Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Mengenal Fase-fase Kematian Manusia

Mengenal Fase-fase Kematian Manusia

15 Juli 2018 | Dibaca : 774x | Penulis : Nur Atinal Khusna

Mati menjadi rahasia antara Sang Pencipta dengan makhluknya, sebab tak seorang pun dapat mengetahui kapan datangnya dan kita pun tak dapat menghindarinya.

Saat ajal mendekat, barulah manusia bisa melihat tanda-tandanya. Dunia Kedokteran sendiri menetapkan tiga fase kematian, yakni dari mati klinis, mati otak hingga fase final kematian. Secara biologis, pada fase final kematian jasad menjadi kaku dan mulai terjadi proses pembusukan.

Mati Klinis

Dalam fase pertama ini ditandai dengan berhentinya pernafasan dan detak jantung, impuls dari otak memudar, dan panca indera tidak lagi bereaksi. Tanda-tanda tersebut dapat dibuktikan dengan pemasangan alat kedokteran kepada pasien yang kemudian terlihat di monitor bahwa kurvanya datar dan tidak lagi berdetak.

Fase dekat kematian sering dialami oleh orang yang sudah dinyatakan "mati klinis" yang kemudian hidup kembali. Beberapa kasus medis membuktikan, ada orang yang sudah dinyatakan mati klinis selama beberapa menit, bisa hidup kembali setelah menjalani proses reanimasi klinis. Seperti kasus masase jantung, pemberian nafas buatan, penggunaan defibrilator dan tindakan kedokteran lainnya. Ada yang kemudian hidup sehat tapi ada pula yang harus menerima dampak kesehatan dari penanganan medis tersebut.

Mati otak dan kontroversi donor organ tubuh

Dalam fase kedua ini semua fungsi otak berhenti. Pasien biasanya masih bisa "hidup" karena dibantu alat-alat kedokteran, seperti alat pernafasan alat pacu jantung dan lainnya.

Dalam fase ini, biasanya para dokter memutuskan pengambilan organ tubuh penting untuk didonorkan. Hal ini dengan pertimbangan organ-organ tubuh yang penting masih berfungsi meski mengalami fase mati otak.

Fase final kematian

Lain halnya dengan mati klinis, dalam fase final kematian atau disebut sebagai kematian biologis, organ tubuh yang diambil sudah tidak ada gunanya lagi, karena sudah mati. Fase ini ditandai dengan kematian milyaran sel-sel tubuh sehingga tidak ada regenerasi sel. Hal inilah yang memperjelas tanda-tanda kematian.

Selain itu, Anda bisa melihat munculnya bercak-bercak pada kulit dan jasad menjadi kaku. Lalu, akan berlangsung proses pembusukan secara cepat. Dalam fase ini, dapat dinyatakan dengan pasti bahwa makhluk hidup (manusia) sudah mati.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

tentang menangis
3 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Menangis menjadi salah satu kegiatan untuk mengekspresikan diri. Oleh karena itu, tak perlu takut dan malu untuk menangis. Pasalnya, menangis ...
Upayakan Anak Bergerak Sejak Dini untuk Menghindari Penyakit Tidak Menular
14 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Daya tahan tubuh anak masih sangat rentan terhadap timbulnya berbagai macam penyakit baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular. ...
Setelah Pemblokiran, Muncul Petisi Pembatalan Telegram
15 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seperti yang diketahui, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) resmi memblokir aplikasi Telegram, Jumat (14/7). Kemkominfo ...
Pisang Goreng Kipas : Camilan Mengenyangkan Tapi Tidak Bikin Gemuk
16 Juni 2018, by oteli w
Pisang Goreng Kipas : Camilan Mengenyangkan Tapi Tidak Bikin Gemuk   Buah pisang sudah sangat enak jika dimakan begitu saja. Biasanya buah pisang ...
Ingin Sehat? Rutin Konsumsi Lemon Madu di Pagi Hari
2 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu gaya hidup sehat yang cukup terkenal di luar negeri adalah dengan konsumsi campuran lemon dan madu di pagi hari. Diduga campuran ini ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab