Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Kabupaten Bandung Barat Kekurangan Kepala Sekolah

Kabupaten Bandung Barat Kekurangan Kepala Sekolah

2 November 2017 | Dibaca : 989x | Penulis : Admin

 

Tampang.com–  Untuk mengisi kekosongan beberapa kepala sekolah (Kepsek) di tingkat Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini sudah melakukan seleksi sebanyak 132 calon Kepsek.

 

Kepala Dinas Pendidikan KBB Imam Santoso menyebutkan, saat ini masih ada kekosongan jabatan kepala sekolah sebanyak 110 sekolah yang tersebar diberbagai daerah. Namun, untuk menempatinya proses seleksi sudah selesai dilakukan.

 

“Proses seleksi melibatkan Lembaga Pelatihan dan Pendidikan Kepala Sekolah (LP2KS) dari Malang, selaku lembaga yang berwenang dalam hal seleksi calon kepala sekolah,”jelas Imam ketika ditemui kemarin (1/11)

 

Menurutnya, banyaknya jabatan kepala SD yang kosong diakibat banyak yang memasuki pensiun.  Sehingga, proses seleksi mencari pemimpin yang memang layak mengisi jabatan Kepsek.

 

Selain itu dari proses penjaringan pada hasil tes administrasi sebetulnya dari jumlah pendaftar  sebanyak 176 orang yang lolos. Setelah itu proses seleksi akademik ada 132 orang.

 

Sedangkan untuk tes akademik akan dilakukan selama dua hari dari Rabu-Kamis 1 sampai dengan 2 November 2017 dan nantinya ditindaklanjuti dengan diklat yang dijadwalkan Februari atau Maret 2018.

“Mereka yang ikut seleksi rata-rata usianya di bawah 54 tahun atau usia tidak lebih dari 56 tahun saat dilantik dengan pangkat golongan 3 C.,”kata dia

 

Imam memaparkan, jabatan kepala sekolah yang kosong itu sudah ada yang lebih dari dua tahun, tapi proses operasional sekolah tetap berjalan.

 

Sementara itu, Kepala UPT Pendidikan SD dan Paudni Kecamatan Cihampelas Budiyanto mengungkapkan, di wilayahnya ada 6 SD yang kepala sekolahnya kosong.

 

Si antaranya, SDN Terang, SDN Sadar Galir, SDN Rancairung 5, SDN Lamping Sari, SDN Cihampelas 2, dan SDN Cipatik 3. Kekosongan itu karena ada yang meninggal tiga orang, pensiun dua orang, dan satu orang yang dikembalikan jadi guru.

 

Budiyanto berharap, kekosongan ini bisa secepatnya diisi. Karena memang di internal sekolah juga membutuhkan kepemimpinan dan arahan untuk kemajuan sekolah dan siswa.

 

"Sekarang kita tunggu saja seleksinya dan berharap bisa cepat ada hasilnya. Kalau sudah terpilih, mereka bisa langsung bekerja," tutup Budiyanto.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berikut Ini Waktu yang Tepat Miliki Anak Setelah Menikah
13 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Setelah menikah tentu saja setiap pasnagan menginginkan untuk memiliki momongan. Namun , keputusan untuk memiliki momongan sendiri dapat ...
Belajar Menghadapi Masalah dari Buku I Had Trouble in Getting to Solla Sollew...
11 Juni 2018, by Dika Mustika
Beberapa waktu lalu, aku membaca buku dari dr. Seuss (lagi) dan ... lagi-lagi setelah selesai membaca bukunya, terasa seperti keluar dari ruang sebuah seminar ...
Ingin Lebih Sehat dan Bahagia? Yuk Bersyukur!
20 Januari 2018, by Dika Mustika
Ada sebuah kuotes dari Nati Sajidah (penulis buku), Selalu ada harapan yang tumbuh ketika kita bersyukur. Merasa sukar berharap? Mulailah dengan syukur. Ada ...
Sering Merasa Lapar? Makanan dengan Omega 3 Bisa Jadi Solusinya
31 Januari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk menjaga kesehatan tubuh, tentunya kita harus mendapatkan nutrisi yang cukup. Dari nutrisi yang masuk inilah, energi yang kita gunakan dalam ...
Anny Divya, Pilot Wanita Termuda Boeing 777
25 September 2017, by Rachmiamy
Di zaman sekarang ini, memang sudah banyak perempuan memiliki profesi yang biasanya digeluti oleh seorang laki- laki. Seperti supir bus, tukang bengkel, tukang ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab