Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

12 Juli 2017 | Dibaca : 662x | Penulis : Fernandusman

Kapal-kapal yang membawa pasukan China menuju Djibouti untuk mendirikan pangkalan militer pertama di luar negeri di Beijing, lapor media pemerintah.
China mengatakan basis dukungan tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan perdamaian dan bantuan kemanusiaan di Afrika dan Asia Barat.
Ini juga akan digunakan untuk operasi militer, latihan angkatan laut dan misi penyelamatan, kata Xinhua.
China telah meningkatkan investasi di Afrika, dan juga dengan cepat memodernisasi militernya dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Xinhua mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut berangkat dari kota pelabuhan Zhanjiang di provinsi Guangdong, China selatan, Selasa.
Ia tidak menentukan jumlah pasukan atau kapal yang berangkat ke Djibouti, atau kapan markas tersebut akan mulai beroperasi.
Cina di Afrika
Misi penjaga perdamaian pertama di China
Mengapa ada begitu banyak pangkalan militer di Djibouti?
Apakah Cina merupakan rem atas kemajuan Afrika?

Laporan tersebut mengatakan bahwa basis Djibouti terjadi setelah "perundingan bersahabat" antara kedua negara. Laporan sebelumnya mengatakan konstruksi dimulai tahun lalu.
Pangkalan tersebut secara luas dilihat sebagai langkah oleh China untuk mempertaruhkan kehadiran militernya di wilayah tersebut.
Namun sebuah editorial (dalam bahasa China) pada hari Rabu di Global Times yang dikelola negara mengatakan bahwa "tujuan penting dari pengembangan kekuatan militer China adalah untuk melindungi 'keamanan China', dan bukan tentang cara untuk mengendalikan dunia".
Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa AS, Jepang dan Prancis juga memiliki pangkalan militer di Djibouti.
Djibouti, sebuah negara kecil di Tanduk Afrika, disukai karena lokasinya berada di dekat rute pelayaran yang sibuk. Hal ini juga dilihat sebagai negara yang stabil di wilayah yang tidak bergejolak.

Pada tahun 2015, pada pertemuan puncak dengan negara-negara Afrika, China berjanji untuk menginvestasikan $ 60 milyar (kemudian £ 40 miliar) untuk pembangunan di Afrika.
Selain menjadi mitra dagang terbesar di benua ini, juga telah menuangkan dana dan tenaga untuk proyek infrastruktur.
Banyak dari mereka adalah perkeretaapian yang menghubungkan negara-negara Afrika, termasuk yang menghubungkan Djibouti dengan ibukota Etiopia Addis Ababa, serta kereta api di Angola, Nigeria, Tanzania dan Zambia.
Sebagai gantinya, Afrika memasok China dengan sumber daya alam, mineral dan energi.
China juga memulai misi penjaga perdamaian asing pertama di Sudan Selatan pada tahun 2015.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mitos, Fakta, MitosAtauFakta, Unik
26 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Tidak sedikit yang dianggap sebagai fakta dalam kehidupan sehari-hari ternyata ada mitos dan demikian pula sebaliknya apa yang seharusnya menjadi fakta akan ...
6 Jenis Makanan Berikut Cocok Dikonsumsi Saat Diet
19 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Setiap orang menginginkan tubuh yang ideal dengan menjaga berat badan tetap normal. Namun, sebagian orang yang sudah terlanjur berat badannya melebihi ...
Musikus India Ini Memainkan Gitar Saat Dirinya Tengah Dioperasi
24 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Abhishek Prasad, seorang musikus India melakukan operasi pada bagian kepala dalam keadaan sadar, bahkan sambil memainkan gitar. Diketahui ...
Alzheimer, Penyakit Pikun yang Mematikan
17 Juli 2018, by Maman Soleman
Banyak yang berpikir pikun merupakan hal biasa dan wajar. Namun, penyakit pikun yang parah di usia lanjut menjadi penyakit yang mematikan. Penyakit itu ialah ...
menjaga kesehatan
1 Mei 2017, by Ayu
Ada industri pembersih tubuh gencar menawarkan produk-produk yang dapat mengurangi zat-zat produksi tubuh manusia yang kerap dipandang jorok dan menjijikkan. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab