Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Myanmar Mengaku Membunuh 10 Rohingya yang Ditemukan di Kuburan Massal

Myanmar Mengaku Membunuh 10 Rohingya yang Ditemukan di Kuburan Massal

11 Januari 2018 | Dibaca : 396x | Penulis : Slesta

Militer Myanmar pada hari Rabu mengakui membunuh 10 Muslim Rohingya yang baru-baru ini ditemukan di sebuah kuburan massal

Dalam sebuah pernyataan di Facebook, komandan militer Myanmar, Min Aung Hlaing, mengatakan bahwa Rohingya yang terbunuh adalah "teroris Bengali" yang merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar dari 200 orang yang menyerang tentara Myanm dengan tongkat dan pedang tahun lalu.

Sepuluh Rohingya di kelompok tersebut ditangkap dan dieksekusi, menurut sebuah penyelidikan internal yang diluncurkan setelah sebuah kuburan massal ditemukan bulan lalu.

"Beberapa penduduk desa Din Din dan pasukan keamanan mengaku telah membunuh 10 teroris Bengali," kata sebuah terjemahan dari pos Facebook tersebut, menurut Radio Free Asia. "Keputusan dibuat untuk membunuh mereka di sebuah pemakaman."

"Tentara akan bertanggung jawab atas mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan dan yang melanggar peraturan pertunangan," pernyataan tersebut melanjutkan. "Insiden ini terjadi karena warga desa etnis Buddha diancam dan diprovokasi oleh para teroris."

Kelompok hak asasi manusia di seluruh dunia menuduh pemerintah Myanmar melakukan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya selama bertahun-tahun. Pemerintah Myanmar secara konsisten membantah semua tuduhan. Dan meskipun pernyataan Min Aung Hlaing pada hari Rabu menuduh Rohingya yang terbunuh karena menjadi teroris, ini adalah pertama kalinya pemerintahnya melakukan kejahatan terhadap orang-orang Rohingya.

"Pengakuan mengerikan ini adalah keputusasaan yang tajam dari kebijakan militer untuk melarang penyangkalan," James Gomez, direktur regional Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik, mengatakan kepada RFA. "Namun, ini hanyalah puncak gunung es dan menjamin penyelidikan independen yang serius terhadap tindakan kekejaman lainnya di tengah kampanye pembersihan etnis yang telah memaksa lebih dari 655.000 orang Rohingya dari Negara Bagian Rakhine sejak Agustus lalu."

Antara bulan Agustus dan September, Dokter Tanpa Batas memperkirakan bahwa pemerintah Myanmar membunuh sekitar 9.000 Rohingya, termasuk 1.000 anak di bawah usia 5 tahun.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

james rodriguez
12 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Akhirnya, James Rodriguez resmi berseragam Bayern Munchen, dengan status pinjaman selama dua tahun dari Real Madrid. Ia berharap bisa kembali ...
Ingin Jadi Orang Kaya? Begini Caranya Dalam Islam
16 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Siapa sih orang yang tidak ingin kaya? Semua orang pasti menginginkan kekayaan bahkan tujuan setelah lulus sekolah pun tentunya adalah untuk ...
Cuanki, Bakso dengan Cita Rasa Anak Kost di Bandung
13 Juli 2017, by Hardika Ilhami
Hampir setiap kota di Indonesia memiliki kuliner-kuliner khas kota tersebut, begitu juga dengan Bandung. Banyak sekali makanan unik yang berasal dari bumi ...
Perbaikan Tanggul Kali Pulo Terkendala Hujan Deras
25 November 2017, by Admin
Tampang.com - Pasukan Biru dari Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan terus melakukan pengerjaan perbaikan di lokasi tanggul jebol di kawasan RW 6 Jatipadang, ...
Berikut Ini Waktu yang Tepat Miliki Anak Setelah Menikah
13 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Setelah menikah tentu saja setiap pasnagan menginginkan untuk memiliki momongan. Namun , keputusan untuk memiliki momongan sendiri dapat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab