Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Ingin Terhindar dari Nyeri Kronis, Perhatikan Postur Tubuh dan Tumit Sepatu

Ingin Terhindar dari Nyeri Kronis, Perhatikan Postur Tubuh dan Tumit Sepatu

21 Juni 2018 | Dibaca : 207x | Penulis : Maman Soleman

Setiap orang pernah mengalami nyeri pada satu atau banyak titik. Seringkali kondisi itu menjadi indikasi ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh. Setiap individu menjadi penilai terbaik untuk rasa nyeri yang dirasakannya. Rasa nyeri bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat serta konstan.

Nyeri akut dimulai secara tiba-tiba dan biasanya cukup terasa. Hal tersebut sebagai pertanda dari penyakit atau adanya serangan dalam tubuh. Nyeri akut bisa terasa ringan dan bertahan beberapa waktu atau bisa memburuk dan berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.

Pada kebanyakan kasus, nyeri akut tidak bertahan lama (tidak lebih dari enam bulan) dan menghilang saat penyebab nyeri telah diatasi. Nyeri akut yang tidak reda bisa menimbulkan nyeri kronis.

Nyeri kronis bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Kondisi yang mengikuti proses penuaan sering memengaruhi tulang dan sendi yang menyebabkan nyeri kronis. Penyebab lain yang sering adalah kerusakan saraf dan cedera yang gagal diobati.

Beberapa macam nyeri kronis memiliki sejumlah penyebab. Nyeri punggung, misalnya, bisa disebabkan oleh faktor tunggal atau kombinasi dari faktor-faktor ini:

  • Postur tubuh yang buruk selama bertahun-tahun.
  • Mengangkat dan membawa benda berat dengan tidak tepat.
  • Kelebihan berat badan yang membuat tekanan berlebihan pada punggung dan lutut.
  • Kondisi bawaan seperti kelengkungan dari tulang punggung.
  • Cedera traumatik.
  • Menggunakan sepatu bertumit tinggi (high heels).
  • Tidur dengan alas yang jelek.
  • Tidak ada penyebab fisik yang nyata.
  • Proses penuaan tulang belakang.

Penyakit bisa menjadi penyebab dasar dari nyeri kronis. Artritis rheumatoid dan osteoartritis dikenal jahat, tetapi nyeri yang menetap juga bisa disebabkan oleh penyakit seperti kanker , multipel sklerosis, AIDS, dan batu empedu.

Dalam banyak kasus, sumber nyeri kronis dapat sangat rumit dan bahkan menjadi masalah misterius untuk diungkapkan. Meski dimulai dengan cedera atau penyakit, nyeri yang berkelanjutan bisa menimbulkan dimensi psikologis setelah masalah fisik disembuhkan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Saat Ditanyai Seputar Nasib Mobil Esemka, Begini Kata Jokowi
19 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Saat Jokowi datang ke pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4) ia ditanyai seputar nasib mobil ...
6 Karya K-Pop yang Dianggap Memuja Setan
9 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Rupanya tak hanya videoklip, beberapa lirik lagu K-Pop juga dianggap merupakan persmebahan untuk setan. Beberapa forum sempat mengulas mengenai ...
Manfaat Mengkonsumsi Umbi Talas Bagi Kesehatan
31 Juli 2018, by oteli w
Manfaat Mengkonsumsi Umbi Talas Bagi Kesehatan Talas merupakan jenis umbi-umbian yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Talas merupakan salah satu ...
Zaskia Adya Mecca Melahirkan Anak Ke-4 Secara Caesar
23 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pasangan selebriti Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo akhirnya dikaruniai anak ke empat pada hari Jum'at, 23 Maret 2018. Zaskia ...
obat kuat herbal
26 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Bagi para pria dewasa dan sudah menikah, urusan seks diatas ranjang pastilah menjadi urusan yang utama terutama masalah kenikmatan dan kepuasan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab