Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
KPK Mengingatkan Segera Ada Pembenahan Serius Terhadap Lapas

KPK Mengingatkan Segera Ada Pembenahan Serius Terhadap Lapas

25 Juli 2018 | Dibaca : 159x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Sepertinya korupsi di Indonesia telah menjadi sebuah kebudayaan buruk yang susah dibasmi. Bagaimana tidak, kian tegasnya pemerintah mengatasi kegiatan korupsi, namun itu tidak membuat sebagian oknum menyalahgunakan posisi dan jabatan mereka untuk melakukan tindakan korupsi. Salah satunya adalah kasus yang terjadi Lapas Sukamiskin.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT terhadap Kalapas bersama 3 orang lainnya di Lapas Sukamiskin, Bandung. KPK mengungkap kasus tersebut merupakan praktik pemberian fasilitas mewah kepada narapidana di Lapas Sukamiskin.

Terkait hal itu, KPK meminta agar fasilitas yang ada di dalam sel dikembalikan sesuai dengan standar.

"Seluruh sel di Lapas Sukamiskin dan lapas-lapas lainnya semestinya dikembalikan sesuai standar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu (22/7/2018).

Febri menilai, harus ada pembenahan serius terhadap lapas setelah OTT yang dilakukan pihaknya. Komisi Pemberantas Korupsi pun mengingatkan seluruh Kalapas agar tidak melakukan hal serupa yang terjadi di Lapas Sukamiskin.

"KPK kembali mengingatkan, agar pembenahan secara serius dilakukan segera. Kita harus berhenti hanya menyalahkan oknum apalagi jika sampai menggunakan dalih-dalih pembenaran-pembenaran terhadap kondisi yang ditemukan tim KPK dalam kegiatan tangkap tangan," katanya.

Sebelumnya diketahui KPK menemukan sejumlah kamar-kamar mewah bagi napi korupsi, dan juga menemukan sejumlah sel yang penghuninya sedang tidak ada di dalam Lapas Sukamiskin seperti Fuad Amin, dan Tubagus Chaeri Wardana.

Atas kasus itu, KPK menetapkan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen dan tiga orang lainnya yakni Hendri Saputra orang kepercayaan Wahid, dan dua narapidana yang diduga sebagai penyuap yakni Fahmi Darmawansyah dan Andre sebagai tersangka dugaan suap.

Pada kasus itu, KPK menyita sejumlah barang bukti yang diduga berhubungan dengan tindak pidana yakni 2 unit mobil, uang total sekitar Rp 279 juta rupiah, nota penerimaan uang, dan dokumen lain terkait pembelian dan pengiriman mobil.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pengamat : Survei Indek Kepuasan Haji hanya Buang-buang Anggaran
2 November 2017, by Admin
Tampang.com - Peningkatan Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun 1438 hijriah/2017 masehi mencapai 1,02 poin bila dibandingkan tahun sebelumnya. ...
Tips  Anak Tetap Percaya Diri Saat Namanya Dianggap Aneh
10 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Nama adalah sebuah sebutan yang diberikan orang tua kepada sang anak tersayang yang baru saja lahir, dengan pilihan nama yang banyak dengan penuh ...
5 Kebiasaan yang Tanpa Sadar Jadi Penyebab Rambut Rusak
9 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Rambut merupakan mahkota untuk para wanita yang harus dirawat dengan baik dan benar. Menurut penelitian, 7 dari 10 wanita memiliki masalah rambut ...
Aksi 55 Vs Petisi Ahok Tak Menistakan Agama Mana Yang Akan Pengaruhi Putusan Hakim
7 Mei 2017, by Ayu
Kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahja Purnama alias Ahok semakin meruncing di pengadilan. Setelah akhirnya tidak terbukti melanggar Pasal 156a ...
makanan penderita diabetes
29 Desember 2017, by Retno Indriyani
Penderita diabetes sering kali harus bersabar menahan keinginan untuk makan makanan lezat yang mereka inginkan. Diabetes memang erat sekali hubungannya dengan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman