Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
mengamati anak

Permainan Sederhana Latih Keterampilan Mengamati Anak

19 September 2017 | Dibaca : 635x | Penulis : Dika Mustika

Saya pernah mengajukan pertanyaan yang sama kepada 3 orang anak. Pertanyaan saya adalah apa saja yang kamu jumpai ketika kamu pergi ke sekolah. Jawabannya ternyata bervariasi. Anak pertama mengatakan bahwa ia melihat mobil, motor, orang yang naik sepeda. Anak ke-2 menyebutkan bahwa ia melihat mobil dengan ban besar di belakang badannya, motor yang tidak memiliki plat nomor, dan sekumpulan orang yang bersepeda mengenakan kaos yang sama. Anak ke-3 menyebutkan bahwa ia melihat banyak kendaraan, pepohonan, dan awan di langit.  

Variasi jawaban tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai hal. Nah, salah satunya adalah dipengaruhi oleh keterampilan mengamati atau observing skill. Observing skill ini adalah kemampuan seseorang dalam ‘meng-capture’ sebuah momen melalui inderanya atau bahasa ilmiahnya adalah observing skill.

Keterampilan mengamati adalah salah satu keterampilan yang dapat menjadi ‘bekal’ seorang anak untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Bagaimana dia memproses sesuatu dalam pikirannya (thinking skill) dipengaruhi juga berapa banyak materi yang ia peroleh dari observing skill-nya. Dapat juga kita analogikan, bagaimana kita bisa menghasilkan jus dalam jumlah cukup dan lezat, jika bahan buahnya hanya sedikit. Nah, proses menghasilkan buah ini lah proses yang dilakukan dalam kegiatan mengamati.

Nah, ternyata untuk mengembangkan keterampilan mengamati pada anak bisa dilakukan dalam kegiatan keseharian, tak perlu ada waktu khusus dan menyiapkan perlengkapan khusus. Caranya cukup sederhana, setiap hari ketika ayah-bunda mengantarkan anak pergi ke sekolah. Cukup dengan melakukan permainan sederhana selama di perjalanan. Permainan ini pun tak perlu menyediakan media apa-apa, karena alam lah yang menyediakannya. Namanya adalah permainan selamat pagi. Ketika ayah bunda melihat apapun di sepanjang jalan, cukup dengan berkata ‘selamat pagi’ pada setiap orang atau benda. Misal: “Selamat pagi Pak Angkot hijau berpolet cokelat, Selamat pagi Bu tanaman bunga berduri tajam, Selamat pagi pak tiang listrik berbadan tinggi, dll.”  Cobalah lakukan permainan ini dengan berbagai variasinya, misal: awalnya dilakukan bersama-sama, lalu kemudian justru dapat dijadikan kompetisi antara ayah-bunda dan ananda. Yuk, selamat mencoba!  

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tak Hanya Menghangatkan, Ini Khasiat Jahe untuk Kesehatan Kulit
8 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jahe dianggap sebagai salah satu herbal yang paling berkhasiat untuk kesehatan. Jahe mengandung vitamin B dan C, serat, zinc, dan senyawa ...
Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman ini Secara Bersamaan! Bisa Sebabkan Masalah Pencernaan Loh..
29 Desember 2017, by Retno Indriyani
Tidak semua jenis makanan dan minuman bisa dikonsumsi secara bersamaan. Walaupun memang sebenarnya jenis makanan tersebut baik untuk tubuh tapi jika dikonsumsi ...
Tayangan Reality Show yang Menggunakan kata Tabayyun Namun Membuka Aib Orang, Bagaimana Hukumnya Dalam Pandangan Islam
2 Agustus 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Semakin berkembangnya dunia televisi di Indonesia maka akan semakin ketat pula persaingan antar sesama stasion televisi swasta, untuk membuat ...
Melanie Gaydos, Model Unik Kelas Dunia tanpa Rambut dan Gigi
9 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Menjadi model wanita profesional apalagi sudah kelas dunia, biasanya dibutuhkan tubuh yang sempurna, mulai dari wajah cantik, tubuh seksi, tinggi, ...
kisah al quran
12 Juni 2017, by Agi Betha
  ⏺ INILAH KISAH MUBAHALAH SYAIKH TSANAULLAH AL-AMARITSARI DENGAN MIRZA GHULAM AHMAD (orang yg mengaku sebagai Imam Mahdi pendiri Gerakan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab