Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Jelang Kongres PKC di Beijing, Menlu Australia: Korut Mungkin Akan Luncurkan Rudal Lagi

Jelang Kongres PKC di Beijing, Menlu Australia: Korut Mungkin Akan Luncurkan Rudal Lagi

13 Oktober 2017 | Dibaca : 311x | Penulis : Rindang Riyanti

Berkaitan dengan akan diadakannya Kongres Partai Komunis China pekan depan, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengemukakan adanya kekhawatiran nyata bahwa Korea Utara kemungkinan akan kembali melakukan ujicoba saat berlangsungnya acara tersebut.

Kongres Partai Komunis China PKC di Beijing yang akan digelar Rabu (18/10/2017) depan untuk memutuskan kebijakan Pemerintah China serta memilih para pejabat untuk periode lima tahun ke depan.

Julie Bishop, seperti yang dilansir dari wawancara dengan Sky News, menjelaskan bahwa pihak berwenang Korea Selatan menganggap pihak Korea Utara sangat mungkin kembali melakukan pengujian peluncuran rudal lagi. Menurutnya, hal ini dapat Korut lakukan untuk mempermalukan China.

"Korea Utara mungkin menggunakan kesempatan itu untuk mempermalukan China dengan cara melakukan ujicoba nuklir lagi atau meluncurkan rudal balistik lainnya," kata Bishop.

Menurt Julie Bishop pengujian rudal Korut mengikuti suatu pola tertentu.

"Hal ini tampaknya disebabkan karena adanya pola tertentu Korea Utara dalam melakukan ujicoba ilegal ini pada saat bersamaan degan China menampilkan bangsanya di panggung dunia," katanya.

Menlu Bishop bersama Menteri Pertahanan Marise Payne melakukan pertemuan dengan mitranya di Korea Selatan pekan ini untuk membahas upaya program nuklir dan misil Korea Utara.

Mereka mengatakan bahwa penolakan pemimpin Korut Kim Jong Un untuk mematuhi peraturan internasional telah menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan di wilayah tersebut.

Bishop mengatakan Kedutaan Australia di Pyongyang telah ditutup sejak tahun 1974, sehingga Australia bekerja sama dengan negara lainnya.

"Saya percaya bahwa Amerika Serikat lebih maju dalam berhubungan dengan Korea Utara melalui jalur belakang. Kami jelas akan bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki masukan mengenai cara kita mengurangi ketegangan," tandasnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

alvaro morata
11 Juni 2017, by Tonton Taufik
Kemungkinan besar, Senin besok, Manchester United (MU) akan mendapatkan Alvaro Morata dengan nilai transfer fee £64.1 juta. MU sangat membutuhkan striker ...
Penjelasan Syahrini Terkait Foto di Tepi Jalan Tol yang Terancam 18 Bulan Penjara Atau Denda Rp 1.5 miliar
8 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Artis papan atas Syahrini selalu menjadi sorotan media dan warganet ketika menunjukkan sesuatu tentang dirinya. Mulai dari gaya berpakaian yang sangat ...
migrain
25 Mei 2018, by oteli w
Tampang.com - Sakit Kepala sebelah atau migrain merupakan salah satu penyakit yang merepotkan penderitanya. Migrain akut dapat mengakibatkan mual bahkan ...
Hal yang  Membuat Kamu Susah Nikah, Betah Jomblo dan Nggak Mau Nikah Sampai Tua
1 November 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Guys, yang namanya pernikahan itu sudah menjadi ketentuan setiap manusia diciptakan untuk berpasang – pasangan, jadi hukumnya sebenarnya ...
Tenaga Kerja Indonesia di Dominasi Oleh Lulusan Pendidikan SD dan SMP
20 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Jumlah angkatan kerja nasional pada Februari 2017 tercatat lebih dari 131 juta orang dan masih di dominasi oleh lulusan pendidikan sekolah dasar ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman