Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Mengenal Fase-fase Kematian Manusia

Mengenal Fase-fase Kematian Manusia

15 Juli 2018 | Dibaca : 619x | Penulis : Nur Atinal Khusna

Mati menjadi rahasia antara Sang Pencipta dengan makhluknya, sebab tak seorang pun dapat mengetahui kapan datangnya dan kita pun tak dapat menghindarinya.

Saat ajal mendekat, barulah manusia bisa melihat tanda-tandanya. Dunia Kedokteran sendiri menetapkan tiga fase kematian, yakni dari mati klinis, mati otak hingga fase final kematian. Secara biologis, pada fase final kematian jasad menjadi kaku dan mulai terjadi proses pembusukan.

Mati Klinis

Dalam fase pertama ini ditandai dengan berhentinya pernafasan dan detak jantung, impuls dari otak memudar, dan panca indera tidak lagi bereaksi. Tanda-tanda tersebut dapat dibuktikan dengan pemasangan alat kedokteran kepada pasien yang kemudian terlihat di monitor bahwa kurvanya datar dan tidak lagi berdetak.

Fase dekat kematian sering dialami oleh orang yang sudah dinyatakan "mati klinis" yang kemudian hidup kembali. Beberapa kasus medis membuktikan, ada orang yang sudah dinyatakan mati klinis selama beberapa menit, bisa hidup kembali setelah menjalani proses reanimasi klinis. Seperti kasus masase jantung, pemberian nafas buatan, penggunaan defibrilator dan tindakan kedokteran lainnya. Ada yang kemudian hidup sehat tapi ada pula yang harus menerima dampak kesehatan dari penanganan medis tersebut.

Mati otak dan kontroversi donor organ tubuh

Dalam fase kedua ini semua fungsi otak berhenti. Pasien biasanya masih bisa "hidup" karena dibantu alat-alat kedokteran, seperti alat pernafasan alat pacu jantung dan lainnya.

Dalam fase ini, biasanya para dokter memutuskan pengambilan organ tubuh penting untuk didonorkan. Hal ini dengan pertimbangan organ-organ tubuh yang penting masih berfungsi meski mengalami fase mati otak.

Fase final kematian

Lain halnya dengan mati klinis, dalam fase final kematian atau disebut sebagai kematian biologis, organ tubuh yang diambil sudah tidak ada gunanya lagi, karena sudah mati. Fase ini ditandai dengan kematian milyaran sel-sel tubuh sehingga tidak ada regenerasi sel. Hal inilah yang memperjelas tanda-tanda kematian.

Selain itu, Anda bisa melihat munculnya bercak-bercak pada kulit dan jasad menjadi kaku. Lalu, akan berlangsung proses pembusukan secara cepat. Dalam fase ini, dapat dinyatakan dengan pasti bahwa makhluk hidup (manusia) sudah mati.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

RUU Anti Teroris Belum Disahkan, Banyak Pihak Mempertanyakan Kinerja DPR RI, Diantaranya KWI
14 Mei 2018, by oteli w
RUU Anti Teroris Belum Disahkan, Banyak Pihak Mempertanyakan Kinerja DPR RI, Diantaranya KWI   Pada Minggu (13/5/2018) Beberapa Tokoh Lintas agama ...
PDIP Mengusulkan Nama Djarot di Pilgub Sumut 2018
27 Desember 2017, by Jenis Jaya Waruwu
Pada tahun 2018 akan ada pemilihan kepala daerah di beberapa wilayah Indonesia. Ada pun pemilu tersebut seperti pemilihan Cagub/Cawagub, Cabu/Cawabu. ...
Mana yang Lebih Nikmat, Dunia Maya atau Dunia Nyata?
17 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Kehidupan manusia di berbagai belahan dunia telah mengalami transformasi yang begitu pesat dengan bantuan ilmu pengetahuan yang semakin hari semakin banyak ...
https://www.google.co.id/search?biw=1262&bih=846&tbm=isch&sa=1&ei=KoM7WtriN8T2vATllYewDw&q=asman+abnur+menyampaikan+informasi+cpns+2018&oq=asman+abnur+menyampaikan+informasi+cp
21 Desember 2017, by Jenis Jaya Waruwu
Pemerintah kembali membuka penerimaan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada awal tahun 2018. Berdasarkan informasi yang beredar bentuk formasi ...
Menapis Efek Buruk Sinar Matahari dengan Sunblock
14 April 2018, by Maman Soleman
Sinar matahari yang berlimpah ruah di negeri kita punya dua sisi yang bertentangan. Kita membutuhkannya sebagai sumber vitamin D. Kamu tahu kan bahwa vitamin D ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab