Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Mengenalkan Menulis Sedari Dini Pada Anak, Mengapa Tidak?

Mengenalkan Menulis Sedari Dini Pada Anak, Mengapa Tidak?

2 April 2018 | Dibaca : 353x | Penulis : Dika Mustika

Menulis sedari anak usia dini? Mengapa tidak? Aku pernah mendengarkan kisah mengenai seorang guru yang mengenalkan interaksi dengan kegiatan menulis sejak di awal anak usia sekolah dasar. Di masa lalu, menulis itu kesannya suatu aktifitas serius yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Bahkan, dahulu masih jarang dijumpai buku yang ditulis oleh anak-anak. Namun kini...tak sulit menemukan buku yang ditulis oleh anak. Jadi, menulis ternyata bukanlah aktifitas yang berbatas usia. Semua orang ternyata bisa melakukannya kok.

 

Kita simak yuk, bagaimana mengenalkan interaksi dengan kegiatan menulis ini untuk anak usia dini!

Adakan kegiatan membaca yang rutin. Hal ini bisa dilakukan bukan hanya di sekolah lho, tapi justru yang terpenting adalah kegiatan membaca di rumah. Apa hubungannya ingin mengenalkan kegiatan menulis, tapi malah diminta untuk berkegiatan baca? Menulis adalah salah satu kegiatan output atau pengutaraan setelah anak mendapatkan proses input lalu mengolahnya. Nah, membaca ini adalah salah satu proses input tersebut. Sebagai analogi, apa yang bisa dikeluarkan oleh mesin pembuat makanan, jika tidak ada bahan baku yang dimasukkan. Baca inilah adalah bahan baku yang akan diolah oleh anak untuk menghasilkan output (baca: tulisan).

 

Adakan kegiatan mendongeng. Gunakan pilihan buku dengan ide cerita yang imajinatif. Siapa yang tak suka dongeng? Rasanya mulai dari anak usia bayi hingga orang tua sekalipun menyukai kegiatan ini. Nah, mendengarkan dongeng adalah salah satu proses input. Selanjutnya anak akan memproses input tersebut menjadi output (baca: tulisan). Dengan referensi berbagai dongeng yang didengar atau dibaca, anak akan memiliki cukup banyak ‘modal’ untuk diolah.

 

Salah satu kegiatan untuk menambah ‘input’ pada anak juga adalah menonton! Dengan visualisasi film yang ditontonnya, ini juga melatih visualisasi anak untuk membayangkan berbagai latar cerita dan waktu dalam karya tulisannya. Juga dapat melatih bagaimana memeparkan alur cerita dalam tulisannya.

 

Lakukan juga apresiasi terhadap berbagai proses  input di atas. Diskusikan apa yang menarik dan kurang manarik bagi anak. Dan jika diminta untuk mengubah isi buku/dongeng/film, diskusikan bagian mana yang akan diubah.

 

Lakukan permainan melanjutkan cerita! Permainan ini sangat menyenangkan sekaligus mengundang antusiasme tersendiri. Bisa di awali dengan kalimat pembukan dari kita, lalu minta satu persatu anak untuk melanjutkan kalimat pembuka tersebut. Permainan ini bisa dilakukan secara verbal saja atau langsung secara tertulis. Jika secara verbal, cerita bisa bersumber dari 1 kalimat pembuka. Nah, untuk permainan yang dilakukan secara tertulis, sumber kalimat pembuka adalah dari setiap anak yang mengikuti permainan ini. Misal: anak duduk melingkar 10 orang, kemudian masing-masing anak menuliskan kalimat pembuka untuk dilanjutkan oleh teman sekelompoknya menjadi cerita. Kertas akan berputar di kelompok masing-masing, hingga nanti akhirnya kertas kembali pada pemiliknya dan....voila! biasanya akan tidak menyangka akan menjadi cerita yang unik dan tidak terprediksi.

 

Nah, tertarik mencoba kegiatan di atas bersama anak, sepupu, keponakan, atau anak-anak lainnya untuk mengenalkan kegiatan pada mereka?

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pembalap Ducati siap Tampil Habis-habisan di Partai Puncak GP
2 November 2017, by Admin
Tampang.com. VALENCIA- Tak banyak pilihan bagi Ducati di seri terakhir MotoGP Valencia 12 November nanti. Defisit 21 poin antara Andrea Dovizioso dan ...
Terapi Pengobatan Kanker Terbaru dengan DCVax-L
19 Juli 2018, by Maman Soleman
Peneliti memakai rekayasa virus genetik untuk menghilangkan sel kanker. Secara khusus sekarang memang belum tersedia obat kanker yang betul-betul bisa ...
Giring Nidji Keluar, Ingin Bubar kah?
2 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Giring Ganesha atau yang lebih dikenal dengan "Giring Nidji", secara resmi telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai vokalis dari ...
Tampil dengan Kaki Berbulu, Model Ini Dapat Kecaman Netizen
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Media sosial dewasa ini menjadi ajang bullying yang empuk bagi para haters. Salah satu yang tak luput dari caci maki para haters adalah Arvida Bystrom, ...
Depresi ternyata Dipengaruhi oleh Jenis Kelamin dan Usia
30 Juli 2018, by Maman Soleman
Mengenali kesehatan mental seperti depresi acap kali tak segampang memahami masalah kesehatan fisik. Ciri yang tidak kasat mata serta gejala yang tidak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab