Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Peneliti Identifikasi Area Optimal untuk Lahan Pertanian dan Konservasi Daerah Tropis

Peneliti Identifikasi Area Optimal untuk Lahan Pertanian dan Konservasi Daerah Tropis

23 Agustus 2017 | Dibaca : 459x | Penulis : Rindang Riyanti

Sebuah tim peneliti dari National University of Singapore (NUS) baru saja menyelesaikan studi global mengenai manfaat yang diberikan oleh hutan tropis dan konversi untuk pertanian. Tim tersebut mengkaji kegiatan penggundulan hutan di lebih dari 50 negara di daerah tropis antara tahun 2000 sampai 2012, dan mengidentifikasi daerah dimana deforestasi paling banyak dan paling tidak menguntungkan.

Tim NUS, yang dipimpin oleh Asisten Profesor Roman Carrasco dari Departemen Ilmu Biologi di Fakultas Ilmu NUS, mengidentifikasi Hutan Atlantik, daerah sekitar Teluk Guinea, dan Thailand sebagai daerah dimana manfaat dari konversi pertanian lebih tinggi daripada biaya lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa sulit menerapkan dan memberi insentif pada strategi konservasi keanekaragaman hayati yang didasarkan pada pembayaran kepada petani di wilayah ini.

Sebaliknya, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Madagaskar dianggap sebagai sasaran konservasi yang layak secara ekonomi karena penggundulan hutan di wilayah ini menghasilkan manfaat pertanian rendah dan biaya lingkungan yang tinggi.

Permintaan global untuk produk pertanian dan kehutanan seringkali mengakibatkan hutan tropis hancur. Namun, sebagian besar penggundulan hutan ini terjadi karena kurangnya informasi mengenai distribusi manfaat dan biaya penggundulan secara spasial - di mana deforestasi menyebabkan kerugian terbesar terhadap lingkungan dan manfaat terbesar dari pendapatan pertanian. Selain itu, ada sedikit informasi tentang bagaimana manfaat ekonomi dan biaya deforestasi bervariasi dalam skala global karena studi yang ada telah terkecuali di tingkat lokal dan nasional.

Menjelaskan pentingnya penelitian, Asst Prof Carrasco mengatakan, "Mengetahui lahan hutan mana, yang pernah dikonversi menjadi pertanian, menyajikan manfaat pertanian terbesar dan biaya lingkungan terendah karena memungkinkan kita untuk lebih efisien dalam memenuhi permintaan pertanian global tanpa perlu merusak hutan tropis dan keanekaragaman hayati. Pemahaman yang lebih baik mengenai distribusi manfaat dan biaya juga akan membantu pemilihan area yang lebih baik untuk memfokuskan upaya konservasi. "

Tim tersebut melakukan analisis data penggundulan hutan dan distribusi tanaman, dan mempelajari trade-off antara manfaat pertanian, emisi karbon, dan kerugian ekosistem. Jasa ekosistem adalah keuntungan yang diperoleh orang dari ekosistem seperti hutan, termasuk penyerapan karbon, perlindungan banjir dan pemurnian air.

Temuan menunjukkan bahwa sementara keuntungan pertanian adalah US $ 32 sampai 53 miliar per tahun, kerusakan lingkungan akibat deforestasi tropis selama periode ini merupakan kerugian tahunan di masa depan sebesar US $ 107 sampai 135 miliar per tahun. Meskipun studi tersebut menunjukkan perbedaan besar antara biaya dan manfaat secara global, tim menemukan bahwa secara keseluruhan, penggundulan hutan tropis menghasilkan kerugian ekonomi yang besar.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Presiden PKS : Surya Paloh harus Copot Victor dari Jabatan Poliitik
6 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pernyataan yang dilontarkan seorang anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Victor Laiskodat yang telah melontarkan fitnah keji terhadap empat ...
Tanggapan Komnas HAM atas Berbagai Kasus Aktivis 212
9 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Berbagai kasus yang terus menerus melibatkan alumni aksi 212, mulai dari penahanan Sekjen Forum Umat Islam ( FUI ), Muhammad Gatot Saptono atau ...
Pengadilan Jerman: Pengaturan Privasi Facebook Ilegal
13 Februari 2018, by Slesta
Pengadilan Jerman memutuskan bahwa pengaturan privasi default Facebook melanggar undang-undang perlindungan konsumen, dokumen pengadilan yang dirilis pada hari ...
KPU Jabar Tetapkan Ridwan Kamil dan UU jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar
24 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Rapat pleno KPU Jabar yang digelar hari ini di kantor KPU Jabar, Bandung menetapkan pasangan nmor urut 1 yaitu Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum ...
Joko "Gethuk" Susilo Kemungkinan Tetap Latih Arema Fc Walau Kontrak Belum Jelas
18 November 2017, by Admin
Tampang.com  – Arema FC hampir pasti mempertahankan Joko ”Gethuk” Susilo untuk musim kompetisi tahun depan. Kendati demikian, hingga ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview