Tutup Iklan
hijab
  
login Register
menko polhukan

Penjelasan Menko Polhukan tentang Film G30S/PKI dan Pengadaan 5000 Senjata

25 September 2017 | Dibaca : 1322x | Penulis : Rindang Riyanti

Pada Minggu sore hari ini (24/9/2017), Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menggelar jumpa pers dalam rangka menanggapi dua isu politik terkini, yaitu tentang film G30S/PKI yang marak diperbincangkan dan adanya isu pembelian senjata dari lembaga yang bukan TNI dan Polri.

Berikut pernyataan lengkap Wiranto dalam konferensi pers itu:

PENJELASAN MENKO POLHUKAM TENTANG ISU POLITIK TERKINI

Seperti kita ketahui setiap menjelang pemilu apakah Pemilu Kada atau Pemilu Presiden dan Wakil Presiden suhu politik selalu memanas. Keadaan itu sudah berlaku sejak dahulu dan menjadi bagian dari pasang surutnya suhu politik dalam alam demokrasi. Pemerintah c.q. Kemenko Polhukam dan segenap jajarannya akan terus menjaga agar memanasnya suhu politik tersebut masih pada batas-batas kewajaran agar tidak menimbulkan instabilitas nasional yang tentu akan menganggu berbagai kepentingan nasional.

Menjelang bulan Oktober telah muncul berbagai isu yang cukup meresahkan masyarakat dan telah menjadi perdebatan publik dengan berbagai spekulasi yang menggiring terjadinya konflik horizontal yang perlu segera dihentikan agar tak mengganggu kepentingan nasional.

Oleh sebab itu perlu penjelasan resmi dari Kemenko Polhukam berkenaan dengan beberapa isu miring yang telah tersebar di kalangan masyarakat baik lewat Media Mainstream maupun Media Sosial.

Pertama, mengenai pemutaran kembali Film Penghianatan G.30 S /PKI, dan ajakan untuk nonton bareng bagi beberapa institusi merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan.

Peristiwa 30 September 1965 adalah peristiwa sejarah kelam bangsa Indonesia. Masih banyak peristiwa serupa yang dialami bangsa Indonesia seperti pemberontakan DI/TII, Pemberontakan PRRI/Permesta, peristiwa Malari di tahun 1974 yang semua itu adalah rangkaian fakta sejarah yang sudah berlalu. Kita tidak mungkin memutar kembali jarum jam dan mengubah fakta sejarah sekehendak kita. Sejarah tersebut merupakan perjalanan bangsa yang dapat dijadikan referensi bangsa untuk menatap ke masa depan. Menonton film sejarah memang perlu bagi generasi berikutnya untuk memahami sejarah kebangsaan Indonesia secara utuh. Kita tak perlu malu, marah atau kesal menonton film sejarah.

Ajakan atau anjuran menonton tak perlu dipolemikkan apalagi sampai membuat bangsa ini bertengkar dan berselisih. Anjuran Presiden untuk mempelajari sejarah kebangsaan dengan menyesuaikan cara penyajian agar mudah dipahami oleh generasi Milenium, merupakan kebijakan yang rasional.

Kedua, informasi dari Panglima TNI tentang adanya institusi di luar TNI dan Polri yang akan membeli 5000 pucuk senjata standard TNI, tidak pada tempatnya dihubungkan dengan eskalasi kondisi keamanan, karena ternyata hanya adanya komunikasi antar institusi yang belum tuntas.

Setelah dikonfirmasikan kepada Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN dan instansi terkait, terdapat pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan PINDAD (bukan 5000 pucuk dan bukan standar TNI) oleh BIN untuk keperluan pendidikan Intelijen. Pengadaan seperti ini ijinnya bukan dari Mabes TNI tetapi cukup dari Mabes Polri. Dengan demikian prosedur pengadaannya tidak secara spesifik memerlukan kebijakan Presiden.

Berdasarkan penjelasan ini diharapkan tidak ada lagi polemik dan politisasi atas kedua isu tersebut.

 

Jakarta, 24 September 2017

Menko Polhukam

TTD

 

 

Wiranto

MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Wow, Ternyata Bermain Musik Mengubah Otak
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Memainkan alat musik sepanjang hidup memperbaiki hubungan antara daerah pendengaran dan zona motor, seperti yang diungkapkan oleh penelitian yang diterbitkan ...
Jadi Haji Backpacker Pemuda ini Bikin Kaget Bupati
30 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Muhammad Khamim Setiawan atau yang akrab dipanggil Gus Khamim adalah seorang pemuda berusia 29 tahun yang berasal dari Desa Rowokembu RT 11 ...
pelayan sexy
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah video Youtube tentang sebuah warung makan dengan dua orang pelayan yang cantik dan seksi, akhir-akhir ini sedang viral di berbagai media sosial. Video ...
Internet Lambat? Peneliti Kembangkan Teknologi Bandwith Baru
24 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Kecepatan internet yang lambat dan jam sibuk internet - waktu puncak ketika kecepatan data turun hingga 30% - menjadi fokus penelitian yang menyediakan ...
Antoine Griezmann dan Kevin Gameiro Dapat Pujian dari Diego Simeone
26 November 2017, by Rachmiamy
Atletico Madrid berhasil mengalahkan tuan rumah Levante pada pertandingan pekan ketiga belas Liga Spanyol 2017/2018. Bermain di Stadion Ciutat de Valencia, tim ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab