Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kabupaten Bandung Barat Kekurangan Kepala Sekolah

Kabupaten Bandung Barat Kekurangan Kepala Sekolah

2 November 2017 | Dibaca : 904x | Penulis : Admin

 

Tampang.com–  Untuk mengisi kekosongan beberapa kepala sekolah (Kepsek) di tingkat Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini sudah melakukan seleksi sebanyak 132 calon Kepsek.

 

Kepala Dinas Pendidikan KBB Imam Santoso menyebutkan, saat ini masih ada kekosongan jabatan kepala sekolah sebanyak 110 sekolah yang tersebar diberbagai daerah. Namun, untuk menempatinya proses seleksi sudah selesai dilakukan.

 

“Proses seleksi melibatkan Lembaga Pelatihan dan Pendidikan Kepala Sekolah (LP2KS) dari Malang, selaku lembaga yang berwenang dalam hal seleksi calon kepala sekolah,”jelas Imam ketika ditemui kemarin (1/11)

 

Menurutnya, banyaknya jabatan kepala SD yang kosong diakibat banyak yang memasuki pensiun.  Sehingga, proses seleksi mencari pemimpin yang memang layak mengisi jabatan Kepsek.

 

Selain itu dari proses penjaringan pada hasil tes administrasi sebetulnya dari jumlah pendaftar  sebanyak 176 orang yang lolos. Setelah itu proses seleksi akademik ada 132 orang.

 

Sedangkan untuk tes akademik akan dilakukan selama dua hari dari Rabu-Kamis 1 sampai dengan 2 November 2017 dan nantinya ditindaklanjuti dengan diklat yang dijadwalkan Februari atau Maret 2018.

“Mereka yang ikut seleksi rata-rata usianya di bawah 54 tahun atau usia tidak lebih dari 56 tahun saat dilantik dengan pangkat golongan 3 C.,”kata dia

 

Imam memaparkan, jabatan kepala sekolah yang kosong itu sudah ada yang lebih dari dua tahun, tapi proses operasional sekolah tetap berjalan.

 

Sementara itu, Kepala UPT Pendidikan SD dan Paudni Kecamatan Cihampelas Budiyanto mengungkapkan, di wilayahnya ada 6 SD yang kepala sekolahnya kosong.

 

Si antaranya, SDN Terang, SDN Sadar Galir, SDN Rancairung 5, SDN Lamping Sari, SDN Cihampelas 2, dan SDN Cipatik 3. Kekosongan itu karena ada yang meninggal tiga orang, pensiun dua orang, dan satu orang yang dikembalikan jadi guru.

 

Budiyanto berharap, kekosongan ini bisa secepatnya diisi. Karena memang di internal sekolah juga membutuhkan kepemimpinan dan arahan untuk kemajuan sekolah dan siswa.

 

"Sekarang kita tunggu saja seleksinya dan berharap bisa cepat ada hasilnya. Kalau sudah terpilih, mereka bisa langsung bekerja," tutup Budiyanto.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Keuntungan Serta Efisiensi Menggunakan Konsep Smart Home Schneider Electric
21 Oktober 2020, by Admin
Seiring dengan pesatnya perkembangan dunia digital, pemanfaatan konsep smart home atau rumah pintar terus tumbuh. Dan bahkan diprediksi konsep smart home ini ...
Hijrah, Aktor Egi John Melangsungkan Pernikahan dengan Konsep Syar'i
2 Juli 2017, by Zeal
tampang.com - Seseorang yang mendapatkan hidayah memang rahasia Allah. Salah satunya adalah seorang aktor Egi John yang setelah selesai menjalin hubungan ...
Inggris Mengeluarkan Peraturan Baru untuk Lindungi Kendaraan Pintar Otonom
7 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pemerintah Inggris mengeluarkan peraturan baru yang meminta memperketat perlindungan siber bagi para produsen kendaraan yang terhubung dengan ...
Gempa di Sukabumi Guncang Beberapa Kota di Jawa Barat dan Jakarta
12 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Gempa berkekuatan 6,3 SR mengguncang wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada ...
Harga Box Culvert Jabodetabek Termurah dan Terlengkap 2019 di MegaconBeton.com ☎ (021) 2957 2295
24 April 2019, by Admin
Di era sekarang ini, banyak yang menggunakan struktur beton untuk bangunan dan beton merupakan bahan material utama yang sering digunakan. Mengapa demikian? ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab