Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Misteri Gelombang Kejut pada Supernova Terpecahkan

Misteri Gelombang Kejut pada Supernova Terpecahkan

1 April 2018 | Dibaca : 243x | Penulis : Maman Soleman

Meskipun cahaya terang akibat ledakan supernova telah pudar lebih dari 440 tahun yang lalu, para astronom masih mampu mempelajari sisa-sisanya karena terdapat gelombang kejut yang menjaga cahaya tersebut agar tetap menyala. Fakta itu dipaparkan Hiroya Yamaguchi dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics dalam The Astrophysical Journal, beberapa waktu lalu.

Sisa-sisa ledakan yang berupa white dwarf itu lebih dikenal sebagai supernova la. Peristiwa ledakan yang sering kali terjadi dalam sistem yang berpasangan itu terjadi karena white dwarf merupakan bintang yang menggunakan hidrogen dalam fusi nuklir dan adanya tarikan gravitasi memungkinkan penyerapan materi dari bintang terdekat tabrakan dan ledakan.

Menjelang ledakan white dwarf, tekanan pada inti bintang semakin membesar dan menyebabkan ledakan termonuklir yang dikenal sebagai supernova. Sejak ditemukan setahun yang lalu, bintang itu diperkirakan mengeluarkan materi logam dengan kecepatan mencapai 11 juta mil per jam (5.006 km per detik).

Ledakan tersebut juga mampu menciptakan gelombang kejut yang ombaknya sampai ke angkasa luar. Bahkan sekarang pun masih berlanjut sampai sekitar 300 kali kecepatan suara. Tim peneliti kemudian menemukan ada gelombang kejut yang bergerak terbalik terhadap bintang. Panas yang dihasilkan masuknya gelombang kejut kemudian menyinari gas dan memungkinkan astronom melihat dengar sinar x. Gelombang kejut terbalik tersebut menghasilkan cahaya melalui gas yang dipancarkan dan dapat dideteksi teleskop x-ray (XRT) milik pesawat ruang angkasa Suzaku.

Tim peneliti juga menemukan panas yang tidak dihasilkan melalui tabrakan elektron, tetapi melibatkan tabrakan dengan beberapa sifat dasar yang belum terpahami.

Melalui permodelan komputer, tim peneliti menemukan pemanasan tanpa tabrakan yang mempunyai elektron 1.000 kali lebih panas daripada tabrakan biasa. Penelitian itu menjadi bukti nyata tentang elektron yang dapat menjadi panas tanpa tabrakan dalam gelombang supernova.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pengamat : Survei Indek Kepuasan Haji hanya Buang-buang Anggaran
2 November 2017, by Admin
Tampang.com - Peningkatan Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun 1438 hijriah/2017 masehi mencapai 1,02 poin bila dibandingkan tahun sebelumnya. ...
Thing Translator, Alat Penerjemah Lewat Foto!
13 April 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Setelah mengeluarkan kemampuan penerjemah bahasa yaitu Google Translate, kini Google A.I. Experiments dari Google telah mengembangkan teknologi penerjemah baru ...
hujan di bandung
19 April 2017, by Tonton Taufik
Tampang.com, Bandung - Hujan lebat terjadi saat ini, masih berlangsung di Bandung. Banyak pohon tumbang dan billboard yang tidak kuat menghadapi angin dari ...
Presiden Jokowi Jalan Kaki 2 Kilometer Menuju Upacara HUT TNI
7 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Mobil RI1 yang terjebak macet membuat Presiden Jokowi harus berjalan kaki beberapa kilometer untuk sampai di lokasi peringatan HUT TNI ke 72 tahun di Pelabuhan ...
Kereta Api di Jerman Berencana Dilengkapi dengan Gym Hingga Konsol Game, Akankah Terwujud?
19 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika berkunjung dan berlibur menuju luar kota, tentunya menyenangkan. Namun, ada proses membosankan didalamnya. Ya, ketika proses perjalanan ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis