Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Dianggap Tabu? Ini Pentingnya Beri Pendidikan Seks ke Anak

Dianggap Tabu? Ini Pentingnya Beri Pendidikan Seks ke Anak

9 November 2017 | Dibaca : 444x | Penulis : Rindang Riyanti

Terkadang kita merasa bahwa pendidikan seks tidak perlu kita berikan pada anak-anak. Entah karena tabu atau karena khawatir anak akan jadi lebih penasaran pada aktivitas seksual sebelum waktunya.

Akan tetapi menurut Psikolog Mellisa Grace M.Psi, pendidikan seks ini penting diberikan kepada anak.

"Sex education bukan mengajarkan anak untuk tahu aktivitas seksual, tetapi mengajarkan anak untuk lebih aware, lebih sadar akan anggota tubuhnya," terang Mellissa Grace dalam Instagram-nya, @Mellissa_Grace.

Saat memberikan pendidikan seks, kita akan memberi tahu tentang kesehatan reproduksi pada anak. Ini yang akan membuat anak akan lebih mengenal dan memahami bagian-bagian tubuhnya, termasuk organ seksualnya.

Selain itu, lanjut Mellissa, para orang tua juga bisa memberikan pemahaman pada anak tentang perilaku yang boleh atau tidak boleh dilakukan, perilaku yang tepat atau tidak tepat.

"Misalnya cium boleh nggak? Boleh sih tapi sama siapa aja, di mana aja, kayak gimana aja," tambah Mellissa.

Jika anak sudah mendapatkan pendidikan seks yang tepat, maka anak akan tahu dan menyadari berbagai macam konsekuensi kalau mengakses konten pornografi ataupun melakukan seks bebas. Menurutnya, pendidikan seks ini merupakan wujud usaha orang tua untuk mencegah anak dari aktivitas terkait seksualitas yang tidak bertanggung jawab.

Yang harus diperhatikan adalah pendidikan seks ini harus dibarengi juga dengan komunikasi dan peningkatan kedekatan emosional antara orang tua dan anak. "Jadi anak merasa bisa ngomongin apa saja. Termasuk hal yang dianggap tabu oleh orang tuanya, supaya anak terpenuhi rasa ingin tahunya, tanpa anak takut diomeli sama orang tuanya," lanjut Mellissa.

Apalagi di era sekarang ini, anak-anak lahir dan tumbuh di era di mana internet dan teknologi berkembang begitu cepat. Teknologi memang memudahkan manusia mendapatkan berbagai macam informasi dan memudahkan hidupnya. Namun ini juga membuat anak-anak lebih mudah terpapar konten yang tidak diinginkan, misalnya pornografi.

"Rasanya nggak mungkin banget kalau harus mengisiolasi anaka dari kemajuan teknologi dan internet yang begitu pesat. Itu kenapa pentingnya pengawasan dan pendampingan orang tua pada segala aktivitas anak, terutama yang berusia di bawah 12 tahun," lanjutnya.

Melalui komunikasi dan pendampingan yang tepat dari orang tua, orang tua diharapkan dapat melindungi anaknya dari paparan negatif perkembangan teknologi. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Apakah Anies Masih Berpeluang Menjadi Capres? Berikut Kata Amien Rais
31 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Selain nama Prabowo Subianto dan Joko Widodo yang sudah hampir pasti akan maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019, nama Anies Baswedan juga beberapa waktu ...
Wonder Woman Larang Tayang di Qatar
2 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Film Wonder Woman yang disutradarai oleh Patty Jenkins kini masih menempati Box Office. Setelah larang tayang di Lebanon dan Tunisia, kesuksesan ...
3 Parameter Penutupan Bandara Akibat Aktivitas Gunung Berapi
27 November 2017, by Retno Indriyani
Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah "cincin api" yang artinya dikelilingi oleh banyak gunung berapi yang sangat berpotensi mengalami ...
Cegah Kanker Menyerang Dengan 4 Daun Sehat Ini
30 Januari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika kanker menyerang, apapun jenis kankernya, tetap saja berbahaya dan menyeramkan. Apalagi, kanker tersebut sudah memasuki tahap yang sulit ...
Ditemukan Terowongan Bawah Tanah di Bawah Piramida Berusia 2000 Tahun
13 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Baru-baru ini arkeolog telah menemukan sebuah terowongan misterius di bawah piramida di Teotihuacan, Mexico, yang dijuluki ‘Pyramid of the ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab