliki plat nomor, dan sekumpulan orang yang bersepeda mengenakan kaos yang sama. Anak ke-3 menyebutkan bahwa ia melihat banyak kendaraan, pepohonan, dan awan di langit.  

Variasi jawaban tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai hal. Nah, salah satunya adalah dipengaruhi oleh keterampilan mengamati atau observing skill. Observing skill ini adalah kemampuan seseorang dalam ‘meng-capture’ sebuah momen melalui inderanya atau bahasa ilmiahnya adalah observing skill.

Keterampilan mengamati adalah salah satu keterampilan yang dapat menjadi ‘bekal’ seorang anak untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Bagaimana dia memproses sesuatu dalam pikirannya (thinking skill) dipengaruhi juga berapa banyak materi yang ia peroleh dari observing skill-nya. Dapat juga kita analogikan, bagaimana kita bisa menghasilkan jus dalam jumlah cukup dan lezat, jika bahan buahnya hanya sedikit. Nah, proses menghasilkan buah ini lah proses yang dilakukan dalam kegiatan mengamati.

Nah, ternyata untuk mengembangkan keterampilan mengamati pada anak bisa dilakukan dalam kegiatan keseharian, tak perlu ada waktu khusus dan menyiapkan perlengkapan khusus. Caranya cukup sederhana, setiap hari ketika ayah-bunda mengantarkan anak pergi ke sekolah. Cukup dengan melakukan permainan sederhana selama di perjalanan. Permainan ini pun tak perlu menyediakan media apa-apa, karena alam lah yang menyediakannya. Namanya adalah permainan selamat pagi. Ketika ayah bunda melihat apapun di sepanjang jalan, cukup dengan berkata ‘selamat pagi’ pada setiap orang atau benda. Misal: “Selamat pagi Pak Angkot hijau berpolet cokelat, Selamat pagi Bu tanaman bunga berduri tajam, Selamat pagi pak tiang listrik berbadan tinggi, dll.”  Cobalah lakukan permainan ini dengan berbagai variasinya, misal: awalnya dilakukan bersama-sama, lalu kemudian justru dapat dijadikan kompetisi antara ayah-bunda dan ananda. Yuk, selamat mencoba!  

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Al-Khaththath Akhirnya di Bebaskan dengan Jaminan Istrinya
12 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Sekertaris Jenderal Forum Umat Islam ( FUI ), Muhammad Al-Khaththath atau Gatot Saptono, akhirnya diberikan penangguhan penahan oleh pihak ...
7 Buah untuk Kulit Indahmu
4 September 2017, by Rindang Riyanti
Kita semua tahu bahwa mengonsumsi banyak buah dan sayuran memainkan peran penting tidak hanya dalam kesehatan kita secara keseluruhan, tapi juga penampilan ...
Bun, “dede” Suka Isap Jari Ya…?
5 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Memang hampi semua bayi cenderung menghisap jari,  tingkah si dede ini kadang bikin kita gemes pingin cubit namun kadang bikin kita kawatir. ...
Fakta Sosok Steve Jobs, dari Bau Badan Hingga Mengaku Mandul
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sosok ambisius dan percaya diri seperti Steve Jobs ternyata memiliki beragam keanehan yang tak biasa. Mulai dari jarang mandi hingga bersumpah ...
Selain Fariza, Siapa Lagi Sosok Pembawa Baki Bendera Pusaka 17 Agustus 2017?
23 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Pada upacara hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus 2017, Fariza Putri Salsabila menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Ia mendapatkan kehormatan untuk menjadi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes