Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Hasil Penelitian: Nilai IQ tidak Tetap pada Usia Remaja

Hasil Penelitian: Nilai IQ tidak Tetap pada Usia Remaja

3 Juli 2018 | Dibaca : 334x | Penulis : Maman Soleman

Nilai IQ atau intelligence quotient seseorang ternyata dapat bertambah atau berkurang pada masa-masa remaja. Struktur otak mencerminkan pertambahan dan pengurangan tersebut. Hasil penelitian memberikan bukti langsung bahwa ternyata inteligensia dapat berubah sejak usia dini dan menyediakan harapan baru untuk meningkatkan kemampuan otak.

Meskipun peneliti masih memperdebatkan standar yang menjadi ukuran tes IQ, mereka menyepakati penilaian tersebut dapat memprediksi kemampuan kita untuk mempelajari dan melakukan tugas tertentu serta memperkirakan pencapaian akademik dan prestasi kerja sampai derajat tertentu. Selama ini, penilaian tersebut dianggap sebagai nilai yang relatif stabil sepanjang hidup manusia.

Seorang ahli saraf Cathy Price, dari Universitas Collage London, beserta koleganya melihat jauh melampaui nilai. Pada 2014, mereka menguji 33 remaja, yang terdiri dari 19 laki-laki dan 14 perempuan berumur 12 sampai 16 tahun. Setelah itu dilakukan uji lagi pada 2017, saat mereka berumur 15 sampai 20 tahun. Setiap kali para remaja ini melakukan tes IQ kemampuan verbal dan nonverbal mereka diukur.

Dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik, peneliti memindai otak para remaja tersebut saat mereka melakukan tes verbal, seperti membaca atau memberi nama objek dan tes nonverbal, seperti menyelesaikan visual puzzle dengan tangan mereka. Maksudnya untuk mencocokkan nilai tes dengan gambaran struktur otak dan aktivitas mereka.

Hasil uji menunjukkan perubahan dramatis. Antara uji pertama dan uji kedua mereka, nilai IQ verbal dan nonverbal naik atau turun sebanyak 20 poin (nilai skala rata-rata 100 poin).

Kemampuan beberapa remaja bertambah atau berkurang hanya pada aspek verbal atau nonverbal, atau bertambah di satu area dan berkurang di area lainnya.

Hasil pindaian otak mereka juga mencerminkan perbedaan nilai. Pada remaja yang nilai IQ verbalnya meningkat, misalnya, hasil scan menunjukkan peningkatan kepadatan materi abu-abu di bagian otak yang diaktivasi oleh kemampuan berbicara.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

C-THRU, Helm Penyelamat Berbasis Augmented Reality
4 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Teknologi Augmented Reality (AR) memang sedang berkembang tahun-tahun ini. Banyak perusahaan berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi ...
Pengaruh Orang Tua dan Perkembangan Anak
2 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Anak dalah titipan Tuhan dan merupakan anugrah terindah dalam hidup kita, namum semua bisa menjadi kesedian apabila kita salah dalam memdidik dan ...
Ridwan Kamil untuk JABAR!
13 Februari 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam upaya mempersiapkan kampanye yang akan dihadapi di tahun 2018 ini. Ridwan Kamil telah menyiapkan beberapa program dalam memimpin Jawa ...
anthony leong
12 April 2017, by Tonton Taufik
Anthony Leong sebagai ketua dari Perkumpulan Indo Digital Volunteer melaporkan video kampanye Ahok Jarot yang bisa membuat suasana makin panas dalam menghadapi ...
Nitrit Oksida Dapat Membantu Mencegah Masalah Ginjal Setelah Operasi Jantung
23 Juni 2018, by Slesta
Sebuah uji coba terkontrol secara acak di Cina baru-baru ini menemukan bahwa pasien yang menghirup nitrit oksida selama dan selama 24 jam setelah operasi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab