Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
mengamati anak

Permainan Sederhana Latih Keterampilan Mengamati Anak

19 September 2017 | Dibaca : 424x | Penulis : Dika Mustika

Saya pernah mengajukan pertanyaan yang sama kepada 3 orang anak. Pertanyaan saya adalah apa saja yang kamu jumpai ketika kamu pergi ke sekolah. Jawabannya ternyata bervariasi. Anak pertama mengatakan bahwa ia melihat mobil, motor, orang yang naik sepeda. Anak ke-2 menyebutkan bahwa ia melihat mobil dengan ban besar di belakang badannya, motor yang tidak memiliki plat nomor, dan sekumpulan orang yang bersepeda mengenakan kaos yang sama. Anak ke-3 menyebutkan bahwa ia melihat banyak kendaraan, pepohonan, dan awan di langit.  

Variasi jawaban tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai hal. Nah, salah satunya adalah dipengaruhi oleh keterampilan mengamati atau observing skill. Observing skill ini adalah kemampuan seseorang dalam ‘meng-capture’ sebuah momen melalui inderanya atau bahasa ilmiahnya adalah observing skill.

Keterampilan mengamati adalah salah satu keterampilan yang dapat menjadi ‘bekal’ seorang anak untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Bagaimana dia memproses sesuatu dalam pikirannya (thinking skill) dipengaruhi juga berapa banyak materi yang ia peroleh dari observing skill-nya. Dapat juga kita analogikan, bagaimana kita bisa menghasilkan jus dalam jumlah cukup dan lezat, jika bahan buahnya hanya sedikit. Nah, proses menghasilkan buah ini lah proses yang dilakukan dalam kegiatan mengamati.

Nah, ternyata untuk mengembangkan keterampilan mengamati pada anak bisa dilakukan dalam kegiatan keseharian, tak perlu ada waktu khusus dan menyiapkan perlengkapan khusus. Caranya cukup sederhana, setiap hari ketika ayah-bunda mengantarkan anak pergi ke sekolah. Cukup dengan melakukan permainan sederhana selama di perjalanan. Permainan ini pun tak perlu menyediakan media apa-apa, karena alam lah yang menyediakannya. Namanya adalah permainan selamat pagi. Ketika ayah bunda melihat apapun di sepanjang jalan, cukup dengan berkata ‘selamat pagi’ pada setiap orang atau benda. Misal: “Selamat pagi Pak Angkot hijau berpolet cokelat, Selamat pagi Bu tanaman bunga berduri tajam, Selamat pagi pak tiang listrik berbadan tinggi, dll.”  Cobalah lakukan permainan ini dengan berbagai variasinya, misal: awalnya dilakukan bersama-sama, lalu kemudian justru dapat dijadikan kompetisi antara ayah-bunda dan ananda. Yuk, selamat mencoba!  

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Inilah 5 Penyebab Bibir Kusam
15 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Setiap wanita tentunya menginginkan memiliki bibir yang cerah bukan? Namun , disana terdapat berbagai faktor yang menjadikan bibir Anda ...
Korban Gempa Iran Melonjak Menjadi Lebih dari 350 Orang
13 November 2017, by Slesta
Sedikitnya 350 orang telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka di dekat perbatasan Iran-Irak setelah wilayah tersebut diguncang gempa berskala 7.3, kata pihak ...
Prancis Hancurkan Mimpi Kroasia Juara Piala Dunia 2018
16 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Piala Dunia merupakan ajang tunarmen sepak bola paling bergengsi di dunia, makanya tidaknya heran jika turnamen ini dinanti-nantikan banyak orang dari seluruh ...
Kepoin Yuk Tempat Wisata Terhits Sepanjang Tahun 2017!
3 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Tahun 2017 sudah berlalu, dan saat ini kita sama sama memasuki tahun 2018. Tentu banyak kenangan indah yang sudah dilewati pada tahun 2017, tidak ...
bom kampung melayu
27 Mei 2017, by Tonton Taufik
Jakarta, 26 Mei 2017— Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Bus Kampung Melayu, Rabu (24/5) malam, tidak hanya sekedar ingin menebar teror dan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman