Tutup Iklan
hijab
  
login Register
KPK Mengingatkan Segera Ada Pembenahan Serius Terhadap Lapas

KPK Mengingatkan Segera Ada Pembenahan Serius Terhadap Lapas

25 Juli 2018 | Dibaca : 126x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Sepertinya korupsi di Indonesia telah menjadi sebuah kebudayaan buruk yang susah dibasmi. Bagaimana tidak, kian tegasnya pemerintah mengatasi kegiatan korupsi, namun itu tidak membuat sebagian oknum menyalahgunakan posisi dan jabatan mereka untuk melakukan tindakan korupsi. Salah satunya adalah kasus yang terjadi Lapas Sukamiskin.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT terhadap Kalapas bersama 3 orang lainnya di Lapas Sukamiskin, Bandung. KPK mengungkap kasus tersebut merupakan praktik pemberian fasilitas mewah kepada narapidana di Lapas Sukamiskin.

Terkait hal itu, KPK meminta agar fasilitas yang ada di dalam sel dikembalikan sesuai dengan standar.

"Seluruh sel di Lapas Sukamiskin dan lapas-lapas lainnya semestinya dikembalikan sesuai standar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu (22/7/2018).

Febri menilai, harus ada pembenahan serius terhadap lapas setelah OTT yang dilakukan pihaknya. Komisi Pemberantas Korupsi pun mengingatkan seluruh Kalapas agar tidak melakukan hal serupa yang terjadi di Lapas Sukamiskin.

"KPK kembali mengingatkan, agar pembenahan secara serius dilakukan segera. Kita harus berhenti hanya menyalahkan oknum apalagi jika sampai menggunakan dalih-dalih pembenaran-pembenaran terhadap kondisi yang ditemukan tim KPK dalam kegiatan tangkap tangan," katanya.

Sebelumnya diketahui KPK menemukan sejumlah kamar-kamar mewah bagi napi korupsi, dan juga menemukan sejumlah sel yang penghuninya sedang tidak ada di dalam Lapas Sukamiskin seperti Fuad Amin, dan Tubagus Chaeri Wardana.

Atas kasus itu, KPK menetapkan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen dan tiga orang lainnya yakni Hendri Saputra orang kepercayaan Wahid, dan dua narapidana yang diduga sebagai penyuap yakni Fahmi Darmawansyah dan Andre sebagai tersangka dugaan suap.

Pada kasus itu, KPK menyita sejumlah barang bukti yang diduga berhubungan dengan tindak pidana yakni 2 unit mobil, uang total sekitar Rp 279 juta rupiah, nota penerimaan uang, dan dokumen lain terkait pembelian dan pengiriman mobil.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pemprov DKI Sediakan Tenda untuk PKL Tanah Abang
22 Desember 2017, by Retno Indriyani
Biasanya pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang melakukan aktifitas jual beli dengan cara kucing-kucingan dari para petugas satpol PP. Mereka takut jika ...
Stress? Tidur Tidak Nyenyak? Ini Obatnya
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Setiap orang secara empiris mengetahui bahwa kejadian yang menegangkan pasti mempengaruhi tidur nyenyak. Para ilmuwan di institut tidur Jepang menemukan bahwa ...
Waktu yang Tepat Melakukan Perawatan Kecantikan
16 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Rutinitas kecantikan sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan, bagaimana dan kapan saja ...
Anjing Milik Siwon Super Junior Gigit Tetangga Hingga Meninggal, Siwon Meminta Maaf
23 Oktober 2017, by Rachmiamy
Nama Siwon Super Junior kini telah menjadi perbincangan di Korea Selatan. Anjing peliharaannya yang diketahui berjenis bulldog Prancis menggigit tetangganya ...
Usai Gagal Dari Belgia, Gelandang Timnas Inggris Mengaku Mereka Menyesal Seumur Hidup
15 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Siapa yang semalam menyaksikan babak merebut juara 3 Piala Dunia 2018 antara Inggris dan Belgia? Jika Anda adalah pendukung Inggris maka besar kemungkinan Anda ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview