Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

12 Juli 2017 | Dibaca : 211x | Penulis : Fernandusman

Kapal-kapal yang membawa pasukan China menuju Djibouti untuk mendirikan pangkalan militer pertama di luar negeri di Beijing, lapor media pemerintah.
China mengatakan basis dukungan tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan perdamaian dan bantuan kemanusiaan di Afrika dan Asia Barat.
Ini juga akan digunakan untuk operasi militer, latihan angkatan laut dan misi penyelamatan, kata Xinhua.
China telah meningkatkan investasi di Afrika, dan juga dengan cepat memodernisasi militernya dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Xinhua mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut berangkat dari kota pelabuhan Zhanjiang di provinsi Guangdong, China selatan, Selasa.
Ia tidak menentukan jumlah pasukan atau kapal yang berangkat ke Djibouti, atau kapan markas tersebut akan mulai beroperasi.
Cina di Afrika
Misi penjaga perdamaian pertama di China
Mengapa ada begitu banyak pangkalan militer di Djibouti?
Apakah Cina merupakan rem atas kemajuan Afrika?

Laporan tersebut mengatakan bahwa basis Djibouti terjadi setelah "perundingan bersahabat" antara kedua negara. Laporan sebelumnya mengatakan konstruksi dimulai tahun lalu.
Pangkalan tersebut secara luas dilihat sebagai langkah oleh China untuk mempertaruhkan kehadiran militernya di wilayah tersebut.
Namun sebuah editorial (dalam bahasa China) pada hari Rabu di Global Times yang dikelola negara mengatakan bahwa "tujuan penting dari pengembangan kekuatan militer China adalah untuk melindungi 'keamanan China', dan bukan tentang cara untuk mengendalikan dunia".
Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa AS, Jepang dan Prancis juga memiliki pangkalan militer di Djibouti.
Djibouti, sebuah negara kecil di Tanduk Afrika, disukai karena lokasinya berada di dekat rute pelayaran yang sibuk. Hal ini juga dilihat sebagai negara yang stabil di wilayah yang tidak bergejolak.

Pada tahun 2015, pada pertemuan puncak dengan negara-negara Afrika, China berjanji untuk menginvestasikan $ 60 milyar (kemudian £ 40 miliar) untuk pembangunan di Afrika.
Selain menjadi mitra dagang terbesar di benua ini, juga telah menuangkan dana dan tenaga untuk proyek infrastruktur.
Banyak dari mereka adalah perkeretaapian yang menghubungkan negara-negara Afrika, termasuk yang menghubungkan Djibouti dengan ibukota Etiopia Addis Ababa, serta kereta api di Angola, Nigeria, Tanzania dan Zambia.
Sebagai gantinya, Afrika memasok China dengan sumber daya alam, mineral dan energi.
China juga memulai misi penjaga perdamaian asing pertama di Sudan Selatan pada tahun 2015.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Inilah 5 Masalah Percintaan yang Sering di Hadapi Generasi Milenial
15 Februari 2018, by Slesta
Tampang.com – Membangun hubungan akan gampang – gampang susah, khususnya bagi para generasi milenial. Mereka cenderung sulit untuk menemukan cinta ...
Wakil PM Belgia Puji Demokrasi dan Persatuan Indonesia
11 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders memuji sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia. Menurut Didier Reynders, ...
Makan Membuat Kita Senang, Ini Sebabnya
30 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti Finlandia telah mengungkapkan bagaimana makan merangsang sistem opioid endogen otak untuk memberi sinyal kesenangan dan kenyang. Hasil terbaru yang ...
polisi
18 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Penindakan pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh personel Satresnarkoba Polrestabes Medan terjadi pada hari Selasa (16/5) di Jalan Sei Rokan, ...
Tak Perlu Minum Obat, Bahan Ini Juga Mampu Redakan Alergi yang Menyerang
24 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebagian orang sepertinya memiliki alergi pada suatu hal. Hingga saat ini, tak ada obat alergi yang menghilangkan secara permanen terhadap hal ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
Hijab