Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Pegolf Dunia, Justin Rose Unjuk Kebolehan di Ajang Indonesia Master 2017

Pegolf Dunia, Justin Rose Unjuk Kebolehan di Ajang Indonesia Master 2017

22 November 2017 | Dibaca : 403x | Penulis : Admin

Tampang.com  - Justin Rose, peraih 10 gelar European Tour dan juga mantan juara US Open, akan menunjukkan kebolehannya dalam ajang Indonesian Masters. Pegolf asal Inggris tersebut tengah berada dalam performa terbaiknya setelah menjuarai Turkish Airlines Open tujuh hari setelah memenangkan ajang WGC – Champions di Shanghai pada akhir Oktober lalu.  Ikhwal tampilnya pegolf Inggris tersebut disampaikan penyelenggara pertandingan di Jakarta, Selasa (21/11). 

Rose tentunya ingin menutup tahun inidengan menambahkan gelar Indonesian Masters ke daftar prestasinya yang mengesankan, yang mencakup medali emas golf di Olimpiade Rio 2016. Turnamen Indonesian Masters yang memiliki total hadiah USD 750.000 akan diadakan di Royale Jakarta Golf Club dari 14 hingga 17 Desember. 

Tahu ini menandai musim ketujuh dari turnamen golf paling bergengsi di Indonesia. Turnamen yang menjadi penutup musim Asian Tour ini akan menentukan gelar juara Asian Tour Order of Merit (OOM). Juara OOM akan meraih tempat di The Open Championship dan Kejuaraan WGC – Mexico. Pegolf yang menduduki posisi kedua di daftar Merit juga akan mendapatkan tempat di Kejuaraan WGC – Mexico. 

Indonesian Masters juga merupakan babak ketiga dari Panasonic Swing, sebuah rangkaian kompetisi poin agregat yang mencakup lima putaran – di Thailand, Malaysia, India, Indonesia, dan Jepang – dimana para pemain Asian Tour akan bersaing untuk meraih bagian dari total bonus yang menarik. Pemenang Indonesian Masters akan menerima setidaknya 20 poin Official World Gold Ranking (OWGR), jumlah poin tersebut ditingkatkan dikarenakan status turnamen tersebut sebagai ajang utama Asian Tour. 

Indonesian Masters juga merupakan acara terakhir di tahun ini di tur manapun di seluruh dunia dengan perolehan poin yang signifikan; sehingga para pemain akan berlomba-lomba untuk menduduki 50 peringkat teratas di akhir tahun yang memungkinkan mereka untuk mengikuti turnamen Major serta ajang bergengsi lainnya. Selanjutnya, peraih gelar juara Indonesian Masters akan menerima undangan untuk bermain di kejuaraan WGC – Bridgestone Invitational di tahun 2018. 

Pada intinya, ada banyak keuntungan yang dapat diraih dengan bermain di ajang Indonesian Masters. “Bermain di salah satu acara perdana Asian Tour dan bermain di Indonesia untuk pertama kalinya akan menjadi cara yang baik bagi saya untuk mengakhiri tahun ini. Ini adalah sebuah kesempatan yang sangat menarik,” ujar Rose. Pegolf berusia 37 tahun tersebut menjadi pemain profesional pada tahun 1998 dan memasuki jajaran peringkat elit pada tahun 2007, saat ia menduduki posisi puncak di daftar peraih European Tour dengan pendapatan terbanyak. Satu hal yang menjadi sorotan dari karirnya tentunya adalah kemenangannya di U.S. Open 2013 yang diadakan di Merion Golf Club. Tahun ini, ia nyaris meraih gelar Masters Tournament setelah kalah dari Serio Garcia dalam babak sudden-death playoff. “Ini merupakan tahun yang luar biasa dengan dua kemenangan yang saya raih sekaligus dan saya berharap bisa mencetak hattrick juara di tahun 2017 dalam turnamen Indonesian Masters,” tambah Rose, yang mewakili Eropa dalam empat Ryder Cup terakhir dan dijuarainya pada tahun 2008, 2012 dan 2014. Pada hari Minggu lalu di kompetisi DP World Tour di Dubai, Justin meraih peringkat keempat dengan 4 pemain lainnya yaitu Dean Burmester, Dylan Fritelli, dan Sergio Garcia. Walaupun Ia sangat ingin memenangkan turnamen tersebut dengan meraih gelar Race to Dubai, tapi akhirnya Ia harus puas dengan meraih peringkat kedua. “Kita dapat melihat Justin Rose bermain dalam performa terbaiknya di Indonesian Masters,” kata Jimmy Masrin, Pendiri Indonesian Masters dan Ketua dari Asian Tour. “Turnamen ini memiliki tradisi untuk menarik sejumlah pemain terbaik di olahraga golf dan tak terkecuali tentunya tahun ini. Justin adalah seorang juara Major dan peraih medali emas Olimpiade, jadi kita akan menyaksikan sebuah permainan yang hebat,” ucap Jimmy. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ponaryo Astaman Gantung Sepatu Usai Liga 1, Ingin jadi Pelatih saja
29 November 2017, by Admin
Tampang.com - Meraih Lisensi A AFC pada Desember nanti, Ponaryo Astaman memilih pensiun setelah Liga 1 Indonesia 2017 berakhir. Gelandang Borneo FC Samarinda ...
Nikmati Rasa Berbeda Dengan Menginap di Skylodge Hotel
9 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika anda menginginkan suasana hotel yang menantang, anda dapat mencoba menginap di hotel Skylodge. Dengan bentuk kapsul yang berukuran 24x8 ...
Sempat Tertinggal, Juventus Akhirnya Melenggang ke Babak Perempat Final
8 Maret 2018, by Zeal
Tampang.com - Malam dini hari Juventus membuktikan diri sebagai tim tangguh Eropa. Si nyonya tua berhasil melenggang ke babak perempat final dalam laga Liga ...
Ultras PSG Sambut Kedatangan Dani Alves
15 Juli 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Daniel Alves da Silva atau yang biasa kita kenal dengan nama Dani Alves  akhirnya resmi berlabuh ke Paris Saint Germain (PSG). Pemain kelahiran Juezeiro, ...
Mengenal Industri 4.0 dan Bagaimana Indonesia Menghadapinya
18 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Saat ini pemerintah tengah memberi perhatian pada industry generasi ke-4 atau industry 4.0. bahkan Jokowi telah meresmikan roadmap yang dijadikan sebagai ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab