Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Kecemasan Tentang Kejahatan Menular, Bahkan di Tempat-Tempat di Mana Kejahatan Jarang Terjadi

Kecemasan Tentang Kejahatan Menular, Bahkan di Tempat-Tempat di Mana Kejahatan Jarang Terjadi

13 Juli 2017 | Dibaca : 482x | Penulis : Ihsan Ramadhani

Penelitian baru menunjukkan bahwa ketakutan akan kejahatan menular, dan dapat menyebar dengan cepat di antara penduduk bahkan komunitas dengan tingkat kejahatan rendah.

"Ketakutan akan kejahatan dapat dianggap menular, karena interaksi sosial adalah mekanisme dimana ketakutan dibagi dan populasi yang khawatir secara kronis diciptakan," kata pemimpin utama Rafael Prieto Curiel, seorang ahli matematika di University College London, dalam sebuah rilis berita. "Bahkan mereka yang tidak pernah menjadi korban kejahatan bisa sangat mengkhawatirkannya."

Alih-alih mengukur kecemasan tentang kejahatan sebagai sebuah snapshot, mewakili seperangkat keadaan yang statis, Rafael dan rekan-rekannya mulai menganalisis bagaimana persepsi perubahan ketidakamanan dalam sebuah komunitas dari waktu ke waktu. Periset juga ingin mengukur seberapa kecemasannya berbeda antara korban kejahatan dan bukan korban.

Periset membangun sebuah model untuk memahami bagaimana interaksi antara anggota masyarakat mempengaruhi persepsi kejahatan.

Analisis mereka menunjukkan kelompok yang jarang mengalami kejahatan tetap relatif aman saat mereka berinteraksi secara eksklusif dengan anggota komunitas kriminal rendah mereka sendiri. Tetapi hanya sejumlah kecil interaksi dengan orang-orang yang lebih mungkin mengalami kejahatan dapat dengan cepat menantang perasaan keamanan tersebut, menyebarkan kecemasan tentang kejahatan.

Model peneliti menampilkan tiga kelompok orang, masing-masing kelompok mengalami berbagai tingkat kejahatan. Kegelisahan tentang kejahatan di antara kedua kelompok yang lebih cenderung mengalami kejahatan kurang dipengaruhi oleh interaksi dengan anggota kelompok atau masyarakat lainnya.

Temuan - yang diterbitkan minggu ini di jurnal Prosiding Royal Society A - menunjukkan bahwa perasaan aman dan aman di komunitas dengan tingkat kejahatan rendah sangat sulit. Bahkan sejumlah kecil kejahatan bisa dengan cepat mengilhami ketakutan di kalangan masyarakat.

"Ketakutan akan kejahatan bukanlah perasaan negatif, sebenarnya ini menciptakan tindakan pencegahan yang sehat, seperti mengunci pintu rumah kita, tapi ini menjadi masalah jika tidak proporsional dan tidak terkendali," kata Rafael. "Dari perspektif kebijakan, kami berharap temuan penelitian ini dapat digunakan untuk memperbaiki komunikasi dan pengetahuan kejahatan di tingkat daerah."

UPI.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cara Wisata Murah dan Menentukan Tempat Wisata
27 Februari 2018, by Valentin Retnowati Christin Zai
Cara Wisata Murah dan Menentukan Tempat Wisata   Melihat kenyataan saat ini banyak sekali keluarga yang jarang berkumpul dan memili quality time ...
Ini Kata Demiz Terkait Penilaian Dedi Mulyadi Terhadap Kekalahan Mereka di Pilgub Jabar 2018
3 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 Dedi Mulyadi mengungkapkan beberapa factor yang menyebabkan kubu mereka kalah di Pilkada Jabar. Salah satunya adalah ...
Berikut Pernyataan Luhut Menanggapi Tudingan Fahri Hamzah
20 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bertanggungjawab atas biaya pertemuan Dana Moneter Internasiona-Bank Dunia (IMF-WB) di ...
Perangkat Kecil Ini Bisa Membantu Anda Mencari Mobil yang Hilang
6 Agustus 2017, by Rachmiamy
Apakah Anda pernah kehilangan mobil Anda di tempat parkir? Anda pasti sangat kebingungan bagaimana cara mencarinya. Sekarang anda tidak perlu bingung lagi ...
jualan online
10 September 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Jualan online saat ini menjadi solusi bagi pengguna internet untuk mendapatkan penghasilan tambahan bahkan jadi pegangan usaha. Pasalny di jaman ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab