Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ingin Terhindar dari Nyeri Kronis, Perhatikan Postur Tubuh dan Tumit Sepatu

Ingin Terhindar dari Nyeri Kronis, Perhatikan Postur Tubuh dan Tumit Sepatu

21 Juni 2018 | Dibaca : 366x | Penulis : Maman Soleman

Setiap orang pernah mengalami nyeri pada satu atau banyak titik. Seringkali kondisi itu menjadi indikasi ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh. Setiap individu menjadi penilai terbaik untuk rasa nyeri yang dirasakannya. Rasa nyeri bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat serta konstan.

Nyeri akut dimulai secara tiba-tiba dan biasanya cukup terasa. Hal tersebut sebagai pertanda dari penyakit atau adanya serangan dalam tubuh. Nyeri akut bisa terasa ringan dan bertahan beberapa waktu atau bisa memburuk dan berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.

Pada kebanyakan kasus, nyeri akut tidak bertahan lama (tidak lebih dari enam bulan) dan menghilang saat penyebab nyeri telah diatasi. Nyeri akut yang tidak reda bisa menimbulkan nyeri kronis.

Nyeri kronis bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Kondisi yang mengikuti proses penuaan sering memengaruhi tulang dan sendi yang menyebabkan nyeri kronis. Penyebab lain yang sering adalah kerusakan saraf dan cedera yang gagal diobati.

Beberapa macam nyeri kronis memiliki sejumlah penyebab. Nyeri punggung, misalnya, bisa disebabkan oleh faktor tunggal atau kombinasi dari faktor-faktor ini:

  • Postur tubuh yang buruk selama bertahun-tahun.
  • Mengangkat dan membawa benda berat dengan tidak tepat.
  • Kelebihan berat badan yang membuat tekanan berlebihan pada punggung dan lutut.
  • Kondisi bawaan seperti kelengkungan dari tulang punggung.
  • Cedera traumatik.
  • Menggunakan sepatu bertumit tinggi (high heels).
  • Tidur dengan alas yang jelek.
  • Tidak ada penyebab fisik yang nyata.
  • Proses penuaan tulang belakang.

Penyakit bisa menjadi penyebab dasar dari nyeri kronis. Artritis rheumatoid dan osteoartritis dikenal jahat, tetapi nyeri yang menetap juga bisa disebabkan oleh penyakit seperti kanker , multipel sklerosis, AIDS, dan batu empedu.

Dalam banyak kasus, sumber nyeri kronis dapat sangat rumit dan bahkan menjadi masalah misterius untuk diungkapkan. Meski dimulai dengan cedera atau penyakit, nyeri yang berkelanjutan bisa menimbulkan dimensi psikologis setelah masalah fisik disembuhkan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sandiaga Uno: Politisi Itu Harusnya Mempersatukan
18 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti diketahui pernyataan Ketua Dewasn Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dengan mendikotomi adanya ‘partai Allah dan partai ...
Venus Berputar makin Lambat
16 Maret 2018, by Maman Soleman
Venus berputar pada porosnya sedikit lebih lambat dari sebelumnya dan hingga saat ini para astronom belum mengetahui penyebabnya secara pasti. Venus melakukan ...
Buy Muslim First di Indonesia
26 Oktober 2019, by Admin
Gerakan “Buy Muslim First” dari Malaysia, sepertinya akan sampai di Indonesia. Di Malaysia, gerakan ini berhasil membuat perekonomian lebih baik, ...
kesehatan reproduksi pria
1 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ada banyak faktor yang dapat mengganggu kesehatan sistem reproduksi pria. Misalnya dengan memakai celana dalam yang terlalu ketat. Selain ...
Djarot Akan Cabut KJP dan BPJS Pedagang Kaki Lima dan Pengendara yang Terobos Trotoar
18 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Djarot Saiful Hidayat selaku Gubernur DKI akan menindak tegas pedagang kaki lima dan pengendara yang berani menerobos trotoar. Ia mengancam akan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview