Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Pentagon Merilis Video Serangan Niger yang Mematikan

Pentagon Merilis Video Serangan Niger yang Mematikan

18 Mei 2018 | Dibaca : 192x | Penulis : Slesta

Pentagon merilis video Kamis yang menggambarkan penyergapan yang menewaskan empat tentara AS di Niger pada Oktober lalu.

Video 23 menit termasuk rekaman dari tubuh Sgt. La David Johnson dipulihkan dari bawah pohon thorn dua hari setelah dia dibunuh dalam penyergapan oleh Negara Islam.

Bukti dari tempat kejadian menunjukkan Johnson terpisah dari unitnya dan berusaha untuk mendapatkan posisi yang aman sebelum dikuasai dan dibunuh.

Sersan Staf Bryan C. Black, Sersan Staf. Jeremiah W. Johnson dan Staff Sgt. Dustin M. Wright juga meninggal bersama dengan setidaknya lima tentara Nigerien. Orang Amerika Sersan. 1st Class Brent Bartels dan David Trachtenberg, seorang pejabat pertahanan senior, menderita luka-luka dalam serangan itu.

Rekaman baru dirilis menunjukkan sekelompok tujuh orang Amerika dan empat pasukan Nigerien melarikan diri dari penyergapan setelah beberapa menit dan melarikan diri ke rawa. Seorang perawi militer AS menjelaskan bahwa mereka semua percaya bahwa mereka akan dibunuh.

"Mereka menulis pesan singkat kepada orang-orang yang dicintai di perangkat pribadi, percaya bahwa mereka akan segera dikuasai," kata narator.

Itu juga menjelaskan apa yang terjadi ketika tim militer Nigerien lainnya tiba untuk menyelamatkan pasukan, tetapi mengira mereka adalah pejuang IS. Narator menyatakan tim menembak pasukan selama 48 detik dengan senjata otomatis sampai mereka diidentifikasi secara positif, tetapi tidak ada yang terluka lebih lanjut.

Video itu juga mencakup sekitar 11 menit rekaman yang dirilis pada 10 Mei bersamaan dengan ringkasan delapan halaman Departemen Pertahanan yang diterbitkan dari penyelidikan berbulan-bulan oleh Komando Afrika AS.

Video asli termasuk rekreasi yang diedit dari pertempuran berdasarkan 143 saksi dan satu korban serangan yang mengunjungi kembali tempat pertempuran untuk membantu penyelidikan.

Dalam laporan itu, para penyidik ​​Pentagon menyalahkan beberapa "kegagalan individu, organisasi dan institusional" untuk penyergapan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jadwal Ceramah Padat, Ustaz Abdul Somad tak Mau Masuk Daftar 200 Penceramah Kementrian Agama
20 Mei 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kementrian Agama RI melalui laman kemenag.go.id merilis 200 nama mubaligh yang mendapat rekomendasi. Dari 200 nama mubaligh tersebut, da'i ...
Masih Ada Daging Berlebih? Coba Resep Daging Kecap Pedas Ini
5 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika kamu masih memiliki daging lebih sisa Idul Adha, cobalah memasak daging sapi kecap pedas ini. Tampilannya saja sudah menggiurkan, apalagi ...
Dengan Modal 100 Ribu, Kamu Dapat Menginap di Hotel Ini Selama 1 Bulan
10 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tiap hotel pastinya mematok tarif yang berbeda-beda. Hal ini tergantung pada fasilitas yang disediakan pada tamu. Semakin mahal, maka fasilitas ...
Pelaku Bom Bunuh Diri di Konser Ariana Grande Keturunan Libya
24 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Polisi telah mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri yang terjadi saat konser Ariana Grande berlangsung di Manchester. Insiden ledakan ...
Kamu Sering Lupa dan Lemas? Hati-Hati! Mungkin Itu Gejala Brain Fog
1 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Apakah kamu pernah merasa tak ingat mengapa kamu harus ke kamar mandi? Atau tak ingat mengapa kamu berdandan rapi? Jika kamu pernah merasakannya, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite