Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Jadilah Warganet Bijak, Stop Hoax

Jadilah Warganet Bijak, Stop Hoax

4 Maret 2018 | Dibaca : 1969x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Era digital membuat penyebaran berbagai informasi dari berbagai belahan dunia menjadi tanpa batas waktu, tempat, maupun jarak. Tentu saja hal ini merupakan sebuah keajaiban yang pernah ada. Kita tak lagi harus pergi membeli Koran, majalah, atau surat kabar  cetak lainnya untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Sosial media menjadi salah satu media penyebar informasi yang sangat cepat, semua orang bisa saling terhubung di seluruh dunia. Jika dipikir memang sangat luar biasa dan menakjubkan. Karya dan penemuan manusia sebagai makhluk paling sempurna inilah yang telah mengubah gaya hidup manusia dan memberi berbagai kemudahan dalam mengerjakan aktivitas.

namun, sayangnya kehadiran internet dan sosial media sebagai media penyebaran informasi ini tidak sepenuhnya menjadi sumber informasi yang bermanfaat dan membangun pola pikir masyarakat. Terjadinya penyebaran informasi yang menjebak bahkan memprovokasi masyarakat pengguna media sosial yang kemudian pembaca menganggapnya sebuah kebenaran padahal itu adalah informasi bohong yang sengaja disebarkan oleh oknum tertentu. Informasi yang berupa provokasi dan tipuan ini dinamakan Hoax.

Akibatnya tidak sedikit pengguna internet dan media sosial dengan mudahnya terpengaruh dan menyerap informasi apapun yang dibacanya dianggap sebagai sebuah kebenaran. Informasi hoax seringkali membuat masyarakat jenuh dan menjadi terprovokasi dengan isu-isu yang sensitive di masyarakat. Akibatnya serangan demi serangan di internet pun tak terbendung terjadi karena timbulnya pendapat pro dan kontra antar warganet itu sendiri.

Ada pun isu yang biasanya diangkat oleh para pembuat berita hoax seperti isu sara, dan agama. Isu ini paling sensitive dan masyarakat dengan mudahnya emosi serta terpengaruh dengan informasi bohong yang telah dikemas sedemikian rupa sehingga warganet yang tidak bijak dengan mudahnya menerima berita tersebut sebagai kebenaran.

Konflik antar golongan pun kerap terjadi. Para pelaku yang menyebarkan informasi hoax ini memanfaatkan keadaan Indonesia yang majemuknya sangat tinggi. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak perbedaan mulai dari kebiasaan, adat istiadat, letak geografis, budaya, suku, bahkan agama. Perbedaan tersebut telah dipersatukan oleh dasar negara Indonesia yakni Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti walaupun berbeda-beda tetap satu jua.

Kehadiran internet dan berbagai media sosial di tengah-tengah kehidupan kita tidaklah salah. Hanya saja alangkah baiknya jika setiap kita warganet tidak mudah terpengaruh dan percaya pada informasi yang dibaca. Cari tahu kebenarannya dengan cara membandingkan dengan sumber-sumber lain serta pahami kalimat dan perhatikan judulnya apakah mengarah provokasi atau tidak. Jadilah warganet yang bijak dan hargai perbedaan. Jangan dengan mudah membagikan postingan dari sumber yang tidak terpercaya. Lawan hoax, jaga kebersamaan!

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Komentar Gareth Southgate Tentang 3 Calon Lawannya di Grup G Piala Dunia 2018 Rusia
2 Desember 2017, by Rachmiamy
Acara pengundian grup Piala Dunia 2018 Rusia telah dilaksanakan Jum'at 1 Desember 2017. Bertempat di State Kremlin Palace Moskow, ke 32 negara peserta ...
Dampak Negatif Tidur Setelah Sahur
28 Mei 2018, by oteli w
Dampak Negatif Tidur Setelah Sahur Bagi umat islam bangun lebih awal untuk sahur saat bulan ramadhan hukumnya sunah. Setelah bersahur, biasanya ada ...
Mayweather: McGregor Hanyalah Seorang Badut
14 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Floyd "Money" Mayweather Jr. sebut-sebut Conor Mc Gregor yang akan menjadi lawannya hanya badut yang mencari popularitas dan keuntungan ...
Suka Mewarnai Rambut? Hati-Hati Terkena Risiko Kanker Payudara
19 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Saat ini, mewarnai rambut mungkin telah menjadi hal yang biasa yang sering orang-orang. Banyak orang, terutama kaum hawa yang menjadi lebih percaya diri saat ...
Korban Laporkan 20 Nama Terlibat Kasus First Travel
30 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
  Jemaah korban First Travel mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan 20 nama yang diduga ikut menyelewengkan dana jemaah pada Rabu, 30 Agustus ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab