Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
dwiarso budi

Mengenal Sosok Ketua Majelis Hakim Yang Memvonis Ahok 2 Tahun Penjara

10 Mei 2017 | Dibaca : 726x | Penulis : Tonton Taufik

Oleh: Ilham Bintang.

Rasanya sulit dipercaya, namun begitulah faktanya, setiap hari dari rumah  ke kantor pulang pergi ia  naik angkutan umum  busway. Itulah hakim H. Dwiarso Budi, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memimpin majelis hakim sidang perkara penistaan agama oleh Gubernur  DKI non aktif Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sejak Selasa (13/12) di Pengadilan  Negeri Jakarta Pusat, jalan Gajahmada, Jakarta.

Di mata kawan-kawannya ia dijuluki bonek ( bondo nekat). Bukan hanya karena kelahiran Surabaya, tetapi julukan itu menunjuk pada integritasnya sebagai hakim. Anti suap, antik gertak, kata seorang sahabatnya.

Lahir di Surabaya 14 Maret 1962, Inoenk begitu panggilan akrab

H.Dwiarso Budi Santiarto,SH.Mhum sampai sekarang pun masih tinggal di rumah dinas. Suami Yanti, SH. MH ( teman kuliah) dan ayah dua anak, Rio  dan Anya ini pernah menjadi ketua pengadilan di Kotabumi, Kraksaan, Depok, Banjarmasin, dan Semarang.

Puteranya, Rio (S1 ITB S2 UI ) saat ini tinggal di Jepang bekerja sebagai pelayan toko. Sedangkan Anya  (Hukum Unpar), sebagai pegawai pajak di Palangka Raya. Ada kisah menarik putera puteri Inoenk, ketika terjadi penangkapan terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar tempo hari. Kompak mereka meminta Inoenk berhenti jadi hakim karena merasa malu dengan professi ayahnya. Juga kompak berdua menyatakan biarlah mereka yang bekerja untuk menopang ekonomi orang tuanya.

Sarjana Hukum jebolan  SI Universitas Airlangga dan S2 Universitas Gajahmada dan terakhir Lemhanas (2016) ini adalah mantan Atlet Hoki  PON Jatim dan Atlet Tennis mewakili Provinsi  di mana dia bertugas waktu itu.

 

Memutus seumur hidup koruptor BLBI

Mantan Asisten/ Sekretaris

Mahkamah Agung ini sewaktu bertugas  sebagai Hakim Pengadilan Negeri Jakarta  Pusat memutus hukuman seumur hidup untuk koruptor BLBI

Waktu bertugas di semarang Inoenk juga memutus sengketa Gubernur Jateng lawan Pengacara Kondang Yusril dengan menghukum hakim temannya sendiri karena menerima suap dan beberapa koruptor serta pejabat Bupati Karang Anyar.

Keberaniannya untuk berbeda dengan alasan hukum yang rasional itulah yg membuat Ketua Mahkamah Agung Marsekal Sarwata sangat membanggakannya.

Dosen  favorit  Fakultas Hukum Universitas Trisakti itu kini menjadi tempat bergantung  harapan keputusan adil dari persidangan kasus penistaan agama Ahok. Sekian lama ia memang  menjadi gantungan harapan para penuntut keadilan yang mengharapkan vonisnya terhadap Ahok terbebas dari pelbagai intervensi supaya wajah hukum kita mendapat kepercayaan publik. Selasa (9/5) siang akhirnya ia membuktikan dirinya memang hakim yang berintegritas  tinggi. Meskipun sempat  dibayangi spekulasi dia juga akan dilumat pelbagai manuver seperti aparat penegak hukum lainnya yang masuk angin. Vonisnya,  Ahok terbukti bersalah, dan dihukum penjara 2 tahun. Langsung ditahan di LP Cipinang.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Test Pack untuk Uji Kanker
22 Maret 2018, by Maman Soleman
Sepotong kertas dapat memberikan tanda adanya tumor di badan kita. Satu hari nanti sepotong kertas, mirip kertas pendeteksi kehamilan (test pack), dengan mudah ...
Desa Budaya untuk Melestarikan Budaya Jawa, Gunung Kidul
5 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebanyak 15 desa budaya di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diharapkan menjaga adat dan tradisi Jawa di wilayah ...
Barcelona Gugat Neymar Karena Dianggap Langgar Kontrak
23 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu klub raksasa Spanyol, Barcelona menggugat mantan pemainnya yang pergi menuju PSG, yakni Neymar sebesar 8,5 juta euro karena tuduhan ...
Polisi Razia Kost-kostan di Cirebon, Belasan Pasangan Mesum Terjaring Razia
26 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Razia penyakit masyarakat ( Pekat ) yang  dilakukan satuan sabhara Polres Cirebon kota, berhasil mengamankan belasan pasangan mesum yang ...
Pembunuh dan Pemerkosa di Iran di Hukum Gantung di Hadapan Publik
21 September 2017, by Rindang Riyanti
Esmail Jafarzaedah, seorang warga Iran, menjalani hukuman gantung di depan kerumunan orang setelah dinyatakan bersalah atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview