Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Melewatkan Sarapan Pagi, Menyebabkan Kita Ingin Makan Lebih Banyak di Waktu Selanjutnya?

Melewatkan Sarapan Pagi, Menyebabkan Kita Ingin Makan Lebih Banyak di Waktu Selanjutnya?

16 Oktober 2017 | Dibaca : 604x | Penulis : Rio Nur Arifin

Tuntutan kehidupan modern membuat kita sering melewatkan waktu untuk sarapan pagi. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa melewatkan sarapan mungkin tidak menyebabkan kita makan lebih banyak di siang hari.

Penelitian yang melibatkan 40 gadis remaja tersebut, menemukan bahwa peserta mengkonsumsi lebih dari 350 kalori lebih sedikit pada hari-hari ketika mereka melewatkan sarapan pagi, dibandingkan dengan hari-hari sarapan mereka.

Penulis studi utama Dr. Julia Zakrzewski-Fruer, dari Universitas Bedfordshire di Inggris, dan rekannya mengatakan bahwa hasil mereka menantang penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa melewatkan sarapan dapat menyebabkan makan berlebihan di kemudian hari.

Para peneliti baru-baru ini melaporkan temuan mereka di British Journal of Nutrition.

Bagi banyak orang, sarapan pagi merupakan bagian utama dari rutinitas harian kita. Bagi sebagian lainnya, beberapa menit tambahan di tempat tidur lebih baik daripada sepotong roti panggang atau semangkuk sereal. Faktanya, sebuah survei tahun 2015 menemukan bahwa hanya 47 persen orang di Amerika Serikat yang makan sarapan setiap hari.

Tapi apa efek melewatkan sarapan pagi terhadap kesehatan kita? Penelitian sebelumnya telah menghubungkan kelalaian sarapan dengan kesehatan jantung yang buruk, sementara penelitian lain mengatakan bahwa melewatkan makan pagi dapat menyebabkan makan berlebihan di waktu selanjutnya dan meningkatkan risiko obesitas seseorang.

Untuk studi terbaru ini, Dr. Zakrzewski-Fruer dan rekan mencari tahu lebih banyak tentang pernyataan yang terakhir.

Penelitian ini melibatkan 40 anak perempuan yang berusia 11-15 tahun. Setiap subjek diwajibkan untuk berpartisipasi dalam dua kondisi sarapan pagi 3 hari. Dalam satu kondisi, peserta mengkonsumsi sarapan standar indeks sarapan glikemik rendah (GI), yang mengandung 468 kalori. Dalam kondisi lain, peserta tidak makan sarapan pagi.

Dr Zakrzewski-Fruet dan tim mengatakan bahwa tujuan penelitian mereka adalah untuk "memeriksa pengaruh konsumsi sarapan selama 3 hari berturut-turut dibandingkan dengan penghilangan sarapan pada asupan energi bebas-hidup dan aktivitas fisik pada remaja putri."

Sebagai bagian dari penelitian ini, setiap peserta diminta untuk mengubah kebiasaan sarapan mereka, dan tingkat aktivitas fisik mereka dipantau dengan accelerometer.

 

Para peneliti menemukan bahwa pada hari-hari ketika peserta melewatkan sarapan, mereka mengkonsumsi total 353 kalori lebih sedikit daripada pada hari-hari ketika mereka makan pagi.

Konsumsi sarapan tampaknya tidak berpengaruh pada tingkat aktivitas fisik, laporan tim.

Sementara studi tim tidak dapat membuktikan bagaimana melewatkan sarapan mempengaruhi asupan makanan dan berat badan, para periset percaya bahwa hal itu menimbulkan pertanyaan tentang manfaat makan sarapan yang diperkirakan.

"Ada banyak laporan," kata rekan penulis studi Dr. Keith Tolfrey, dari Universitas Loughborough di Inggris, "bahwa sarapan pagi yang hilang dikaitkan dengan obesitas, yang mungkin menyebabkan anggapan dini bahwa sarapan dapat digunakan sebagai intervensi untuk pengendalian berat."

Dia menambahkan, "Tapi kita tidak tahu mengapa makan sarapan dikaitkan dengan kemungkinan obesitas atau obesitas yang lebih rendah, atau apakah sarapan pagi dapat digunakan secara efektif sebagai strategi pengendalian berat badan."

"[...] Penelitian lebih lanjut akan membantu untuk menentukan apakah konsumsi sarapan setiap hari dapat digunakan sebagai intervensi untuk mengurangi risiko penyakit di masa depan pada orang muda," tutup Dr. Tolfrey.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Efek Samping Salah Pijat
13 April 2018, by oteli w
Efek Samping Salah Pijat   Pijat atau massage adalah suatu tindakan menekan dan atau mendorong kulit, otot, tendon, dan ligament. Pijat diketahui ...
Tersisa Dana Rp6 triliun Untuk Progam Kota Bandung, dan Kang Emil pun Pamit
18 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pada Acara sosialisasi Pemilihan Wali Kota Bandung di Taman Cikapayang, Jalan Ir H Djuanda, Bandung, pada Minggu (17/12/2017) kemarin, walikota ...
Kamu Sering Menunda? Ini Enam Langkah agar Berubah menjadi Produktif!
22 Juli 2017, by Zeal
Menjadi seorang penunda? Barangkali hal ini pernah dan pasti Anda rasakan. Lantas, pernah berpikir bagaimana mengubah Anda sebagai seorang Penunda menjadi ...
Cara Bikin Pasangan Bahagia di Pagi Hari
19 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kebahagiaan merupakan rasa yang paling dinanti semua orang. Banyak cara untuk membuat orang bahagia terutama untuk membahagiakan pasangan. Ada ...
Benarkah Prabowo Terlibat Saracen?
5 September 2017, by Gatot Swandito
“Dulu saat pilpres 2014 banyak akun Facebook yang menghina Islam dan Pak Prabowo. Kami simpatisan Pak Prabowo. Saya membajak akun yang sudah kelewatan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview