Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

12 Juli 2017 | Dibaca : 782x | Penulis : Fernandusman

Kapal-kapal yang membawa pasukan China menuju Djibouti untuk mendirikan pangkalan militer pertama di luar negeri di Beijing, lapor media pemerintah.
China mengatakan basis dukungan tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan perdamaian dan bantuan kemanusiaan di Afrika dan Asia Barat.
Ini juga akan digunakan untuk operasi militer, latihan angkatan laut dan misi penyelamatan, kata Xinhua.
China telah meningkatkan investasi di Afrika, dan juga dengan cepat memodernisasi militernya dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Xinhua mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut berangkat dari kota pelabuhan Zhanjiang di provinsi Guangdong, China selatan, Selasa.
Ia tidak menentukan jumlah pasukan atau kapal yang berangkat ke Djibouti, atau kapan markas tersebut akan mulai beroperasi.
Cina di Afrika
Misi penjaga perdamaian pertama di China
Mengapa ada begitu banyak pangkalan militer di Djibouti?
Apakah Cina merupakan rem atas kemajuan Afrika?

Laporan tersebut mengatakan bahwa basis Djibouti terjadi setelah "perundingan bersahabat" antara kedua negara. Laporan sebelumnya mengatakan konstruksi dimulai tahun lalu.
Pangkalan tersebut secara luas dilihat sebagai langkah oleh China untuk mempertaruhkan kehadiran militernya di wilayah tersebut.
Namun sebuah editorial (dalam bahasa China) pada hari Rabu di Global Times yang dikelola negara mengatakan bahwa "tujuan penting dari pengembangan kekuatan militer China adalah untuk melindungi 'keamanan China', dan bukan tentang cara untuk mengendalikan dunia".
Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa AS, Jepang dan Prancis juga memiliki pangkalan militer di Djibouti.
Djibouti, sebuah negara kecil di Tanduk Afrika, disukai karena lokasinya berada di dekat rute pelayaran yang sibuk. Hal ini juga dilihat sebagai negara yang stabil di wilayah yang tidak bergejolak.

Pada tahun 2015, pada pertemuan puncak dengan negara-negara Afrika, China berjanji untuk menginvestasikan $ 60 milyar (kemudian £ 40 miliar) untuk pembangunan di Afrika.
Selain menjadi mitra dagang terbesar di benua ini, juga telah menuangkan dana dan tenaga untuk proyek infrastruktur.
Banyak dari mereka adalah perkeretaapian yang menghubungkan negara-negara Afrika, termasuk yang menghubungkan Djibouti dengan ibukota Etiopia Addis Ababa, serta kereta api di Angola, Nigeria, Tanzania dan Zambia.
Sebagai gantinya, Afrika memasok China dengan sumber daya alam, mineral dan energi.
China juga memulai misi penjaga perdamaian asing pertama di Sudan Selatan pada tahun 2015.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

kambing
6 Juni 2017, by Tonton Taufik
Suatu hari Andri berpapasan dengan seorang gembala beserta kambingnya. Andri bertanya dengan takjub Andri. : "Pak, boleh nanya ga ...
Apa Kepribadian Introvert yang Sebenarnya
23 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.con - Sebelum kita bahas tentang kepribadian Introvert perlu kita apa sebenarnya arti kepribadian Introvert itu.  Lalu apakah sebenarnya introvert ...
kereta cepat jakarta bandung
27 Juli 2017, by Tonton Taufik
Tadi malam, melihat berita di tv tentang  Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, saya merasa sedih dan kaget dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang ...
Resmi! Ezra Kembali Bermain di Eropa
2 September 2017, by Akbar Gemilang Suzli
Teka teki masa depan Ezra Walian, salah satu bintang muda Indonesia ini akhirnya terpecahkan. Sempat diisukan direkrut oleh West Ham, Ezra akhirnya menerima ...
Studi: Antena Seluler Mini Membantu Mengubah Otot Menjadi Lemak
14 Juli 2017, by Slesta
Tidak peduli berapa banyak Anda diet dan melakukan gym, sel otot berubah menjadi lemak seiring usia tubuh.  Penelitian baru menunjukkan antena seluler ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab