Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

Djibouti: Pasukan China Berangkat ke Markas Militer Pertama di Luar Negeri

12 Juli 2017 | Dibaca : 339x | Penulis : Fernandusman

Kapal-kapal yang membawa pasukan China menuju Djibouti untuk mendirikan pangkalan militer pertama di luar negeri di Beijing, lapor media pemerintah.
China mengatakan basis dukungan tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan perdamaian dan bantuan kemanusiaan di Afrika dan Asia Barat.
Ini juga akan digunakan untuk operasi militer, latihan angkatan laut dan misi penyelamatan, kata Xinhua.
China telah meningkatkan investasi di Afrika, dan juga dengan cepat memodernisasi militernya dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Xinhua mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut berangkat dari kota pelabuhan Zhanjiang di provinsi Guangdong, China selatan, Selasa.
Ia tidak menentukan jumlah pasukan atau kapal yang berangkat ke Djibouti, atau kapan markas tersebut akan mulai beroperasi.
Cina di Afrika
Misi penjaga perdamaian pertama di China
Mengapa ada begitu banyak pangkalan militer di Djibouti?
Apakah Cina merupakan rem atas kemajuan Afrika?

Laporan tersebut mengatakan bahwa basis Djibouti terjadi setelah "perundingan bersahabat" antara kedua negara. Laporan sebelumnya mengatakan konstruksi dimulai tahun lalu.
Pangkalan tersebut secara luas dilihat sebagai langkah oleh China untuk mempertaruhkan kehadiran militernya di wilayah tersebut.
Namun sebuah editorial (dalam bahasa China) pada hari Rabu di Global Times yang dikelola negara mengatakan bahwa "tujuan penting dari pengembangan kekuatan militer China adalah untuk melindungi 'keamanan China', dan bukan tentang cara untuk mengendalikan dunia".
Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa AS, Jepang dan Prancis juga memiliki pangkalan militer di Djibouti.
Djibouti, sebuah negara kecil di Tanduk Afrika, disukai karena lokasinya berada di dekat rute pelayaran yang sibuk. Hal ini juga dilihat sebagai negara yang stabil di wilayah yang tidak bergejolak.

Pada tahun 2015, pada pertemuan puncak dengan negara-negara Afrika, China berjanji untuk menginvestasikan $ 60 milyar (kemudian £ 40 miliar) untuk pembangunan di Afrika.
Selain menjadi mitra dagang terbesar di benua ini, juga telah menuangkan dana dan tenaga untuk proyek infrastruktur.
Banyak dari mereka adalah perkeretaapian yang menghubungkan negara-negara Afrika, termasuk yang menghubungkan Djibouti dengan ibukota Etiopia Addis Ababa, serta kereta api di Angola, Nigeria, Tanzania dan Zambia.
Sebagai gantinya, Afrika memasok China dengan sumber daya alam, mineral dan energi.
China juga memulai misi penjaga perdamaian asing pertama di Sudan Selatan pada tahun 2015.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Salah Satu Kota di Kanada Ini Miliki Air Terjun Terbanyak di Dunia
23 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kota Hamilton merupakan sebuah kota pelabuhan di provinsi Ontario, Kanada. Selain sebagai kota pelabuhan, kota ini juga merupakan kawasan ...
Ragunan Zoo Mengenalkan Satwa Indonesia Lewat Platform Eduitainment
30 Juni 2018, by Maman Soleman
Anda malas pergi ke kebun binatang? Atau merasa kebun binatang sudah tidak menarik lagi bagi anda? Tunggu dulu. Coba install aplikasi buatan Indosat bernama ...
Ternyata T-Rex Tidak Memiliki Bulu
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilansir dari BBC.co.uk - Gagasan bahwa Tyrannosaurus rex memiliki bulu-bulu tebal telah diragukan. Ada sesuatu yang tidak tepat tentang sebuah pemikiran ...
Belanja Pegawai Pemerintah Kota Cirebon Bakal Naik tahun Depan
27 November 2017, by Admin
Tampang.com – Belanja pegawai Pemerintah Kota Cirebon dipastikan mengalami kenaikan tahun depan. Penambahan anggaran untuk mengakomodir remunerasi akan ...
Wow, Sam Aliano Melayangkan Sayembara Senilai 5 Miliar untuk Menangkap Otak Teroris!
17 Mei 2018, by Zeal
tampang.com - Setelah menghebohkan diri dengan kesiapannya dalam mencalonkan sebagai calon Presiden Republik Indonesia mendatang, kali ini Pengusaha Sam Aliano ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite