Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Meski Rupiah Melemah, Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN Tetap Aman

Meski Rupiah Melemah, Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN Tetap Aman

26 April 2018 | Dibaca : 358x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan meski saat ini nilai rupiah melemah namun defisit APBN 2018 tetap aman. Dimana pemerintah telah mematok defisik fiscal sebesar Rp 329.9 triliun atau setara dengan 2.9 persen Produk Domestik Bruto.

Sri Mulyani yang sering disapa Ani itu mengatakan pemerintah akan melakukan pemantauan terhadap pos-pos penerimaan dan belanja di APBN yang berpotensi berdampak pada pelemahan rupiah, kenaikan suku bunga, dan harga minyak dunia.

"Sampai hari ini dengan adanya sensitivitas kurs rupiah, suku bunga, harga minyak, defisit APBN di 2018 masih akan tetap terjaga di 2,19 persen sesuai UU APBN," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Bahkan Ani memperkirakan defisit fiscal tahun ini bisa lebih rendah dengan melihat potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari minyak.

"Dengan fondasi fiskal kita yang kuat, defisit terjaga, kebijakan moneter yang terus dijaga fleksibilitasnya, akan bisa menjaga kepercayaan masyarakat," katanya

Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang merupakan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan bekerjasama untuk melakukan koordinasi terhadap perubahan dinamika di perekonomian global dan mengantisipasinya secara bersama.

"Kita akan antisipasi dalam konteks pergerakan kebijakan (AS) ini terhadap mata uang dolar AS dan suku bunga mereka. Kita akan lihat kebijakan makro di Indonesia," ujar Ani.

Ani mengatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS justru dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki daya saing dan mendorong kinerja ekspor Indonesia.

"Kita perlu mengambil manfaat, karena ekspor kita harus dipacu lebih bagus. Kesempatannya adalah hari ini, mumpung pertumbuhan ekonomi global masih positif, permintaan dari negara lain pun masih ada," jelasnya.

Ekspor produk manufaktur harus dipacu.

"Kompetitif ekspor produk manufaktur harus dipacu karena komoditas bahan mentah memiliki elastisitas yang tidak terlalu tinggi," kata Sri Mulyani.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Playworld Situs Hiburan dan Berita Terupdate yang Kekinian
25 Juni 2019, by Admin
Di era yang modern saat ini, berbagai informasi terbaru dengan mudah kini dapat diakses dengan mudah melalui perangkat teknologi canggih. Dan perangkat ...
Tampil Cantik Dengan Brokoli
21 Mei 2018, by oteli w
Tampil Cantik Dengan Brokoli   Tidaklah berlebihan mengatakan bahwa brokoli merupakan sayur yang kaya manfaat. Karena tak hanya kaya akan zat-zat ...
Dibalik Kenikmatannya, Vape Ternyata Menyimpan 5 Bahaya Ini
21 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ada beberapa cara yang dilakukan oleh perokok untuk meninggalkan kebiasaan merokok. Salah satunya adalah dengan menggantinya dengan rokok ...
Apa Pendapat Najwa Shihab Soal Jilbab?
11 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Siapa yang tidak mengenal Quraish Shihab? Seorang ulama muslim ternama di Tanah Air. Selain sebagai ulama ternama, Beliau merupakan Ayah ...
Djarot Akan Cabut KJP dan BPJS Pedagang Kaki Lima dan Pengendara yang Terobos Trotoar
18 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Djarot Saiful Hidayat selaku Gubernur DKI akan menindak tegas pedagang kaki lima dan pengendara yang berani menerobos trotoar. Ia mengancam akan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab