Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Maraknya Drama Korea dan Polemik  Menayangannya

Maraknya Drama Korea dan Polemik Menayangannya

18 Maret 2018 | Dibaca : 422x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Menjamurnya drama Korea dan K-pop beberapa tahun belakangan ini , baik di Indonesia, Asia bahkan Mancanegara, banyak membuat orang semakin  penasaran. Selama ini, drama Korea bisa langsung dinikmati oleh warga Korea Selatan saat serial itu disiarkan di televisi sesuai dengan jadwal tayangnya. Jika terlewat, pemirsa bisa mengunjungi situs resmi stasiun televisi yang menyiarkan drama itu yang biasanya juga mengunggah video episode yang disiarkan sebelumnya.

Namun, penonton dari negara lain tidak bisa melakukan itu semua lantaran tidak adanya saluran televisi publik Korea Selatan di negaranya. Selain itu, perbedaan bahasa mengharuskan mereka untuk menunggu hingga pengalih bahasa membubuhkan arti percakapan Korea yang dilontarkan.

Penggemar bisa mengakses laman ini secara gratis hanya berselang sekitar satu sampai dua hari sejak drama Korea terbaru disiarkan di saluran televisi Korea Selatan. Situs-situs bajakan ini mengeruk keuntungan dari iklan yang terpasang.

Di sisi lain, laman-laman bajakan ini bisa dibilang secara tidak langsung 'membantu' para sineas Korea dalam menyebarkan karya mereka ke seluruh dunia tanpa harus menyewa pengalih bahasa maupun membuang waktu untuk mengurus perizinan dan kerjasama dengan distributor lokal. Persebaran yang semakin jauh kemudian membuat drama Korea dikenal semakin banyak orang.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom berpandangan bahwa situs-situs ilegal seperti itu memberi lebih banyak kerusakan daripada keuntungan terhadap industri hiburan.

"Dan karena ini bukan legal, maka di tahap tertentu bisa menjadi berisiko," ujar Kim Chang Beom.

Kim Chang Beom juga memaklumi keberadaan laman tersebut. Menurutnya, akan selalu ada saluran tak berizin yang menyediakan konten atau produk apa pun yang sedang banyak diminati.

"Kami juga merasa ada batasan atau kekurangan akses ke produk hiburan berkualitas tinggi lewat media legal. Di tahap tertentu, kami harus melakukan sesuatu. Tapi akan selalu ada saluran-saluran yang tidak diizinkan untuk produk hiburan yang banyak diminati," katanya.

Dan semoga akan ada kemudahan untuk kita di Indonesia menikmati K-drama dan juga K-pop tanpa ada masalah. Dan memang K-drama lebih banyak menarik perhatian tersendiri loo

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 Johann Zarco Ungkap Targetnya pada Balapan Seri Ketujuh MotoGP 2018
11 Juni 2018, by Rachmiamy
Balapan seri ketujuh MotoGP 2018 akan berlangsung akhir pekan nanti. Balapan akan berlangsung di Cirkuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol. Menghadapi balapan ...
kucing
6 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kucing, binatang ini sejak dahulu menjadi salah satu binatang sahabat manusia dan diyakini membawa berkah jika memeliharanya dengan baik.Konon ...
Penasaran dengan Musik Gerhana? Yuk Dengarkan Karya Peneliti Georgia Ini
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah tim peneliti Institut Teknologi Georgia telah menciptakan komposisi musik untuk gerhana The Great American Eclipse. Lab Sonification Georgia Tech ...
Apa Maksud Kata "Planga Plongo" yang Dimaksud Fadli Zon dan Fahri Hamzah?
2 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Suasana politik di Indonesia menjelang pilkada 2018 dan pilpres 2019 kian memanas. Hal ini dapat dilihat dari berbagai serangan demi serangan di media sosial ...
Turban Modern untuk Acara Pesta
26 September 2017, by herline
Turban Modern untuk Acara Pesta - Turban modern kini menjadi trend untuk dikenakan di berbagai acara. Gaya hijab ini membuat kaum muslimah terlihat lebih ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite