Tampang

Betapa Beruntungnya Diri...

8 Mar 2018 22:34 wib. 1.200
0 0
Betapa Beruntungnya Diri...

Betapa beruntungnya kamu! Ketika kamu bangun tidur, bisa menikmati segarnya udara pagi, bisa merasakan dinginnya air, menikmati hangatnya teh manis, merasakan lezatnya nasi goreng, melihat pemandangan indah ketika berangkat ke tempat kerja, berbincang dengan teman kerja, menuntaskan tugas kerja, bercanda dengan pemilik kantin di kantor, dan berjuta indahnya kenikmatan hidup yang kamu rasakan sehari-harinya.  Tak akan habis banyaknya jika kita menghitung-hitung pemberian Tuhan kita.

Dalam hidup, ada banyak bahkan berjuta alasan atau lebih alasan yang membuat kita harus bersyukur. Tapi, sebagai manusia, justru kita lebih sering langsung melihat keburukan atau kesusahan, jika dibandingkan dengan melihat kelebihan atau kebahagiaan hidup. Padahal yang membuat ‘hidup lebih hidup’ adalah bagaimana kita bisa menikmati apa yang kita punya, bukan apa yang kita belum punya. Pun, dengan kita melihat keburukan atau kesusahan dalam hidup, itu hanya akan melemahkan motivasi hidup kita alias demotivasi.

Coba deh, kamu bayangkan apa jadinya jika hal-hal yang indah dalam hidup kita, tidak bisa lagi kita rasakan. Betapa hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tersebut sangat berharga bukan?  Bayangkan jika Allah mencabut berbagai kenikmatan hidupmu. Engkau tak mau hal tersebut terjadi bukan? Aku teringat cerita seorang tanteku, kira-kira 3 tahun silam ia mengalami kecelakaan. Nah, sejak itu ia tidak dapat mencium wawangian atau bebauan. Terbayang betapa tidak enaknya jika kita tidak bisa mencium wangi aroma masakan kita sendiri. betapa tersiksanya jika kita diminta untuk memilih aroma parfum kesukaan semenara kita tidak bisa menciumnya. Mencium wangi  mungkin terasa biasa, untuk kita yang merasa itu seakan otomatis dalam kehidupan. Tapi bagi tanteku, adalah menjadi keinginan yang diidam-idamkannya dapat mencium bebauan (lagi).

Engkau sudah diberikan keberuntungan oleh Allah untuk dapat mendengarkan suara angin berhembus, burung berkicau, suara ibu atau ayah yang memanggilmu, suara telepon, suara klakson kendaraan di jalan, suara musik kesukaanmu, dan suara-suara lainnya. Selalu ingatlah bahwa ini adalah anugerah engkau dapat mendengar dengan mudahnya. Di luar sana, di sekitar kita ada orang yang berjuang untuk dapat memahami percakapan lawan bicaranya, karena ia tidak dapat mendengarkan suara lawan biacaranya. Ada juga orang yang berusaha untuk memahami berita di televisi, namun tak bisa juga menafsirkannya karena belum semua televisi menyertakan bahasa isyaratnya.

<12>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

Jendral Sudirman : Salah Satu Tokoh Revolusi Indonesia
0 Suka, 0 Komentar, 25 Mei 2024
Susah Bangun Pagi? Yuk Coba Tips Ini
0 Suka, 0 Komentar, 12 Sep 2017

POLLING

Apakah Anda Setuju dengan TAPERA? Semua Pekerja di Indonesia, Gajinya dipotong 3%