Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Inilah Tiga Faktor Ekonomi RI Masih Kuat

Inilah Tiga Faktor Ekonomi RI Masih Kuat

30 Mei 2018 | Dibaca : 147x | Penulis : Slesta

Tampang.com – Ditengah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS saat ini. Gubernur Bank Indonesia yang baru saja dilantik, Perry Warjiyo menyatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang masih cukup kuat. Kekuatan tersebut dapat ditunjukan melalui tiga faktor yakni pertama ,fundamental ekonomi Indonesia cukup baik ditandai dengan rendahnya inflasi, stabilnya system keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang kian meningkat.

Kedua, keberanian dan kesiapan Indonesia untuk melakukan langkah kebijakan terkoordinasi yang hal itu bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah.

Ketiga, dalam upaya menghadapi tekanan eksternal, BI memiliki cadangan devisa yang cukup dengan nominal terkahir adalah senilai USD 124 miliar, hal itu sangat cukup untuk pembayaran impor, utang luar negeri atau juga untuk antisipasi capital revearsal.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan krisis, Indonesia kini telah memiliki UU Nomor 9 Tahun 2016.

Beberapa upaya penting tersebut menjadi alasan mengapa ekonomi Indonesia masih kuat sampai saat ini.

Selain memberikan semangat baru terkait ekonomi Indonesia, Perry tak lupa pula menjelaskan bahwa Indonesia telah menghadapi berbagai tekanan sejak awal Februari dan tekanan tersebut memberikan dampak terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.

Perry menjelaskan bahwa depresiasi rupiah terjadi sepenuhnya karena faktor eksternal yakni perubahan kebijakan di AS yang memberikan dampak ke seluruh negara. Adapun beberapa faktor penyebab tekanan pada stabilitas eksternal tersebut yaitu ::

Pertama , The Fed menaikkan suku bunga. Hal ini dikarenakan perekonomian AS saat ini semakin membaik.

Kedua , kebiajkan fiscal AS lebih ekspansif, penurunan pajak, ekspansi fiskal yang lebih besar yang menyebabkan defisit fiskal menjadi lebih tinggi mencapai 4 persen per PDB.

“Itu kenapa terjadi capital revearsal, dan pembalikan modal dari negara maju maupun emerging market lari ke AS. Pada saat yang sama mata uang dolar menguat ke seluruh mata uang dunia” jelas Perry.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

M Prasetyo Melarang Anggotanya Menjadi Pj Gubernur
31 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
M Prasetyo, Jaksa Agung memberi larangan terhadap anak buahnya untuk menjadi Pejabat Gubernur untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di suatu daerah. Dirinya ...
Boyband dan Artis Korea Kembali Tampil Manggung di Indonesia
25 November 2017, by Admin
Tampang.com  – Sukses dengan pergelaran perdana tahun lalu, festival musik Hallyu Saranghaeyo Indonesia (SHI) kembali dihelat. Event yang ...
Orang Taiwan yang Kabur karena Selundupkan Sabu-sabu 1 Ton Ketangkep juga
14 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Anak buah Lin Ming Hui yang merupakan bos penyelundupan sabu-sabu seberat 1 ton dan ditewas ditembak polisi, akhirnya ketangkap juga. Hsu Yung Li ...
Jeremy Burgess : "Selama Bertahun-Tahun Saya Menjadi Seorang Valentino"
12 Januari 2018, by Rachmiamy
Valentino Rossi merupakan salah seorang pembalap yang fenomenal di ajang balapan MotoGP. Pembalap yang kini berusia 39 tahun tersebut berhasil menjadi juara ...
FDA Meluncurkan Kampanye Untuk Membantu Perokok Berhenti Merokok
12 Desember 2017, by Slesta
Ketika harus menendang kebiasaan merokok, jika pada awalnya Anda tidak berhasil, coba lagi, kata Administrasi Makanan dan Obat A.S. Untuk membantu mendorong ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview