Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

12 Juli 2017 | Dibaca : 694x | Penulis : Fernandusman

Kapal-kapal yang membawa pasukan China menuju Djibouti untuk mendirikan pangkalan militer pertama di luar negeri di Beijing, lapor media pemerintah.
China mengatakan basis dukungan tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan perdamaian dan bantuan kemanusiaan di Afrika dan Asia Barat.
Ini juga akan digunakan untuk operasi militer, latihan angkatan laut dan misi penyelamatan, kata Xinhua.
China telah meningkatkan investasi di Afrika, dan juga dengan cepat memodernisasi militernya dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Xinhua mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut berangkat dari kota pelabuhan Zhanjiang di provinsi Guangdong, China selatan, Selasa.
Ia tidak menentukan jumlah pasukan atau kapal yang berangkat ke Djibouti, atau kapan markas tersebut akan mulai beroperasi.
Cina di Afrika
Misi penjaga perdamaian pertama di China
Mengapa ada begitu banyak pangkalan militer di Djibouti?
Apakah Cina merupakan rem atas kemajuan Afrika?

Laporan tersebut mengatakan bahwa basis Djibouti terjadi setelah "perundingan bersahabat" antara kedua negara. Laporan sebelumnya mengatakan konstruksi dimulai tahun lalu.
Pangkalan tersebut secara luas dilihat sebagai langkah oleh China untuk mempertaruhkan kehadiran militernya di wilayah tersebut.
Namun sebuah editorial (dalam bahasa China) pada hari Rabu di Global Times yang dikelola negara mengatakan bahwa "tujuan penting dari pengembangan kekuatan militer China adalah untuk melindungi 'keamanan China', dan bukan tentang cara untuk mengendalikan dunia".
Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa AS, Jepang dan Prancis juga memiliki pangkalan militer di Djibouti.
Djibouti, sebuah negara kecil di Tanduk Afrika, disukai karena lokasinya berada di dekat rute pelayaran yang sibuk. Hal ini juga dilihat sebagai negara yang stabil di wilayah yang tidak bergejolak.

Pada tahun 2015, pada pertemuan puncak dengan negara-negara Afrika, China berjanji untuk menginvestasikan $ 60 milyar (kemudian £ 40 miliar) untuk pembangunan di Afrika.
Selain menjadi mitra dagang terbesar di benua ini, juga telah menuangkan dana dan tenaga untuk proyek infrastruktur.
Banyak dari mereka adalah perkeretaapian yang menghubungkan negara-negara Afrika, termasuk yang menghubungkan Djibouti dengan ibukota Etiopia Addis Ababa, serta kereta api di Angola, Nigeria, Tanzania dan Zambia.
Sebagai gantinya, Afrika memasok China dengan sumber daya alam, mineral dan energi.
China juga memulai misi penjaga perdamaian asing pertama di Sudan Selatan pada tahun 2015.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Stadion Sidoarjo Dipenuhi Ribuan Orang, Bukan Maen Bola Tapi Ngaji Bareng
22 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Stadion Gelora Delta Sidoarjo hari ini akan dipenuhi ribuan orang, bukan untuk menonton laga pertandingan sepak bola, tapi untuk ngaji bareng. ...
DPR, Senat mencapai kesepakatan tagihan pajak
14 Desember 2017, by Slesta
Anggota Partai Republik di DPR dan Senat pada hari Rabu mencapai kesepakatan, pada prinsipnya, dalam sebuah undang-undang pajak konsensus, menjaga agar partai ...
anthony joshua fight
9 November 2017, by Admin
MEXICO CITY - Presiden Badan Tinju Dunia WBC Mauricio Sulaiman saat ini punya pekerjaan berat. Dia dipaksa mampu mewujdkan keinginan juara dunia kelas beratnya ...
Perawatan Rambut Basah Setelah Kehujanan
3 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Rambut yang basah akibat air hujan jangan dibiarkan begitu saja karena dapat merusak rambut. Selain itu, air hujan pun dapat menyebabkan penyakit ...
Sehat Itu Berharga!
16 Februari 2018, by Dika Mustika
Beberapa waktu lalu, aku berkunjung ke rumah sakit. Dari sana aku berpikir betapa nikmat sehat sungguh sangat berharga. Setelah menjenguk saudara, aku ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab