Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Join Venture Pertamina Selesai Akhir 2017

Join Venture Pertamina Selesai Akhir 2017

6 September 2017 | Dibaca : 524x | Penulis : Alfi Wahyu Prasetyo

PT Pertamina (Persero) menargetkan pembentukan dua perusahaan patungan (joint venture/JV), masing-masing dengan Saudi Aramco dan Rosneft bisa rampung pada akhir 2017.

Direktur Keuangan Pertamina Arief  Budiman menuturkan, langkah itu merupakan kelanjutan dari kesepakatan JV Development Agreement dengan kedua mitra.

Pertamina telah menandatangani kesepakatan JV dengan Saudi Aramco untuk proyek penambahan kapasitas dan kompleksitas kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) Cilacap pada 22 Desember 2016.

Pertamina juga sepakat membentuk JV dengan Rosneft Oil Company untuk pembangunan kilang baru di Tuban, 4 Oktober 2016.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa dibentuk joint venture-nya," ungkap Arief ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (5/9).

Ia melanjutkan, Rosneft sangat berniat membentuk JV sebelum memulai proyek kilang Tuban. Nantinya, pendanaan proyek akan dialirkan melalui kantong perusahaan patungan itu. Selama ini biaya pembangunan kilang yang telah digelontorkan dibagi dua antara Rosneft dan Pertamina.

Jika nanti JV terbentuk, maka kedua perusahaan sepakat menyuntik dana tambahan lagi ke anak perusahaan. "Mungkin pendanaan yang bisa dilakukan anak usaha lebih untuk membiayai Basic Engineering Design (BED)," ujarnyanya.

Berbeda dengan Rosneft, Saudi Aramco malah menginginkan JV dibentuk setelah proyek RDMP Cilacap memasuki fase Final Investment Decision (FID). Meski demikian, Pertamina menerima keputusan Saudi Aramco selama proyek itu berjalan lancar.

"Yang penting proyeknya jadi," tambah Arief.

Porsi kepemilikan Pertamina tak berubah yakni 55 persen untuk kedua proyek. Selain itu, satu hal yang masih dibahas perusahaan adalah jadi atau tidaknya Pertamina mengempit hak partisipasi di lapangan Chavyo dan Russkoye di Rusia sebagai bagian dari kesepakatan pengembangan kilang Tuban dengan Rosneft.

Sesuai JVDA tahun lalu, Pertamina diperkenankan mendapatkan hak partisipasi sebesar 20 persen di lapangan Chavyo dan 37,5 persen di Russkoye. Belakangan, Pertamina harus mengubur keinginan tersebut karena tidak ekonomis, sebab masih harus ada pajak akuisisi yang perlu dibayar perusahaan.

"Masalah hulu migas ini yang masih dibahas dengan Rosneft. Bagi kami, kalau barangnya bagus ya kami ambil, kalau tidak ya sudah," pungkasnya.

Proyek RDMP Cilacap rencananya bisa menambah kapasitas produksi dari 350 ribu barel per hari ke angka 400 ribu barel per hari. Sementara itu, proyek kilang baru di Tuban diharapkan memiliki kapasitas sebesar 300 ribu barel per hari.

Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari megaproyek kilang Pertamina yang diharapkan bisa memiliki kapasitas sebesar 2,3 juta barel per hari pada tahun 2025 mendatang. Saat ini, kapasitas kilang existing Pertamina tercatat 1,04 juta barel.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

OK OCE Academy Targetkan Kurangi Pengangguran di DKI Jakarta
17 Mei 2017, by herline
Sudah tau prograam OK OCE kan? OK OCE adalah singkatan dari One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship, yaitu salah satu program andalan dari Gurbernur dan ...
Asian Games Tingkatkan Perekonomian Indonesia hingga Capai Rp 3 T
25 Juli 2018, by Nur Atinal Khusna
Ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke-18 pada tahun 2018, rupanya berdampak besar bagi perekonomian Indonesia, khususnya kontribusi sektor ...
6 Tips Menjadi Karyawan Teladan di Tempat Kerja
25 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Karyawan yang memiliki reputasi baik, kinerja baik, dan prestasi yang baik di perusahaan adalah karyawan yang disukai atasan. Karyawan semacam di atas ...
Karena Foto Selfi  Anak – Anak Indonesia Kena Kecaman Dunia.
12 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Lagi, kelakuan anak jaman now yang menjadi viral. Ini ternyata terjadi di Indonesia Negara kita sendiri guys karena selfi kena kecaman ...
Sungai Tersembunyi di Bawah Es Antartika
24 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti Antartika dari Rice University telah menemukan suatu ironi di alam: di benua terkering dan terdingin di Bumi, di mana air permukaan jarang ditemukan, ...
Berita Terpopuler
Polling
Setujukah Banser dikirim ke Papua?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview