Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Kecemasan Tentang Kejahatan Menular, Bahkan di Tempat-Tempat di Mana Kejahatan Jarang Terjadi

Kecemasan Tentang Kejahatan Menular, Bahkan di Tempat-Tempat di Mana Kejahatan Jarang Terjadi

13 Juli 2017 | Dibaca : 431x | Penulis : Ihsan Ramadhani

Penelitian baru menunjukkan bahwa ketakutan akan kejahatan menular, dan dapat menyebar dengan cepat di antara penduduk bahkan komunitas dengan tingkat kejahatan rendah.

"Ketakutan akan kejahatan dapat dianggap menular, karena interaksi sosial adalah mekanisme dimana ketakutan dibagi dan populasi yang khawatir secara kronis diciptakan," kata pemimpin utama Rafael Prieto Curiel, seorang ahli matematika di University College London, dalam sebuah rilis berita. "Bahkan mereka yang tidak pernah menjadi korban kejahatan bisa sangat mengkhawatirkannya."

Alih-alih mengukur kecemasan tentang kejahatan sebagai sebuah snapshot, mewakili seperangkat keadaan yang statis, Rafael dan rekan-rekannya mulai menganalisis bagaimana persepsi perubahan ketidakamanan dalam sebuah komunitas dari waktu ke waktu. Periset juga ingin mengukur seberapa kecemasannya berbeda antara korban kejahatan dan bukan korban.

Periset membangun sebuah model untuk memahami bagaimana interaksi antara anggota masyarakat mempengaruhi persepsi kejahatan.

Analisis mereka menunjukkan kelompok yang jarang mengalami kejahatan tetap relatif aman saat mereka berinteraksi secara eksklusif dengan anggota komunitas kriminal rendah mereka sendiri. Tetapi hanya sejumlah kecil interaksi dengan orang-orang yang lebih mungkin mengalami kejahatan dapat dengan cepat menantang perasaan keamanan tersebut, menyebarkan kecemasan tentang kejahatan.

Model peneliti menampilkan tiga kelompok orang, masing-masing kelompok mengalami berbagai tingkat kejahatan. Kegelisahan tentang kejahatan di antara kedua kelompok yang lebih cenderung mengalami kejahatan kurang dipengaruhi oleh interaksi dengan anggota kelompok atau masyarakat lainnya.

Temuan - yang diterbitkan minggu ini di jurnal Prosiding Royal Society A - menunjukkan bahwa perasaan aman dan aman di komunitas dengan tingkat kejahatan rendah sangat sulit. Bahkan sejumlah kecil kejahatan bisa dengan cepat mengilhami ketakutan di kalangan masyarakat.

"Ketakutan akan kejahatan bukanlah perasaan negatif, sebenarnya ini menciptakan tindakan pencegahan yang sehat, seperti mengunci pintu rumah kita, tapi ini menjadi masalah jika tidak proporsional dan tidak terkendali," kata Rafael. "Dari perspektif kebijakan, kami berharap temuan penelitian ini dapat digunakan untuk memperbaiki komunikasi dan pengetahuan kejahatan di tingkat daerah."

UPI.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ini Alasan Mengapa Kaesang Dilaporkan ke Polisi
6 Juli 2017, by Zeal
tampang.com - Masyakarat yang melaporkan Putra Presiden Jokowi, Kaesang, ke Polres Metro Bekasi Kota bernama Muhammad Hidayat Situmorang. Seperti yang telah ...
Bingung dengan Gaji Pertama? Berikut 7 Tips Bijak Mengaturnya
7 Juni 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menerima gaji pertama bagi seorang yang baru selesai kuliah (freshgraduate) dan langsung mendapatkan pekerjaan, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Muncul ...
buni yani
9 Mei 2017, by Tonton Taufik
Jakarta, 9 Mei 2017—Pernyatan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang secara tegas menolak pendapat Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa Basuki ...
Komunikasi Bagian Penting dari Keharmonisan Keluarga
27 Mei 2018, by Maman Soleman
Mempertahankan keharmonisan rumah tangga merupakan impian dari setiap pasangan. Tak pernah tercipta harapan ataupun keinginan di mana kelangsungan pernikahan ...
Moment yang Bikin Cowok Makin Keren di Mata Cewek
18 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Selalu saja ada yang membuat perbedaan tampilan dan sudut pandang setiap orang, namun kabanyakan mereka mengatakan hal yang sama pada setiap ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab