Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Misteri Gelombang Kejut pada Supernova Terpecahkan

Misteri Gelombang Kejut pada Supernova Terpecahkan

1 April 2018 | Dibaca : 284x | Penulis : Maman Soleman

Meskipun cahaya terang akibat ledakan supernova telah pudar lebih dari 440 tahun yang lalu, para astronom masih mampu mempelajari sisa-sisanya karena terdapat gelombang kejut yang menjaga cahaya tersebut agar tetap menyala. Fakta itu dipaparkan Hiroya Yamaguchi dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics dalam The Astrophysical Journal, beberapa waktu lalu.

Sisa-sisa ledakan yang berupa white dwarf itu lebih dikenal sebagai supernova la. Peristiwa ledakan yang sering kali terjadi dalam sistem yang berpasangan itu terjadi karena white dwarf merupakan bintang yang menggunakan hidrogen dalam fusi nuklir dan adanya tarikan gravitasi memungkinkan penyerapan materi dari bintang terdekat tabrakan dan ledakan.

Menjelang ledakan white dwarf, tekanan pada inti bintang semakin membesar dan menyebabkan ledakan termonuklir yang dikenal sebagai supernova. Sejak ditemukan setahun yang lalu, bintang itu diperkirakan mengeluarkan materi logam dengan kecepatan mencapai 11 juta mil per jam (5.006 km per detik).

Ledakan tersebut juga mampu menciptakan gelombang kejut yang ombaknya sampai ke angkasa luar. Bahkan sekarang pun masih berlanjut sampai sekitar 300 kali kecepatan suara. Tim peneliti kemudian menemukan ada gelombang kejut yang bergerak terbalik terhadap bintang. Panas yang dihasilkan masuknya gelombang kejut kemudian menyinari gas dan memungkinkan astronom melihat dengar sinar x. Gelombang kejut terbalik tersebut menghasilkan cahaya melalui gas yang dipancarkan dan dapat dideteksi teleskop x-ray (XRT) milik pesawat ruang angkasa Suzaku.

Tim peneliti juga menemukan panas yang tidak dihasilkan melalui tabrakan elektron, tetapi melibatkan tabrakan dengan beberapa sifat dasar yang belum terpahami.

Melalui permodelan komputer, tim peneliti menemukan pemanasan tanpa tabrakan yang mempunyai elektron 1.000 kali lebih panas daripada tabrakan biasa. Penelitian itu menjadi bukti nyata tentang elektron yang dapat menjadi panas tanpa tabrakan dalam gelombang supernova.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ketika Hujan, 7 Hal Ini Perlu Diperhatikan Saat Berkendara
15 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Saat ini, kita tengah memasuki musim penghujan. Tentunya, hujan bisa menjadi berbahaya bagi kita apabila kita tidak berhati-hati. Terlebih lagi ...
Pemkot Bandung Luncurkan Website untuk Wira Usaha baru
13 November 2017, by Admin
Tampang.com - Pemerintah Kota Bandung kembali melahirkan inovasi dalam pembangunan yang dilakukan. Kali ini, yang dirilis ke masyarakat yakni adanya website ...
Ridwan Kamil Janjikan Pekerjaan Untuk Rabiatul Guru SD yang Dipecat Karena Mendukungnya di Pilgub Jabar 2018
3 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Beberapa waktu lalu warganet dihebohkan dengan kejadian pemecatan seorang guru di Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Darul Maza Bekasi, tempatnya mengajar karena ...
donald trump
25 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump mengucapkan selamat Lebaran bagi umat Muslim di seluruh dunia. Ucapan ini terlontar setelah ...
7 Manfaat Mengkonsumsi Jahe Menurut Ahli
18 Desember 2017, by Rindang Riyanti
Anda mungkin pernah melihat akar jahe dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan itu. Khasiat jahe yang berguna sudah dikenal sejak zaman purba. Jahe ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab