Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

12 Juli 2017 | Dibaca : 563x | Penulis : Fernandusman

Kapal-kapal yang membawa pasukan China menuju Djibouti untuk mendirikan pangkalan militer pertama di luar negeri di Beijing, lapor media pemerintah.
China mengatakan basis dukungan tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan perdamaian dan bantuan kemanusiaan di Afrika dan Asia Barat.
Ini juga akan digunakan untuk operasi militer, latihan angkatan laut dan misi penyelamatan, kata Xinhua.
China telah meningkatkan investasi di Afrika, dan juga dengan cepat memodernisasi militernya dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Xinhua mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut berangkat dari kota pelabuhan Zhanjiang di provinsi Guangdong, China selatan, Selasa.
Ia tidak menentukan jumlah pasukan atau kapal yang berangkat ke Djibouti, atau kapan markas tersebut akan mulai beroperasi.
Cina di Afrika
Misi penjaga perdamaian pertama di China
Mengapa ada begitu banyak pangkalan militer di Djibouti?
Apakah Cina merupakan rem atas kemajuan Afrika?

Laporan tersebut mengatakan bahwa basis Djibouti terjadi setelah "perundingan bersahabat" antara kedua negara. Laporan sebelumnya mengatakan konstruksi dimulai tahun lalu.
Pangkalan tersebut secara luas dilihat sebagai langkah oleh China untuk mempertaruhkan kehadiran militernya di wilayah tersebut.
Namun sebuah editorial (dalam bahasa China) pada hari Rabu di Global Times yang dikelola negara mengatakan bahwa "tujuan penting dari pengembangan kekuatan militer China adalah untuk melindungi 'keamanan China', dan bukan tentang cara untuk mengendalikan dunia".
Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa AS, Jepang dan Prancis juga memiliki pangkalan militer di Djibouti.
Djibouti, sebuah negara kecil di Tanduk Afrika, disukai karena lokasinya berada di dekat rute pelayaran yang sibuk. Hal ini juga dilihat sebagai negara yang stabil di wilayah yang tidak bergejolak.

Pada tahun 2015, pada pertemuan puncak dengan negara-negara Afrika, China berjanji untuk menginvestasikan $ 60 milyar (kemudian £ 40 miliar) untuk pembangunan di Afrika.
Selain menjadi mitra dagang terbesar di benua ini, juga telah menuangkan dana dan tenaga untuk proyek infrastruktur.
Banyak dari mereka adalah perkeretaapian yang menghubungkan negara-negara Afrika, termasuk yang menghubungkan Djibouti dengan ibukota Etiopia Addis Ababa, serta kereta api di Angola, Nigeria, Tanzania dan Zambia.
Sebagai gantinya, Afrika memasok China dengan sumber daya alam, mineral dan energi.
China juga memulai misi penjaga perdamaian asing pertama di Sudan Selatan pada tahun 2015.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

ARCore, Aplikasi Google untuk Augmented Reality
31 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perusahaan teknologi raksasa dunia, Google kini tengah mengembangkan aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) terbaru dengan nama ARCore. ...
partai penista agama
7 Maret 2019, by Admin
Kejadian penistaan agama oleh Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) menunjukkan siapa saja partai yang mendukung penista agama. Pada saat Ahok dipenjara, semua ...
Jadi Presenter Hafiz Cilik, Irfan Hakim ingin Anaknya juga jadi Hafiz
14 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Perkembangan zaman semakin pesat, dunia iptek pun semakin maju, banyak anak–anak yang kehilangan kebahagian masa kecil mereka dan aktifitas ...
Rasakan Gerakan Janin untuk Pertama Kalinya, Franda Menangis
1 Desember 2017, by Rachmiamy
Sempat takut untuk memiliki anak, kini artis cantik Franda nampaknya tengah menikmati hari- harinya menjadi calon ibu dari bayi yang dikandungnya. Kini ...
isi khotbah sholat ied
3 Juli 2017, by Tonton Taufik
Ahad, 1 Syawal 1438 H / 25 Juni 2017 Tempat: Lapangan Alun2 Pemda Wonosari Waktu: Pukul 06.30 WIB – selesai Judul: Persatuan dan kesatuan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab