Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Peneliti di Jepang Kini Tengah Mengembangkan Telur yang Mengandung Obat

Peneliti di Jepang Kini Tengah Mengembangkan Telur yang Mengandung Obat

11 Oktober 2017 | Dibaca : 587x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Para peneliti di Jepang kini mulai melakukan perekayasaan pada genetika telur ayam. Telur ayam tersebut menjadi memiliki kandungan obat yang mampu melawan penyakit serius. Salah satu tujuannya adalah upaya untuk mengurangi biaya pengobatan yang ada.

Jika ilmuwan tersebut dapat secara aman memproduksi "interferon beta" ini, maka beberapa penyakit dapat diobati. Interferon Beta ini adalah sejenis protein yang mampu mengobati beberapa penyakit, termasuk multiple sklerosis dan hepatitis. Dengan memelihara ayam dengan kemampuan ini, maka harga obat saat ini yang mencapai 100.000 Yen (Rp 11,9 Juta) dapat turun secara signifikan.

Para peneliti di National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST) di wilayah Kansai memulai proses dengan mengintroduksi gen yang menghasilkan beta interferon ke dalam sel-sel yang merupakan prekursor sperma ayam menurut laporan surat kabar tersebut.

Mereka kemudian menggunakan sel-sel itu untuk membuahi sel telur dan membiakkan ayam betina yang mewarisi gen-gen itu, yang artinya unggas-unggas tersebut akan mampu menghasilkan telur yang mengandung zat penyerang agen penyakit.

Para peneliti sekarang punya tiga ayam betina yang telurnya mengandung obat tersebut, dan unggas-unggas itu bertelur hampir setiap hari.

Mereka berencana menjual obat itu ke perusahaan farmasi, mengurangi separuh harganya, supaya perusahaan bisa lebih dahulu menggunakannya sebagai bahan penelitian.

Konsumen mungkin harus menunggu sementara waktu, karena Jepang punya regulasi ketat mengenai introduksi obat baru atau produk farmasi asing, dengan proses penyaringan yang biasanya butuh waktu bertahun-tahun.

Namun tim itu berharap terobosan teknologi mereka pada akhirnya bisa menurunkan harga obat hingga 10 persen dari harga sekarang menurut siaran Yomiuri Shimbun yang dikutip AFP.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pelatihan Otak Komersial Tidak Memperbaiki Pengambilan Keputusan Atau Fungsi Kognitif
12 Juli 2017, by Fernandusman
Pelatihan otak komersial tidak meningkatkan pengambilan keputusan atau fungsi kognitif, demikian hasil penelitian baru. Sebuah studi baru menemukan bahwa ...
Keren! Indonesia Naik Empat Peringkat FIFA, Mengalahkan Malaysia hingga Timor Leste!
16 Oktober 2017, by Zeal
tampang - Posisi Indonesia mengalami peningkatan dalam daftar Ranking FIFA. Pada oktober 2017 ini, Indonesia naik empat peringkat dari posisi sebelumnya dan ...
Lubang hitam: Ilmuwan 'senang' dengan pengamatan yang menunjukkan skenario formasi
24 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Fisikawan telah menggambarkan bagaimana pengamatan gelombang gravitasi membatasi kemungkinan penjelasan untuk pembentukan lubang hitam di luar galaksi kita; ...
Apa yang Menyebabkan Lepuhan di Kaki?
2 November 2017, by Rio Nur Arifin
Lepuhan adalah semacam kantong berisi cairan yang berkembang di lapisan atas kulit sebagai respons terhadap luka atau infeksi. Pelepuhan biasanya terjadi di ...
CEO Ryanair Memperingatkan Bahwa Penerbangan Dibatalkan Karena Brexit
12 Juli 2017, by Angga
Michael O'Leary, CEO maskapai penerbangan anggaran Eropa, Ryanair, mengatakan kepada Parlemen Uni Eropa bahwa penerbangan antara Inggris dan E.U. Bisa ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab