Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ketua DPR Setya Novanto Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus e-KTP

Ketua DPR Setya Novanto Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus e-KTP

18 Juli 2017 | Dibaca : 687x | Penulis : Alfi Wahyu Prasetyo

Mantan ketua DPR dari fraksi Golkar periode 2015-2016 akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP. Sebelum jadi tersangka, nama Novanto sudah berkali-kali disebut dalam pusaran kasus ini, termasuk dalam persidangan. Begini dugaan peran Novanto itu.

Yang terbaru, Novanto muncul dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa KPK untuk terdakwa Irman dan Sugiharto. Novanto disebut turut serta terlibat bersama enam orang lainnya, termasuk dua terdakwa, melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan e-KTP.

Dalam surat tuntutan jaksa, Novanto disebut bersama-sama enam orang lainnya, termasuk dua terdakwa e-KTP.

"Telah terjadi kerja sama yang erat dan sadar yang dilakukan para terdakwa dengan Setya Novanto, Diah Anggraini, Drajat Wisnu, Isnu Edhi, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong," kata jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Kamis (22/6/2017).

Irman adalah mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, sedangkan Sugiharto merupakan pejabat pembuat komitmen Kemendagri. Sementara itu, Diah Anggraini merupakan eks Sekjen Kemendagri, Andi Narogong merupakan pengusaha, Drajat Wisnu ketua lelang proyek, dan Isnu Edhi Ketua Konsorsium PNRI.

Jaksa berpendapat pertemuan tersebut sarat kepentingan. Andi dalam satu pertemuan mengemukakan pendapatnya untuk mengerjakan proyek e-KTP. Pertemuan salah satunya digelar di Gran Melia, Jakarta.

"Kerja sama tersebut menunjukkan adanya kesatuan kehendak dan kesatuan perbuatan fisik yang saling melengkapi satu sama lain dalam mewujudkan delik," tutur jaksa.

Saat proyek ini bergulir pada 2011-2013, Novanto menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR. Pada persidangan 6 April 2017, Novanto membantah anggapan mengetahui dan terlibat dalam masalah yang ada dalam proyek e-KTP.

"Mengikuti laporan Komisi II DPR? Tahu tentang e-KTP?" tanya ketua majelis hakim Jhon Halasan Butarbutar.

"Tidak pernah, tidak pernah tahu, tidak mengetahui," jawab Novanto.

"Ada hiruk-pikuk e-KTP karena ada pembagian uang dan sebagainya. Anda bagian dari orang yang kenal dari proyek ini? Sama sekali tidak pernah terima atau terkait uang proyek e-KTP?" tanya hakim Jhon lagi.

"Tidak ada," jawab Novanto.

Malam ini, KPK mengumumkan tersangka baru di kasus e-KTP. Novanto ialah tersangka baru itu.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

universitas brawijaya
14 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Tak habis-habisnya mahasiswa Universitas Brawijaya membuat inovasi yang sangat membantu untuk kehidupan di masa yang akan datang jika ...
5 Perawatan Kecantikan yang Harus Dihentikan
20 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Membahas masalah perawatan kecantikan merupakan topik yang menarik untuk disimak. Banyak sekali artikel-artikel di internet yang membahas masalah ...
kereta cepat jakarta bandung
27 Juli 2017, by Tonton Taufik
Tadi malam, melihat berita di tv tentang  Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, saya merasa sedih dan kaget dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang ...
Inemuri, Budaya Tidur Orang Jepang Yang Bisa Bikin Kamu Iri.
5 Juli 2018, by oteli w
Inemuri, Budaya Tidur Orang Jepang Yang Bisa Bikin Kamu Iri. Bagi para pekerja di Indonesia baik negeri maupun swasta, jangan berani-berani tidur saat ...
Jelang Kongres PKC di Beijing, Menlu Australia: Korut Mungkin Akan Luncurkan Rudal Lagi
13 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Berkaitan dengan akan diadakannya Kongres Partai Komunis China pekan depan, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengemukakan adanya kekhawatiran nyata ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview