Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
KPK Mengingatkan Segera Ada Pembenahan Serius Terhadap Lapas

KPK Mengingatkan Segera Ada Pembenahan Serius Terhadap Lapas

25 Juli 2018 | Dibaca : 287x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Sepertinya korupsi di Indonesia telah menjadi sebuah kebudayaan buruk yang susah dibasmi. Bagaimana tidak, kian tegasnya pemerintah mengatasi kegiatan korupsi, namun itu tidak membuat sebagian oknum menyalahgunakan posisi dan jabatan mereka untuk melakukan tindakan korupsi. Salah satunya adalah kasus yang terjadi Lapas Sukamiskin.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT terhadap Kalapas bersama 3 orang lainnya di Lapas Sukamiskin, Bandung. KPK mengungkap kasus tersebut merupakan praktik pemberian fasilitas mewah kepada narapidana di Lapas Sukamiskin.

Terkait hal itu, KPK meminta agar fasilitas yang ada di dalam sel dikembalikan sesuai dengan standar.

"Seluruh sel di Lapas Sukamiskin dan lapas-lapas lainnya semestinya dikembalikan sesuai standar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu (22/7/2018).

Febri menilai, harus ada pembenahan serius terhadap lapas setelah OTT yang dilakukan pihaknya. Komisi Pemberantas Korupsi pun mengingatkan seluruh Kalapas agar tidak melakukan hal serupa yang terjadi di Lapas Sukamiskin.

"KPK kembali mengingatkan, agar pembenahan secara serius dilakukan segera. Kita harus berhenti hanya menyalahkan oknum apalagi jika sampai menggunakan dalih-dalih pembenaran-pembenaran terhadap kondisi yang ditemukan tim KPK dalam kegiatan tangkap tangan," katanya.

Sebelumnya diketahui KPK menemukan sejumlah kamar-kamar mewah bagi napi korupsi, dan juga menemukan sejumlah sel yang penghuninya sedang tidak ada di dalam Lapas Sukamiskin seperti Fuad Amin, dan Tubagus Chaeri Wardana.

Atas kasus itu, KPK menetapkan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen dan tiga orang lainnya yakni Hendri Saputra orang kepercayaan Wahid, dan dua narapidana yang diduga sebagai penyuap yakni Fahmi Darmawansyah dan Andre sebagai tersangka dugaan suap.

Pada kasus itu, KPK menyita sejumlah barang bukti yang diduga berhubungan dengan tindak pidana yakni 2 unit mobil, uang total sekitar Rp 279 juta rupiah, nota penerimaan uang, dan dokumen lain terkait pembelian dan pengiriman mobil.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

emmanuel macron
12 Mei 2017, by Devi
Ada yang menarik dari kisah percintaan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya yang kini menjadi ibu negara Prancis yang terpaut umur cukup jauh yaitu 24 ...
Pahami Arti dan Penyebab Mimisan agar Tidak Panik
13 April 2018, by oteli w
Pahami Arti dan Penyebab Mimisan agar Tidak Panik   Pernahkah kamu mimisan? Atau seberapa sering kamu melihat orang mimisan? Mimisan adalah ...
Amankah Hanya Konsumsi Salad Ketika Diet?
7 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika tengah melakukan program diet, tentunya kita mencoba mengurangi asupan makanan pada tubuh. Biasanya, salad menjadi salah satu menu populer ...
Inilah 5 Risiko Berbahaya Memakai Smartphone dengan Layar Retak
15 Januari 2018, by Slesta
Tampang.com – Apakah kamu pernah mengalami insiden saat smartphone Anda terjatuh kencang ke lantai dan karena insiden tersebut. Layar dari smartphone ...
Undangan Kim Jong Un dan Tanggapan Donald Trump
12 Maret 2018, by Slesta
Undangan Kim Jong Un kepada Donald Trump untuk bertemu, dikirim melalui perantara Korea Selatan, sungguh menakjubkan dan mudah ditebak. Bagaimanapun, Trump ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab