Tutup Iklan
hijab
  
login Register
KPK Mengingatkan Segera Ada Pembenahan Serius Terhadap Lapas

KPK Mengingatkan Segera Ada Pembenahan Serius Terhadap Lapas

25 Juli 2018 | Dibaca : 335x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Sepertinya korupsi di Indonesia telah menjadi sebuah kebudayaan buruk yang susah dibasmi. Bagaimana tidak, kian tegasnya pemerintah mengatasi kegiatan korupsi, namun itu tidak membuat sebagian oknum menyalahgunakan posisi dan jabatan mereka untuk melakukan tindakan korupsi. Salah satunya adalah kasus yang terjadi Lapas Sukamiskin.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT terhadap Kalapas bersama 3 orang lainnya di Lapas Sukamiskin, Bandung. KPK mengungkap kasus tersebut merupakan praktik pemberian fasilitas mewah kepada narapidana di Lapas Sukamiskin.

Terkait hal itu, KPK meminta agar fasilitas yang ada di dalam sel dikembalikan sesuai dengan standar.

"Seluruh sel di Lapas Sukamiskin dan lapas-lapas lainnya semestinya dikembalikan sesuai standar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu (22/7/2018).

Febri menilai, harus ada pembenahan serius terhadap lapas setelah OTT yang dilakukan pihaknya. Komisi Pemberantas Korupsi pun mengingatkan seluruh Kalapas agar tidak melakukan hal serupa yang terjadi di Lapas Sukamiskin.

"KPK kembali mengingatkan, agar pembenahan secara serius dilakukan segera. Kita harus berhenti hanya menyalahkan oknum apalagi jika sampai menggunakan dalih-dalih pembenaran-pembenaran terhadap kondisi yang ditemukan tim KPK dalam kegiatan tangkap tangan," katanya.

Sebelumnya diketahui KPK menemukan sejumlah kamar-kamar mewah bagi napi korupsi, dan juga menemukan sejumlah sel yang penghuninya sedang tidak ada di dalam Lapas Sukamiskin seperti Fuad Amin, dan Tubagus Chaeri Wardana.

Atas kasus itu, KPK menetapkan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen dan tiga orang lainnya yakni Hendri Saputra orang kepercayaan Wahid, dan dua narapidana yang diduga sebagai penyuap yakni Fahmi Darmawansyah dan Andre sebagai tersangka dugaan suap.

Pada kasus itu, KPK menyita sejumlah barang bukti yang diduga berhubungan dengan tindak pidana yakni 2 unit mobil, uang total sekitar Rp 279 juta rupiah, nota penerimaan uang, dan dokumen lain terkait pembelian dan pengiriman mobil.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 Jorge Lorenzo Berharap Bisa Menaiki Podium Tertinggi Pertamanya di MotoGP 2017
11 Oktober 2017, by Rachmiamy
Pembalap MotoGP asal tim Ducati Corse Jorge Lorenzo kini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara MotoGP 2017. Pembalap yang mempunyai julukan X-Fuera ...
Menjelang Memperingati Hari Kartini, Polwan di Jakarta TImur Mengenakan Kebaya dan Membagikan Helem Gratis
20 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Polwan (Polisi Wanita) di jajaran Polres Jakarta Timur mengenakan kebaya saat dinas di jalan. Selain itu juga mereka ...
Surat Sakit jadi Andalan Karyawan untuk Bolos Kerja saat Hari Kejepit
11 Mei 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Karyawan 1 : "Besok Kamis tanggal merah, Jum'at aku ngga masuk ah, nanggung sabtunya libur            ...
PDIP : Dorong Kader Muda Jadi Cawapres Jokowi
15 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam upaya menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Partai PDIP telah merencanakan untuk mengusung bakal calon pendamping Jokowi untuk menjadi ...
Warna Favoritmu Adalah Kepribadianmu
10 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sepertinya, semua orang memiliki warna kesukaan mereka masing-masing pada barang yang mereka pilih. Mulai dari warna baju, cat dinding, sepatu, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab