Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Mikroba Antartika Berikan Pemahaan Tentang Evolusi Virus

Mikroba Antartika Berikan Pemahaan Tentang Evolusi Virus

24 Agustus 2017 | Dibaca : 313x | Penulis : Rindang Riyanti

Ilmuwan UNSW Sydney yang mempelajari mikroba dari beberapa danau dengan salinitas tinggi di Antartika telah menemukan cara baru bahwa mikroba tersebut dapat berbagi DNA yang dapat membantu mereka tumbuh dan bertahan.

Penelitian tersebut dilakukan dengan pengambilan sampel air selama 18 bulan di lokasi Antartika terpencil, yang juga menyoroti sejarah evolusi virus.

Tim tersebut secara tak terduga menemukan satu strain mikroba yang mengandung garam Antartika yang mengandung plasmid. Plasmid adalah molekul DNA kecil yang dapat bereplikasi secara independen di sel inang dan mengandung gen yang berguna bagi organisme.

"Tidak seperti virus, yang membungkus diri dengan mantel protein pelindung, plasmid biasanya berpindah-pindah melalui sel ke kontak sel, atau sebagai sepotong DNA telanjang," kata pemimpin tim peneliti, ilmuwan UNSW, Profesor Rick Cavicchioli.

 

"Tetapi plasmid yang kami temukan di mikroba Antartika menyamar sebagai virus. Mereka menghasilkan protein yang masuk ke membran inang, yang kemudian memungkinkan membran untuk bertahan dengan DNA plasmid.

 

Penulis penelitian Dr Susanne Erdmann mengatakan: "Ini adalah pertama kalinya mekanisme ini dipelajari. Dan ini bisa menjadi pelopor evolusi beberapa mantel pelindung yang lebih terstruktur yang dikembangkan virus untuk membantu penyebarannya dan menjadi penyerbu yang berhasil.

"Temuan ini menunjukkan beberapa virus mungkin telah berevolusi dari plasmid," katanya.

Mikroba Antartika yang dipelajari oleh para peneliti disebut haloarchaea dan diketahui bersifat promiscuous, menukar DNA dengan mudah di antara mereka sendiri.

Mereka bisa bertahan di Deep Lake, danau setinggi 36 meter yang asin sehingga asalnya tetap dalam bentuk cair hingga suhu minus 20 derajat. Danau tersebut, yang berjarak sekitar lima kilometer dari Stasiun Davis Australia, dibentuk sekitar 3.500 tahun yang lalu ketika benua Antartika bangkit, mengisolasi bagian lautan.

Mikroba Haloarchaea yang mengandung plasmid diisolasi dari sampel air yang sangat langka yang dikumpulkan dari Kepulauan Rauer sekitar 35 kilometer lebih jauh.

"Kami juga menemukan bahwa plasmid dapat mengambil beberapa DNA dari mikroba inang, mengintegrasikannya ke dalam DNA mereka sendiri, menghasilkan vesikula membran di sekitar tubuh mereka, lalu kemudian mematikan dan menginfeksi sel lain," kata Profesor Cavicchioli.

"Temuan ini relevan dengan ilmu Antartika dan juga biologi secara keseluruhan."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

3D selfie
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Ilmuwan komputer di University of Nottingham dan Kingston University telah memecahkan masalah kompleks yang selama ini telah menghambat para ahli dalam ...
serangan cyber
3 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
LONDON - Parlemen Inggris dilanda gelombang baru serangan cyber setelah hacker berusaha mengelabui anggota parlemen agar mengungkapkan kata sandinya. Hal ini ...
The Treeshrew Kecil Menentang Sepasang Peraturan Evolusioner
7 Januari 2018, by Slesta
The treeshrew kecil adalah pemutus dari aturan evolusi, khususnya jenis ecogeografis. Menurut sebuah makalah baru yang diterbitkan minggu ini di jurnal ...
 Naura & Genk Juara, Menjawab Keresahan akan Kurangnya Film untuk Anak- anak
9 November 2017, by Rachmiamy
Kabar bahagia bagi para orang tua yang masih memiliki buah hati yang masih usia anak- anak. Pasalnya, film drama musikal Indonesia yang bertemakan cerita anak- ...
Varane Mengaku Manchester United Tertarik Padanya
17 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dua klub besar sepak bola dunia yakni Manchester United yang berasal dari klub Inggris dan Real Madrid dari Spanyol kerap memiliki hubungan di bursa transfer ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview