Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Meski Rupiah Melemah, Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN Tetap Aman

Meski Rupiah Melemah, Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN Tetap Aman

26 April 2018 | Dibaca : 271x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan meski saat ini nilai rupiah melemah namun defisit APBN 2018 tetap aman. Dimana pemerintah telah mematok defisik fiscal sebesar Rp 329.9 triliun atau setara dengan 2.9 persen Produk Domestik Bruto.

Sri Mulyani yang sering disapa Ani itu mengatakan pemerintah akan melakukan pemantauan terhadap pos-pos penerimaan dan belanja di APBN yang berpotensi berdampak pada pelemahan rupiah, kenaikan suku bunga, dan harga minyak dunia.

"Sampai hari ini dengan adanya sensitivitas kurs rupiah, suku bunga, harga minyak, defisit APBN di 2018 masih akan tetap terjaga di 2,19 persen sesuai UU APBN," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Bahkan Ani memperkirakan defisit fiscal tahun ini bisa lebih rendah dengan melihat potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari minyak.

"Dengan fondasi fiskal kita yang kuat, defisit terjaga, kebijakan moneter yang terus dijaga fleksibilitasnya, akan bisa menjaga kepercayaan masyarakat," katanya

Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang merupakan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan bekerjasama untuk melakukan koordinasi terhadap perubahan dinamika di perekonomian global dan mengantisipasinya secara bersama.

"Kita akan antisipasi dalam konteks pergerakan kebijakan (AS) ini terhadap mata uang dolar AS dan suku bunga mereka. Kita akan lihat kebijakan makro di Indonesia," ujar Ani.

Ani mengatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS justru dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki daya saing dan mendorong kinerja ekspor Indonesia.

"Kita perlu mengambil manfaat, karena ekspor kita harus dipacu lebih bagus. Kesempatannya adalah hari ini, mumpung pertumbuhan ekonomi global masih positif, permintaan dari negara lain pun masih ada," jelasnya.

Ekspor produk manufaktur harus dipacu.

"Kompetitif ekspor produk manufaktur harus dipacu karena komoditas bahan mentah memiliki elastisitas yang tidak terlalu tinggi," kata Sri Mulyani.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bermodalkan "SMS" Menghasilkan Banyak Rupiah?
4 Mei 2017, by titin
Jaman (nama samaran) sebut saja demikian, adalah seorang suami yang mempunyai dua orang anak yang sudah belajar di sekolah dasar deket rumahnya, dia adalah ...
Dua Pembalap Tim Suzuki Ecstar Gagal Mendapatkan Poin di MotoGP Malaysia
30 Oktober 2017, by Rachmiamy
Tim Suzuki Ecstar mengalami hasil yang buruk ketika melakukan balapan di Sirkuit Sepang Malaysia pada pergelaran seri ke 17 MotoGP 2017. Dua pembalapnya gagal ...
NU - Muhammadiyah Ngaji Bareng, Sepakat Memilih TNI Sebagai Penceramah Supaya Adil
30 Juli 2017, by Zeal
tampang.com - Ada yang menarik beberapa waktu yang lalu di daerah Surabaya. Kota yang terkenal sebagai Kota Pahlawan ini, salahsatu kelurahannya, Kalijudan, ...
Menjadi Miskin Dapat Meningkatkan Risiko Demensia
17 Mei 2018, by Slesta
Menjadi miskin di kemudian hari dapat meningkatkan risiko demensia hingga 50 persen, penelitian baru menunjukkan. "Penelitian kami menegaskan bahwa ...
Konsumsi Keju Bisa Mencegah Kanker Hati
5 Mei 2017, by Ayu
Anda pasti kaget jika Keju menjadi salah satu makanan yang dapat mencegah kanker hati. Semua orang senang dengan keju ini, sebab rasanya sangat khas. Selain ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview