Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Ibu Obesitas Berisiko Sebabkan Masalah pada Paru-Paru Bayi

Ibu Obesitas Berisiko Sebabkan Masalah pada Paru-Paru Bayi

21 Agustus 2017 | Dibaca : 932x | Penulis : Rindang Riyanti

Bayi yang lahir dari wanita yang kelebihan berat badan, gemuk atau menderita diabetes selama kehamilannya memiliki paru-paru yang kurang matang dibandingkan bayi dengan berat badan normal. Itu menurut penelitian yang dilakukan dalam model kehamilan domba, yang diterbitkan hari ini di The Journal of Physiology.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa wanita yang kelebihan berat badan, obesitas atau menderita diabetes selama kehamilan memiliki risiko melahirkan bayi yang mengalami masalah paru-paru saat lahir dan kemudian selama masa kanak-kanak dan masa kecil.

Tim peneliti di University of South Australia menemukan bahwa keturunan yang berisiko memiliki paru-paru yang lebih muda dibandingkan dengan keturunan ibu dengan berat badan normal. Paru-paru menghasilkan zat yang disebut surfaktan yang berfungsi untuk dua tujuan: membuat permukaan saluran udara tetap saling menempel, dan juga melawan bakteri dan virus. Paru-paru yang belum matang menghasilkan lebih sedikit surfaktan yang berarti bahwa paru-paru tidak dapat melakukan fungsi normalnya.

Para periset memberi makan domba dengan diet yang memberi energi lebih banyak 55%, kemudian mensimulasikan model gizi berlebih dan obesitas. Diet ini diberikan selama trimester terakhir kehamilan yaitu saat tahap paling kritis perkembangan paru terjadi. Mereka melihat paru-paru anak domba sebelum kelahiran dan satu bulan setelah kelahiran untuk mengevaluasi pertumbuhan paru-paru dan untuk memeriksa apakah ada jumlah sel normal yang membuat surfaktan. Mereka menemukan bahwa ada sedikit produksi surfaktan dan lebih sedikit sel yang memproduksinya dari keturunan ibu dengan model over-nutrition.

Satu bulan setelah kelahiran, jumlah surfaktan telah dinormalisasi dalam model ini, sehingga efek jangka panjang pada pematangan paru karena kelebihan berat badan, obesitas, atau diabetes selama kehamilan tidak jelas.

Profesor Morrison, penulis senior studi tersebut, berkomentar: "Temuan ini menyarankan agar wanita hamil kelebihan berat badan, obesitas dan diabetes diberi perawatan untuk membantu menumbuhkan paru-paru bayi mereka sebelum mereka melahirkan. Mungkin juga disarankan kepada penyedia perawatan untuk menasihati wanita dengan kelebihan berat badan, obesitas dan diabetes untuk mengelola keadaan ini sebelum hamil untuk memperbaiki kesehatan bayi mereka yang belum lahir. '

Dia menambahkan, 'Penelitian lebih lanjut akan menindaklanjuti keturunan di kemudian hari untuk melihat apakah ada risiko masalah pernapasan yang lebih tinggi'.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Wakil PM Belgia Puji Demokrasi dan Persatuan Indonesia
11 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders memuji sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia. Menurut Didier Reynders, ...
Sering Merasa Lapar? Makanan dengan Omega 3 Bisa Jadi Solusinya
31 Januari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk menjaga kesehatan tubuh, tentunya kita harus mendapatkan nutrisi yang cukup. Dari nutrisi yang masuk inilah, energi yang kita gunakan dalam ...
Bila Anda Entrepreneur Sukses, Anda Tidak Pernah Mengkhawatirkan Lima Hal Penting Ini!
17 Agustus 2017, by Zeal
Jika Anda membaca ini, lebih dari mungkin, Anda telah berkelana ke dunia bisnis online di beberapa titik. Sebagai wirausahawan, Anda memiliki impian untuk ...
Ratna Sarumpaet Kabarnya dianiaya Orang di Bandung
2 Oktober 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kabar datang dari aktivis wanita, Ratna Sarumpaet yang dikabarkan dianiaya orang tak dikenal di Bandung. Masih belum diketahui apa motif dan ...
Keluarga Kecewa Makam JUPE dijadikan Lokasi Syuting Infotainment
14 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Yuli Rahmawati atau yang lebih akrab di sapa ‘Jupe’ belum lama ini meninggal dunia akibat sakit kanker serviks yang dideritanya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab