Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Meski Rupiah Melemah, Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN Tetap Aman

Meski Rupiah Melemah, Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN Tetap Aman

26 April 2018 | Dibaca : 499x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan meski saat ini nilai rupiah melemah namun defisit APBN 2018 tetap aman. Dimana pemerintah telah mematok defisik fiscal sebesar Rp 329.9 triliun atau setara dengan 2.9 persen Produk Domestik Bruto.

Sri Mulyani yang sering disapa Ani itu mengatakan pemerintah akan melakukan pemantauan terhadap pos-pos penerimaan dan belanja di APBN yang berpotensi berdampak pada pelemahan rupiah, kenaikan suku bunga, dan harga minyak dunia.

"Sampai hari ini dengan adanya sensitivitas kurs rupiah, suku bunga, harga minyak, defisit APBN di 2018 masih akan tetap terjaga di 2,19 persen sesuai UU APBN," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Bahkan Ani memperkirakan defisit fiscal tahun ini bisa lebih rendah dengan melihat potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari minyak.

"Dengan fondasi fiskal kita yang kuat, defisit terjaga, kebijakan moneter yang terus dijaga fleksibilitasnya, akan bisa menjaga kepercayaan masyarakat," katanya

Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang merupakan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan bekerjasama untuk melakukan koordinasi terhadap perubahan dinamika di perekonomian global dan mengantisipasinya secara bersama.

"Kita akan antisipasi dalam konteks pergerakan kebijakan (AS) ini terhadap mata uang dolar AS dan suku bunga mereka. Kita akan lihat kebijakan makro di Indonesia," ujar Ani.

Ani mengatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS justru dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki daya saing dan mendorong kinerja ekspor Indonesia.

"Kita perlu mengambil manfaat, karena ekspor kita harus dipacu lebih bagus. Kesempatannya adalah hari ini, mumpung pertumbuhan ekonomi global masih positif, permintaan dari negara lain pun masih ada," jelasnya.

Ekspor produk manufaktur harus dipacu.

"Kompetitif ekspor produk manufaktur harus dipacu karena komoditas bahan mentah memiliki elastisitas yang tidak terlalu tinggi," kata Sri Mulyani.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mantan Pemain Liga China ini Ikut Berhaji Lho!
2 September 2017, by Akbar Gemilang Suzli
Mantan striker Chelsea dan Shanghai Shenhua, Demba Ba, dikabarkan tengah menunaikan ibadah haji di Mekkah. Lewat sebuah foto yang beredar di dunia maya, tampak ...
Pemerintah Indonesia Kerjasama dengan Tiongkok Kembangkan Riset Bioteknologi
28 November 2017, by Admin
Tampng.com - Kementerian Riset, Teknologi (Ristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti) membentuk Joint Committee Meeting (JCM). Ini dibentuk untuk mengawal ...
Siapkan 5 Hal ini Secara Matang Sebelum Memutuskan untuk Menikah
27 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Bicara tentang pernikahan tentunya perlu banyak persiapan bukan hanya soal hati namun semuanya harus disiapkan secara matang. Mencintai pasangan ...
Main Biliar Saat Jam Sekolah, Puluhan Pelajar Cirebon Diciduk Polisi
17 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Puluhan pelajar di Kota Cirebon, Jawa Barat, terjaring razia saat Unit Sabhara Polres Cirebon Kota mengadakan operasi penyakit masyarakat (pekat), Senin ...
Pembangkit Listrik Tenaga Fusi Segera Terealisasi Pada 2030
11 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Ilmuwan MIT Earl Marmar percaya bahwa kita semua bisa segera memanfaatkan energi fusi nuklir tanpa harus menunggu waktu yang lama.  Marmar, yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview