Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Inilah Tiga Faktor Ekonomi RI Masih Kuat

Inilah Tiga Faktor Ekonomi RI Masih Kuat

30 Mei 2018 | Dibaca : 182x | Penulis : Slesta

Tampang.com – Ditengah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS saat ini. Gubernur Bank Indonesia yang baru saja dilantik, Perry Warjiyo menyatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang masih cukup kuat. Kekuatan tersebut dapat ditunjukan melalui tiga faktor yakni pertama ,fundamental ekonomi Indonesia cukup baik ditandai dengan rendahnya inflasi, stabilnya system keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang kian meningkat.

Kedua, keberanian dan kesiapan Indonesia untuk melakukan langkah kebijakan terkoordinasi yang hal itu bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah.

Ketiga, dalam upaya menghadapi tekanan eksternal, BI memiliki cadangan devisa yang cukup dengan nominal terkahir adalah senilai USD 124 miliar, hal itu sangat cukup untuk pembayaran impor, utang luar negeri atau juga untuk antisipasi capital revearsal.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan krisis, Indonesia kini telah memiliki UU Nomor 9 Tahun 2016.

Beberapa upaya penting tersebut menjadi alasan mengapa ekonomi Indonesia masih kuat sampai saat ini.

Selain memberikan semangat baru terkait ekonomi Indonesia, Perry tak lupa pula menjelaskan bahwa Indonesia telah menghadapi berbagai tekanan sejak awal Februari dan tekanan tersebut memberikan dampak terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.

Perry menjelaskan bahwa depresiasi rupiah terjadi sepenuhnya karena faktor eksternal yakni perubahan kebijakan di AS yang memberikan dampak ke seluruh negara. Adapun beberapa faktor penyebab tekanan pada stabilitas eksternal tersebut yaitu ::

Pertama , The Fed menaikkan suku bunga. Hal ini dikarenakan perekonomian AS saat ini semakin membaik.

Kedua , kebiajkan fiscal AS lebih ekspansif, penurunan pajak, ekspansi fiskal yang lebih besar yang menyebabkan defisit fiskal menjadi lebih tinggi mencapai 4 persen per PDB.

“Itu kenapa terjadi capital revearsal, dan pembalikan modal dari negara maju maupun emerging market lari ke AS. Pada saat yang sama mata uang dolar menguat ke seluruh mata uang dunia” jelas Perry.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jerman Meningkatkan Belanja Pertahanan, Tetapi Tidak Cukup Tinggi Bagi Trump
15 Mei 2018, by Slesta
Pejabat Jerman mengatakan Selasa mereka berencana untuk meningkatkan belanja pertahanan tahun ini, tetapi tidak ke level yang cukup tinggi untuk memenuhi ...
Trump Menunda Keputusan Tarif di Uni Eropa, Kanada dan Meksiko
1 Mei 2018, by Slesta
Pada Hari Senin, Administrasi Trump menunda keputusan apakah akan memberlakukan tarif baja dan aluminium pada Uni Eropa dan negara lain selama 30 ...
Nikita Mirzani..Saya Ingin Punya Bayi Lagi
16 Mei 2017, by Devi
Artis yang satu ini kerap menjadi berita kontroversi di tengah masyarakat Indonesia, namun tidak bisa di pungkiri berita tentang Nikita selalu banyak di tunggu ...
KPU Jabar Tetapkan Ridwan Kamil dan UU jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar
24 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Rapat pleno KPU Jabar yang digelar hari ini di kantor KPU Jabar, Bandung menetapkan pasangan nmor urut 1 yaitu Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum ...
Hasil Riset Ini Boleh Dicoba untuk Kamu yang Masih Sendiri
17 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika kamu adalah seorang pria dan masih menyandang status sendiri, namun ingin mendapatkan pasangan yang cocok, tak ada salahnya mendengarkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman