Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Hasil Penelitian: Nilai IQ tidak Tetap pada Usia Remaja

Hasil Penelitian: Nilai IQ tidak Tetap pada Usia Remaja

3 Juli 2018 | Dibaca : 225x | Penulis : Maman Soleman

Nilai IQ atau intelligence quotient seseorang ternyata dapat bertambah atau berkurang pada masa-masa remaja. Struktur otak mencerminkan pertambahan dan pengurangan tersebut. Hasil penelitian memberikan bukti langsung bahwa ternyata inteligensia dapat berubah sejak usia dini dan menyediakan harapan baru untuk meningkatkan kemampuan otak.

Meskipun peneliti masih memperdebatkan standar yang menjadi ukuran tes IQ, mereka menyepakati penilaian tersebut dapat memprediksi kemampuan kita untuk mempelajari dan melakukan tugas tertentu serta memperkirakan pencapaian akademik dan prestasi kerja sampai derajat tertentu. Selama ini, penilaian tersebut dianggap sebagai nilai yang relatif stabil sepanjang hidup manusia.

Seorang ahli saraf Cathy Price, dari Universitas Collage London, beserta koleganya melihat jauh melampaui nilai. Pada 2014, mereka menguji 33 remaja, yang terdiri dari 19 laki-laki dan 14 perempuan berumur 12 sampai 16 tahun. Setelah itu dilakukan uji lagi pada 2017, saat mereka berumur 15 sampai 20 tahun. Setiap kali para remaja ini melakukan tes IQ kemampuan verbal dan nonverbal mereka diukur.

Dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik, peneliti memindai otak para remaja tersebut saat mereka melakukan tes verbal, seperti membaca atau memberi nama objek dan tes nonverbal, seperti menyelesaikan visual puzzle dengan tangan mereka. Maksudnya untuk mencocokkan nilai tes dengan gambaran struktur otak dan aktivitas mereka.

Hasil uji menunjukkan perubahan dramatis. Antara uji pertama dan uji kedua mereka, nilai IQ verbal dan nonverbal naik atau turun sebanyak 20 poin (nilai skala rata-rata 100 poin).

Kemampuan beberapa remaja bertambah atau berkurang hanya pada aspek verbal atau nonverbal, atau bertambah di satu area dan berkurang di area lainnya.

Hasil pindaian otak mereka juga mencerminkan perbedaan nilai. Pada remaja yang nilai IQ verbalnya meningkat, misalnya, hasil scan menunjukkan peningkatan kepadatan materi abu-abu di bagian otak yang diaktivasi oleh kemampuan berbicara.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

jansen sitidaon
22 April 2017, by Tonton Taufik
Oleh: Jansen Sitindaon (Dewan Pakar Jaringan Nusantara. Saya seorang "Sarjana Pribumi" lulusan Fakultas Hukum Univ. Airlangga dan Master dari ...
Tahukah Anda Berapa Jumlah Negara yang Ada di Dunia?
20 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Ada 196 negara di dunia saat ini. Kecuali Anda tidak menghitung Taiwan. Taiwan tidak dianggap sebagai negara resmi oleh banyak orang, yang membuat jumlah ...
Seberapa Banyak Kita Perlu Mengkonsumsi Buah dan Sayuran Seharinya?
11 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Buah dan sayuran adalah makanan wajib yang perlu dikonsumsi setiap harinya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi nutrisi pada tubuh, seperti serat, ...
Peneliti Kembangkan Obat Terbaru untuk Malaria
19 September 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti Universitas Tulane telah mengembangkan obat baru yang efektif melawan kasus malaria. Hal ini menurut hasil dari uji coba klinis yang diawasi FDA yang ...
Tips dan Trik Menang Game Online
30 April 2019, by Admin
Permainan game slot online kini sudah populer. Selain itu sistem game slot online saat ini mengalami peningkatan dengan jumlah reel yang cukup banyak serta ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview