Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Peneliti Temukan Membran Baru Bantu Kurangi Emisi Karbondioksida

Peneliti Temukan Membran Baru Bantu Kurangi Emisi Karbondioksida

20 Agustus 2017 | Dibaca : 635x | Penulis : Rindang Riyanti

Universitas Twente dan Pusat Penelitian Jerman Jülich berkolaborasi dalam mengembangkan membran untuk pemisahan gas yang efisien.

Emisi CO2

Dalam beberapa dekade mendatang, sumber energi berkelanjutan (matahari, angin) dan penggunaan energi yang lebih efisien tidak cukup untuk mencapai mitigasi efek rumah kaca yang ditargetkan. Untuk mencapai tujuan iklim Eropa, pengumpulan dan penyimpanan CO2 dibutuhkan sekaligus. Tim peneliti mempertimbangkan konversi CO2 yang efisien ke bahan bakar (Carbon Capture and Utilization CCU). Diharapkan dengan cara ini, emisi CO2 di Eropa sampai 2030 bisa dikurangi sebesar 15%.

Alternatif yang jauh lebih baik dan lebih efisien

Teknik yang ada untuk menangkap CO2, seperti chemical washing cukup mahal. Teknologi oxyfuel, yang merupakan bahan bakar dibakar dengan oksigen murni dalam proses netral CO2, bukanlah solusi sempurna baik dengan tingkat teknologi saat ini, karena produksi oksigen murni melalui distilasi pada suhu -190 ° C membutuhkan banyak energi. Menggunakan membran yang mampu memisahkan oksigen adalah alternatif yang jauh lebih baik dan lebih efisien. Dengan cara ini, bahan bakar masih bisa dibakar dengan oksigen murni, menghasilkan gas dengan konsentrasi CO2 yang sangat tinggi. Salah satu kemungkinan lainnya adalah produksi bahan bakar sintetis, yang berkembang melalui reaksi CO2 dengan hidrogen melintasi membran.

Kolaborasi

Pusat Penelitian Universitas Twente dan Jülich telah memutuskan untuk bekerja sama untuk mengembangkan membran ceramic ion-conducting untuk tujuan ini. Membran ini ditujukan untuk reaktor membran, yang dalam keadaan ekstrim (suhu tinggi, tekanan tinggi) menggabungkan proses pemisahan dengan reaksi kimia, yang menghasilkan produksi bahan bakar sintetis atau bahan kimia dasar.

Prof. Dr. Wilhelm Meulenberg

Prof. Dr. Wilhelm Meulenberg, yang bekerja di Universitas Twente dan Pusat Penelitian Jülich, mempelopori penelitian tentang teknologi membran baru ini. Studi di Twente berfokus pada penunjukan membran keramik untuk aplikasi industri. Dengan pengetahuan ini, Jülich merakit komponen yang tepat untuk reaktor membran. "Kedua pasangan saling melengkapi dengan sempurna," menurut Meulenberg. "Itulah sebabnya kedua institusi tersebut akan memiliki banyak pertukaran PhD dan peneliti lainnya di tahun-tahun mendatang."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Fatin Shidqia Bagikan Tips Merawat rambut Berhijab
2 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Wanita memang sering melakukan berbagai macam perawatan kecantikan untuk menunjang penampilannya agar lebih cantik dan menarik. Bukan hanya itu, ...
Ditanya Alasan Kenapa Lepas Hijab, Rina Nose Nangis
17 November 2017, by Rindang Riyanti
Baru-baru ini, Rina Nose membuat keputusan besar dalam hidupnya. Kini artis kondang tersebut menanggalkan hijab setahun terakhir telah membalut ...
Isi Surat Wasiat Pria yang Terjun dari Jembatan Layang Pasupati
30 Juli 2017, by Rachmiamy
Bunuh diri bukanlah cara untuk mengakhiri masalah. Seperti yang terjadi di Bandung. Seorang pria yang diketahui bernama Oki nekat terjun dari jembatan layang ...
Kunci Penting Menjaga Berat Badan Ideal untuk Wanita
22 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pastinya para wanita akan rela melakukan hal apapun dalam menjaga berat badan tetap ideal. Memiliki berat badan ideal merupakan kebanggaan ...
Harapan  Jerman pada Piala Dunia 2018 Dikandaskan Korea Selatan
28 Juni 2018, by oteli w
Harapan  Jerman pada Piala Dunia 2018 Dikandaskan Korea Selatan  Yang tidak pernah terduga terjadi dipenyisihan Group F dimana Jerman yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview