Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Pemanasan Global Dapat Membatasi Lepas Landas Pesawat Dalam Beberapa Dekade Mendatang

Pemanasan Global Dapat Membatasi Lepas Landas Pesawat Dalam Beberapa Dekade Mendatang

14 Juli 2017 | Dibaca : 455x | Penulis : Slesta

Seiring perubahan iklim membawa suhu tinggi di seluruh dunia, penelitian baru menunjukkan beberapa pesawat terbang bisa berjuang untuk lepas landas.

Sayap pesawat menghasilkan sedikit pengangkatan di udara tipis. Udara yang lebih hangat adalah udara yang lebih tipis, karena molekul di atmosfer bergerak lebih jauh saat memanas.

Jadi, pada bagian yang sangat panas hari ini, beberapa model pesawat mungkin perlu membuang berat - apakah bahan bakar, kargo atau penumpang - untuk mengudara.

"Hasil kami menunjukkan bahwa pembatasan berat dapat memberlakukan biaya non-sepele pada operasi penerbangan dan dampak penerbangan di seluruh dunia," Ethan Coffel, seorang ahli iklim di Universitas Columbia, mengatakan dalam sebuah rilis berita.

Mungkin saja pemanasan global sudah memiliki efek terukur pada perjalanan udara, kata periset. Sejak tahun 1980, suhu global rata-rata telah meningkat hampir 2 derajat Fahrenheit. Bulan lalu, American Airlines mencubit 40 penerbangan di Phoenix saat siang hari mendekati 120 derajat Fahrenheit menghasilkan udara yang terlalu tipis untuk mendukung lepas landas jet regional yang lebih kecil.

Seiring kenaikan pasang surut dan gelombang panas global menjadi lebih umum, perusahaan penerbangan mungkin harus membatalkan atau menunda lebih banyak penerbangan.

"Ini menunjuk pada risiko perubahan iklim yang belum terjelajahi," kata Radley Horton, seorang ilmuwan iklim di Observatorium Bumi Lamont-Doherty di Columbia. "Seiring dunia semakin terhubung dan penerbangan tumbuh, mungkin ada potensi substansial untuk efek cascading, ekonomi dan sebaliknya."

Penelitian sebelumnya memperkirakan pemanasan global dapat menyebabkan terjadinya turbulensi penerbangan yang parah.

 

UPI.com

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Orangtua Sering Gagal Memberikan Instruksi Pengasuh Bayi untuk Keadaan Darurat
21 Desember 2017, by Slesta
Dihadapkan pada jadwal liburan yang padat, orang tua sering meminta keluarga dan teman untuk masuk dan mengasuh anak-anak mereka. Tetapi banyak orang tua gagal ...
Meluruskan Istilah dan Makna Terkandung dalam Kalimat, Ini Kamis Malam Jumat Wajib Lakukan Sunnah Rosul
1 November 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Biasanya, sejak Kamis siang hingga malam hari, berbagai grup media sosial (medsos) termasuk grup whatsapp, diramaikan oleh tulisan maupun gambar ...
Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi
2 April 2018, by oteli w
Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi Apakah anda pernah pendengar cerita atau kesaksian dari seseorang tentang ...
Waktu yang Tepat Melakukan Perawatan Kecantikan
16 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Rutinitas kecantikan sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan, bagaimana dan kapan saja ...
Ingin Selalu Tepat Waktu Berikut Caranya
22 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika kamu salah satu orang yang sulit sekali mengatur waktu, alias sulit untuk tepat waktu, beberapa cara dibawah mungkin dapat kamu lakukan, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab