Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Membeli Bintang untuk Kita Namai, Mungkinkah?

Membeli Bintang untuk Kita Namai, Mungkinkah?

28 Agustus 2017 | Dibaca : 4798x | Penulis : Noor Azizah

Akhir-akhir ini, membeli bintang untuk dinamai menjadi trend yang hangat di kalangan masyarakat, utamanya, para klub penggemar yang membelikan bintang kepada idolanya sebagai hadiah di hari ulang tahunnya. Namun, apakah benar kita bisa membeli bintang?

Jawabannya adalah bisa ya dan tidak.

Ada sebuah lembaga yang berhak untuk menamai objek-objek alam semesta, mulai dari objek langit sekadar asteroid kecil hingga objek sebesar galaksi. Mereka adalah International Astronomical Union (IAU), asosiasi internasional untuk kepentingan sains dan astronomi yang didirikan pada tahun 1919 dan berpusat di Paris, Perancis. Untuk menamai bintang-bintang ini, maka Anda harus mendapatkan persetujuan dari IAU.

Beberapa bintang terang memiliki nama yang sebagian besar berasal dari etimologi Arab, Yunani, atau Latin, namun sebagian besar bintang lainnya, terutama yang redup akan diberi nama alfanumerik, yakni akronim yang ditambah dengan nomor indeks atau posisi langit seperti HR 7001 atau 2MASS J18365633+3847012. Aasan utama IAU menamai bintang-bintang cukup dengan kode dan angka adalah agar memudahkan dalam menemukan, mendeskripsikan, mendiskusikan, dan mempelajari sebuah bintang. Penandaan bintang secara alfanumerik biasanya diurutkan menurut posisinya, yang membuatnya mudah dicari dalam katalog bintang. Koordinat yang tepat akan memberikan identifikasi mengenai bintang secara tepat.

Di waktu yang lalu, perusahaan swasta memberitahu pelanggan bahwa IAU diasosiasikan telah mengakui,, menyetujui, atau bahkan secara aktif berkolaborasi dalam bisnis komersial ini. Namun, dari pihak IAU sendiri telah secara jelas mengonfirmasi bahwa hal tersebut tidaklah benar. IAU sendiri sebenarnya tidak pernah membuka kesempatan siapa pun untuk membeli bintang dan menamainya, dan mungkin mereka tidak akan pernah membukanya. Mereka berpendapat, jauh lebih berguna bagi para astronom untuk mencari serta mempelajari bintang, daripada pusing untuk sekadar memberinya nama. Selain itu, IAU menyatakan bahwa keindahan langit malam tidaklah dijual kepada pihak tertentu namun bebas dinikmati oleh semua orang.

Lalu, bagaimana dengan perusahaan swasta yang menawarkan layanan untuk menamai bintang? Masing-masing perusahaan swasta umumnya memiliki basis data yang berisi katalog bintang pribadi mereka sendiri. Mereka akan memberikan Anda sertifikat dan petunjuk koordinat untuk menemukan bintang yang Anda beli di langit.

Namun, nama-nama bintang yang kamu beli nantinya tidak akan diakui oleh IAU. Dengan kata lain, hal ini seperti merupakan klaim sepihak. Bintang yang kamu beli hanya diakui oleh perusahaan swasta tempat di mana kamu membeli bintang tersebut. Selain tidak akan melihat nama bintangmu muncul dalam jurnal penelitian ilmiah, bintang yang kamu beli di perusahaan tertentu bisa saja telah diberi nama juga oleh orang lain di perusahaan lain yang berbeda.

Jadi, masih tertarik untuk membeli bintang?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Fakta Tokoh Anime VS Member NCT 127 yang Mirip Baget
20 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Guys, kalian pecinta K-pop? Pasti taukan boyband Korea Selatan yang tergabung dalam idol dan bermemberkan 9 orang. Yes boyband garapan SM ...
Resep Soto Sokaraja Makanan Khas Banyumas
16 September 2017, by Rindang Riyanti
Selain tempe mendoan, Banyumas juga memiliki hidangan khas yang berkuah, yakni sroto Banyumas atau dikenal juga sebagai Soto Sokaraja. Jika biasanya sambal ...
Pesantren Terbaik Di Bandung
9 Maret 2021, by Admin
Bagi seorang muslim, memberikan pendidikan bagi anak adalah sebuah kewajiban yang melekat padanya. Investasi yang sangat berharga bagi orang tua adalah ...
Sarapan Ringan Mungkin Mengurangi Biaya Obat Kanker Prostat yang Mahal
29 Maret 2018, by Slesta
Berikut ini adalah salah satu cara untuk memotong biaya obat kanker prostat $ 10.000 per bulan: Bawalah dengan makanan, kata beberapa peneliti. Peneliti ...
Kementerian Kesehatan Kongo Melaporkan Kematian Pertama Dalam Wabah Ebola
11 Mei 2018, by Slesta
Satu orang diyakini telah meninggal setelah wabah baru virus Ebola, Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo mengumumkan Kamis. Menteri Kesehatan Oly ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview