Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Meski Rupiah Melemah, Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN Tetap Aman

Meski Rupiah Melemah, Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN Tetap Aman

26 April 2018 | Dibaca : 225x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan meski saat ini nilai rupiah melemah namun defisit APBN 2018 tetap aman. Dimana pemerintah telah mematok defisik fiscal sebesar Rp 329.9 triliun atau setara dengan 2.9 persen Produk Domestik Bruto.

Sri Mulyani yang sering disapa Ani itu mengatakan pemerintah akan melakukan pemantauan terhadap pos-pos penerimaan dan belanja di APBN yang berpotensi berdampak pada pelemahan rupiah, kenaikan suku bunga, dan harga minyak dunia.

"Sampai hari ini dengan adanya sensitivitas kurs rupiah, suku bunga, harga minyak, defisit APBN di 2018 masih akan tetap terjaga di 2,19 persen sesuai UU APBN," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Bahkan Ani memperkirakan defisit fiscal tahun ini bisa lebih rendah dengan melihat potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari minyak.

"Dengan fondasi fiskal kita yang kuat, defisit terjaga, kebijakan moneter yang terus dijaga fleksibilitasnya, akan bisa menjaga kepercayaan masyarakat," katanya

Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang merupakan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan bekerjasama untuk melakukan koordinasi terhadap perubahan dinamika di perekonomian global dan mengantisipasinya secara bersama.

"Kita akan antisipasi dalam konteks pergerakan kebijakan (AS) ini terhadap mata uang dolar AS dan suku bunga mereka. Kita akan lihat kebijakan makro di Indonesia," ujar Ani.

Ani mengatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS justru dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki daya saing dan mendorong kinerja ekspor Indonesia.

"Kita perlu mengambil manfaat, karena ekspor kita harus dipacu lebih bagus. Kesempatannya adalah hari ini, mumpung pertumbuhan ekonomi global masih positif, permintaan dari negara lain pun masih ada," jelasnya.

Ekspor produk manufaktur harus dipacu.

"Kompetitif ekspor produk manufaktur harus dipacu karena komoditas bahan mentah memiliki elastisitas yang tidak terlalu tinggi," kata Sri Mulyani.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hati-Hati! Ternyata Wanita Lebih Berisiko Terserang Osteoporosis
9 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu penyakit pada tulang yang sering dirasakan adalah osteoporosis. Penyakit ini membuat tulang menjadi lebih keropos, karena hilangnya ...
Lezaaat, ini dia Resep Nasi Tutug Oncom khas Tasikmalaya!
19 Juli 2017, by Zeal
Selain terkenal dengan Kota Santri, Tasikmalaya juga ternyata terkenal dengan kulinernya yang sangat bervariasi. Salahsatunya yang juga terkenal adalah Tutug ...
Korea Utara Melaporkan Penghancuran Situs Uji Nuklir Punggye-ri
24 Mei 2018, by Slesta
Korea Utara mengatakan pada hari Kamis bahwa "sepenuhnya" membongkar satu-satunya tempat uji nuklirnya yang diketahui, menyebut langkah itu suatu ...
Tebing Hawu Padalarang Bandung Miliki Lengkungan Alami yang Langka dan Indah
29 Juli 2018, by Maman Soleman
Hawu merupakan tebing yang berada di balik tebing Citatah 125 yang juga biasa disebut dengan Gunung Kapur Singgalang di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung ...
Bahia de Cadiz, Taman Nasional Spanyol yang Menyerupai Aliran pada Otak
1 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika dilihat-lihat, memang foto rawa-rawa di Bahia de Cadiz Natural Park, San Fernando, Spanyol ini terlihat seperti jaringan otak. Foto-foto ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab