Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kabupaten Bandung Barat Kekurangan Kepala Sekolah

Kabupaten Bandung Barat Kekurangan Kepala Sekolah

2 November 2017 | Dibaca : 866x | Penulis : Admin

 

Tampang.com–  Untuk mengisi kekosongan beberapa kepala sekolah (Kepsek) di tingkat Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini sudah melakukan seleksi sebanyak 132 calon Kepsek.

 

Kepala Dinas Pendidikan KBB Imam Santoso menyebutkan, saat ini masih ada kekosongan jabatan kepala sekolah sebanyak 110 sekolah yang tersebar diberbagai daerah. Namun, untuk menempatinya proses seleksi sudah selesai dilakukan.

 

“Proses seleksi melibatkan Lembaga Pelatihan dan Pendidikan Kepala Sekolah (LP2KS) dari Malang, selaku lembaga yang berwenang dalam hal seleksi calon kepala sekolah,”jelas Imam ketika ditemui kemarin (1/11)

 

Menurutnya, banyaknya jabatan kepala SD yang kosong diakibat banyak yang memasuki pensiun.  Sehingga, proses seleksi mencari pemimpin yang memang layak mengisi jabatan Kepsek.

 

Selain itu dari proses penjaringan pada hasil tes administrasi sebetulnya dari jumlah pendaftar  sebanyak 176 orang yang lolos. Setelah itu proses seleksi akademik ada 132 orang.

 

Sedangkan untuk tes akademik akan dilakukan selama dua hari dari Rabu-Kamis 1 sampai dengan 2 November 2017 dan nantinya ditindaklanjuti dengan diklat yang dijadwalkan Februari atau Maret 2018.

“Mereka yang ikut seleksi rata-rata usianya di bawah 54 tahun atau usia tidak lebih dari 56 tahun saat dilantik dengan pangkat golongan 3 C.,”kata dia

 

Imam memaparkan, jabatan kepala sekolah yang kosong itu sudah ada yang lebih dari dua tahun, tapi proses operasional sekolah tetap berjalan.

 

Sementara itu, Kepala UPT Pendidikan SD dan Paudni Kecamatan Cihampelas Budiyanto mengungkapkan, di wilayahnya ada 6 SD yang kepala sekolahnya kosong.

 

Si antaranya, SDN Terang, SDN Sadar Galir, SDN Rancairung 5, SDN Lamping Sari, SDN Cihampelas 2, dan SDN Cipatik 3. Kekosongan itu karena ada yang meninggal tiga orang, pensiun dua orang, dan satu orang yang dikembalikan jadi guru.

 

Budiyanto berharap, kekosongan ini bisa secepatnya diisi. Karena memang di internal sekolah juga membutuhkan kepemimpinan dan arahan untuk kemajuan sekolah dan siswa.

 

"Sekarang kita tunggu saja seleksinya dan berharap bisa cepat ada hasilnya. Kalau sudah terpilih, mereka bisa langsung bekerja," tutup Budiyanto.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Proyeksi: Produksi Minyak AS yang Kuat Hingga 2030
17 Juli 2018, by Slesta
Sementara produksi minyak dari cekungan serpih AS tanpa henti, akan menjadi produsen lain yang berkontribusi terhadap pertumbuhan pasokan jangka panjang, Wood ...
Sumur  di Tengah Aliran Sungai, Menjadi Destinasi Wisata Mendadak di Probolinggo
5 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Sumur di tengah Sungai ini viral melalui sebuah unggahan video berdurasi 54 detik di akun Facebook Abdoel. Video unggahan tersebut telah berhasil ...
Sering Pura-Pura Bahagia? Hati-Hati!
24 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebagian masyarakat beranggapan bahwa kesuksesan tidak dinilai dari kekayaan seseorang lagi, namun dilihat dari seberapa bahagianya mereka. ...
Ratna Sarumpaet Ternyata Bohong, Sandiaga akan Ambil tindakan Tegas
3 Oktober 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kasus penganiayaan yang menimpa aktivis wanita, Ratna Sarumpaet ternyata hanya Hoax saja, Pihak kepolisian yang mendengar kasus penganiayaan ...
Long Toft Primary School
13 Oktober 2017, by Rachmiamy
Tabrakan mobil di jalan raya memang sudah sering terjadi. Akan tetapi bagaimana jika tabrakan tersebut terjadi di dalam lingkungan sekolah. Seperti dilansir ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab