Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Mengenal Fase-fase Kematian Manusia

Mengenal Fase-fase Kematian Manusia

15 Juli 2018 | Dibaca : 526x | Penulis : Nur Atinal Khusna

Mati menjadi rahasia antara Sang Pencipta dengan makhluknya, sebab tak seorang pun dapat mengetahui kapan datangnya dan kita pun tak dapat menghindarinya.

Saat ajal mendekat, barulah manusia bisa melihat tanda-tandanya. Dunia Kedokteran sendiri menetapkan tiga fase kematian, yakni dari mati klinis, mati otak hingga fase final kematian. Secara biologis, pada fase final kematian jasad menjadi kaku dan mulai terjadi proses pembusukan.

Mati Klinis

Dalam fase pertama ini ditandai dengan berhentinya pernafasan dan detak jantung, impuls dari otak memudar, dan panca indera tidak lagi bereaksi. Tanda-tanda tersebut dapat dibuktikan dengan pemasangan alat kedokteran kepada pasien yang kemudian terlihat di monitor bahwa kurvanya datar dan tidak lagi berdetak.

Fase dekat kematian sering dialami oleh orang yang sudah dinyatakan "mati klinis" yang kemudian hidup kembali. Beberapa kasus medis membuktikan, ada orang yang sudah dinyatakan mati klinis selama beberapa menit, bisa hidup kembali setelah menjalani proses reanimasi klinis. Seperti kasus masase jantung, pemberian nafas buatan, penggunaan defibrilator dan tindakan kedokteran lainnya. Ada yang kemudian hidup sehat tapi ada pula yang harus menerima dampak kesehatan dari penanganan medis tersebut.

Mati otak dan kontroversi donor organ tubuh

Dalam fase kedua ini semua fungsi otak berhenti. Pasien biasanya masih bisa "hidup" karena dibantu alat-alat kedokteran, seperti alat pernafasan alat pacu jantung dan lainnya.

Dalam fase ini, biasanya para dokter memutuskan pengambilan organ tubuh penting untuk didonorkan. Hal ini dengan pertimbangan organ-organ tubuh yang penting masih berfungsi meski mengalami fase mati otak.

Fase final kematian

Lain halnya dengan mati klinis, dalam fase final kematian atau disebut sebagai kematian biologis, organ tubuh yang diambil sudah tidak ada gunanya lagi, karena sudah mati. Fase ini ditandai dengan kematian milyaran sel-sel tubuh sehingga tidak ada regenerasi sel. Hal inilah yang memperjelas tanda-tanda kematian.

Selain itu, Anda bisa melihat munculnya bercak-bercak pada kulit dan jasad menjadi kaku. Lalu, akan berlangsung proses pembusukan secara cepat. Dalam fase ini, dapat dinyatakan dengan pasti bahwa makhluk hidup (manusia) sudah mati.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Aneka Jajanan Khas Hajatan yang Masih Populer
29 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Saat di rumah sedang mengadakan acara syukuran atau hajatan biasanya ada beberapa makanan khas yang tidak akan ketinggalan yang menjadi sajian ...
5 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat Siap Terima Dana Alokasi Khusus ( DAK )
20 November 2017, by Admin
  Tampang.com - Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) menjadi salah satu penyokong pembangunan dari pemerintah pusat ke daerah. Sayang, dari berdasarkan ...
4 Alasan Agar Kamu Suka Hari Senin
13 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dari tujuh hari dalam seminggu, kemungkinan banyak sekali yang tidak menyukai hari Senin. Salah satu alasannya karena hari Senin awal dari ...
Atlet Indonesia tidak bisa Berangkat ke Chile karen Kurang Dana
1 November 2017, by Admin
Tampang.com - Prestasi Dedeh Erawati di dunia olahraga nasional, khususnya atletik, sudah tak diragukan lagi. Kendati usianya tak lagi muda, Dedeh masih ...
Karena Banyaknya Semburan Lumpur Gas,Dewan Mendesak Pembuatan Peta Geologi
8 November 2017, by Admin
Tampangcom – Kasus semburan gas dan lumpur sudah beberapa kali terjadi dan menimbulkan korban luka hingga kerugian material. Namun, hingga kini belum ada ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab