Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Peraturan Gubenur untuk Pengusaha yang Kucing – Kucingan

Peraturan Gubenur untuk Pengusaha yang Kucing – Kucingan

16 Maret 2018 | Dibaca : 1314x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Kata kucing –kucingan memang terlihat lucu, namun istilah itu di berikan buat mereka yang lari dari tanggung jawab yang ada. Dan istilah itu diberikan oleh Gubenur Jakarta sekarang Anies Baswedan kepada para pengusaha wisata.

Mereka kerap kucing – kucingan saat dimintai surat ijin usaha pariwisata yang mereka kelola atau dipunyainya.

Karena itu dengan tegas Gubenur Jakarta mengeluarkan Peraturan soal usaha pariwisata. Dikeluarkannya Pergub tersebut karena didalamnya terdapat Perda yang belum diatur secara detailnya perihal usaha pariwisata.

Pergub tersebut bertujuan tidak hanya berkisar pada pengawasan saja tapi juga meliputi surat izin, termasuk pengurusan izin usaha pariwisata.

"Jadi kalau begini bukan pada soal pengawasannya, tapi juga pada soal pengurusan izinnya, kepastian usahanya, kemudian tentu saja pada aspek pengawasannya," kata Anies . "Tentu, jadi nggak usah jangan kucing-kucingan lagi," sambungnya.

Memang belakangan ini semakin marak adanya usaha pariwisata , baik itu hanya sebagai pemandu ataupun yang lainnya. Seperti diketahui memang saat ini negara kita Indonesia telah menjadi salah satu obyek wisata berlibur untuk para turis asing. Selain pulau Bali yang sudah terkenal di dunia, Jakarta juga tak kalah menariknya untuk di kunjungi, selain sebagai Ibu Kota Negara tentunya.

Terbukti saat hadirnya artis Korea Selatan mereka yang ditanyakan wisata apa saja yang ada di Jakarta yang bisa mereka kunjungi disela tour konser mereka.

Dan karena itulah Gubernur Jakarat menginginkan lebih lanjut tentang peraturan para pengusaha wisata. Lebih lanjut, Anies menambahkan adanya Pergub tersebut untuk membentuk perilaku masyarakat agar taat dalam menaati aturan.

"Makanya jangan melanggar. Jadi kan tujuan peraturan itu membentuk prilaku. Kalau peraturan itu tidak membentuk prilaku yah tidak ada gunanya. Kalau peraturan itu membuat orang jadi hati-hati, jadi tidak menyelewengkan berarti aturannya efektif. Karena tujuannya membentuk prilaku, jadi tujuannya bukan mencari kesalahan," tandasnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Motornya Tersenggol Marquez, Rossi Ngamuk-ngamuk
9 April 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Sirkuit Termas De Rio Hondo Argentina memakan korban pembalap terkenal yamaha, Valentino Rossi. Rossi terjatuh dari motornya saat balapan di ...
Manfaat Desain Logo  untuk Pebisnis
21 September 2022, by Admin
Bagi sebuah produk dan perusahaan keberadaan jasa desain logo sangatlah penting untuk menunjang kesuksesan mereka. Sebab, logo merupakan bagian penting dari ...
Udah di Sel, Napi Ini Ketahuan Nyabu Akhirnya di Bekuk Lagi
28 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Penjara merupakan tempat yang tepat bagi orang yang melakukan kejahatan. Hidup di dalam sel seharusnya dapat membuat para pelaku jera dan tidak ...
Tim Peneliti dari Swiss Kembangkan Robot Berkonsep Origami Bernama Mori
31 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Siapa sih yang tidak tahu dengan seni lipat kertas dari Jepang, yakni Origami. Biasanya, origami yang kita buat adalah perahu, burung, bunga, ...
Emil Dardak Paparkan Gagasan Konsep Kawasan WIsata Religi di Jatim
6 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Emil Dardak memaparkan konsep infrastruktur yang harus dibangun untuk membangun kawasan wisata religi di ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview