Tutup Iklan
belireview
  
login Register
Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

12 Juli 2017 | Dibaca : 273x | Penulis : Fernandusman

Kapal-kapal yang membawa pasukan China menuju Djibouti untuk mendirikan pangkalan militer pertama di luar negeri di Beijing, lapor media pemerintah.
China mengatakan basis dukungan tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan perdamaian dan bantuan kemanusiaan di Afrika dan Asia Barat.
Ini juga akan digunakan untuk operasi militer, latihan angkatan laut dan misi penyelamatan, kata Xinhua.
China telah meningkatkan investasi di Afrika, dan juga dengan cepat memodernisasi militernya dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Xinhua mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut berangkat dari kota pelabuhan Zhanjiang di provinsi Guangdong, China selatan, Selasa.
Ia tidak menentukan jumlah pasukan atau kapal yang berangkat ke Djibouti, atau kapan markas tersebut akan mulai beroperasi.
Cina di Afrika
Misi penjaga perdamaian pertama di China
Mengapa ada begitu banyak pangkalan militer di Djibouti?
Apakah Cina merupakan rem atas kemajuan Afrika?

Laporan tersebut mengatakan bahwa basis Djibouti terjadi setelah "perundingan bersahabat" antara kedua negara. Laporan sebelumnya mengatakan konstruksi dimulai tahun lalu.
Pangkalan tersebut secara luas dilihat sebagai langkah oleh China untuk mempertaruhkan kehadiran militernya di wilayah tersebut.
Namun sebuah editorial (dalam bahasa China) pada hari Rabu di Global Times yang dikelola negara mengatakan bahwa "tujuan penting dari pengembangan kekuatan militer China adalah untuk melindungi 'keamanan China', dan bukan tentang cara untuk mengendalikan dunia".
Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa AS, Jepang dan Prancis juga memiliki pangkalan militer di Djibouti.
Djibouti, sebuah negara kecil di Tanduk Afrika, disukai karena lokasinya berada di dekat rute pelayaran yang sibuk. Hal ini juga dilihat sebagai negara yang stabil di wilayah yang tidak bergejolak.

Pada tahun 2015, pada pertemuan puncak dengan negara-negara Afrika, China berjanji untuk menginvestasikan $ 60 milyar (kemudian £ 40 miliar) untuk pembangunan di Afrika.
Selain menjadi mitra dagang terbesar di benua ini, juga telah menuangkan dana dan tenaga untuk proyek infrastruktur.
Banyak dari mereka adalah perkeretaapian yang menghubungkan negara-negara Afrika, termasuk yang menghubungkan Djibouti dengan ibukota Etiopia Addis Ababa, serta kereta api di Angola, Nigeria, Tanzania dan Zambia.
Sebagai gantinya, Afrika memasok China dengan sumber daya alam, mineral dan energi.
China juga memulai misi penjaga perdamaian asing pertama di Sudan Selatan pada tahun 2015.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Anak Laki- laki 8 Tahun ini Rela Berlatih Selama 4 Jam Sehari untuk Meniru Bruce Lee Sang Idolanya
27 April 2018, by Rachmiamy
Siapa yang tak kenal dengan Bruce Lee. Aktor bela diri Hong Kong ini memang sangat terkenal dan melegenda. Saking melegendanya bahkan ada seorang anak laki- ...
Utang RI Naik Sedangkan Rupiah Loyo, Kok Bisa ya?
21 April 2018, by Slesta
Tampang.com – salah satu strategi yang dilakukan BI ( Bank Indonesia ) untuk mengangkat rupiah seacra signifikan adalah dengan menaikan peringkat utang ...
Jangan Tunggu Haus Untuk Minum!
20 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Memang terasa nikmat, apabila kita minum segelas air pada saat kita tengah kehausan. Tapi, menurut penelitian sebaiknya jangan tunggu haus untuk ...
Mitos Tentang Pelangi dari Berbagai Negara
17 April 2018, by oteli w
Mitos Tentang Pelangi dari Berbagai Negara   Semua orang pasti pernah melihat pelangi. Terutama saat terjadi hujan di siang hari maka sesudahnya ...
Zaskia Adya Mecca Melahirkan Anak Ke-4 Secara Caesar
23 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pasangan selebriti Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo akhirnya dikaruniai anak ke empat pada hari Jum'at, 23 Maret 2018. Zaskia ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman