Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan jadi Tersangka Kasus Suap Hasil OTT KPK

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan jadi Tersangka Kasus Suap Hasil OTT KPK

29 November 2018 | Dibaca : 227x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - OTT KPK yang dilakukan pada hari Selasa (27/11) sampai Rabu (28/11) dini hari berhasil menangkap 6 orang yang melibatkan hakim dan panitera di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dari OTT KPK tersebut ditemukan barang bukti uang Dollar Singapura sebesar 45 ribu Dollar Singapura yang rencananya akan diberikan kepada 2 orang hakim atas kasus perdata yang sedang ditangani mereka.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut, KPK melalui Wakil Ketuanya, Alexander Marwata pada jumpa pers di Gedung KPK menjelaskan bahwa kedua hakim ini statusnya dari saksi meningkat menjadi tersangka. "KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan 5 orang sebagai tersangka", jelas Alexander.

5 orang tersangka tersebut selain 2 orang hakim PN Jaksel yang bernama Iswahyu Widodo dan Irwan, juga menetapkan 3 orang lainnya sebagai tersangka yaitu seorang Panitera bernama Muhammad Ramadhan, seorang pengacara Arif Fitrawan dan dari pihak swasta bernama Martin P Silitonga.

Kelima orang ini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap sengketa perdata nomor 262/Pdt.G/2018/PN Jaksel yang sedang disidangkan. Hakim Iswahyu Widodo sebagai ketua majelis hakim  dan Irwan yang menjadi salah seorang anggota majelis hakim perkara perdata dalam kasus gugatan perdata tersebut.

Alexander Marwata menambahkan bahwa selama proses persidangan berjalan, pihak penggugat melakukan komunikasi dengan panitera bernama Muhammad Ramadhan sebagai penghubung Hakim. "Awalnya Martin mengirimkan dana melalui transfer bank Mandiri ke rekening Arif Fitrawan, Arif kemudian menukarkan uang sebesar 500 juta kedalam Dollar Singapura dan diserahkan kepada Muhammad Ramadhan untuk diberikan kepada hakim", tambah Alex.

OTT KPK yang melibatkan para pengadil hukum ini tentu saja telah mencederai hukum di Indonesia, MA sebagai pembina hakim-hakim merasa marah dan mengutus keras atas perbuatan para hakim ini yang sudah merusak nama baik lembaga hukum ini.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pemusnahan Rokok Ilegal di Pasuruan Mencapai Nilai 1 Milyar
5 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Pemusnahan 2.339.435 Batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) oleh Bea Cukai Pasuruan sempat diwarnai insiden. Tumpukan rokok meleduk saat sejumlah ...
Miss International 2017 Akhirnya di Boyong Indonesia
14 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kebanggaan lagi ditorehkan oleh utusan Indonesia dengan berhasilnya Kevin Lillianna dinobatkan sebagai Miss International 2017. Dengn menggunakan ...
 Khofifah Indar Parawansa Memenangin Pilkada Jatim Versi Hitung Cepat
28 Juni 2018, by oteli w
 Khofifah Indar Parawansa Memenangkan Pilkada Jatim Versi Hitung Cepat Pilkada serentak 2018 telah selesai digelar, ada yang kalah dan ada yang menang. ...
Menjelang Lebaran, Harga Daging Tembus Rp 54 Ribu
25 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Seperti biasa, menjelang lebaran nanti sebagian besar harga komoditas pangan mengalami penaikkan secara signifikan. Salah satu komoditas ...
Turunkan Berat Badanmu dengan 7 Metode Diet Air Putih
10 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Setiap orang menginginkan tubuh ideal yang ditandai dengan berat badan yang ideal. Memiliki berat badan di atas normal dapat berdampak pada rasa percaya diri ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab