Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Dianggap Tabu? Ini Pentingnya Beri Pendidikan Seks ke Anak

Dianggap Tabu? Ini Pentingnya Beri Pendidikan Seks ke Anak

9 November 2017 | Dibaca : 203x | Penulis : Rindang Riyanti

Terkadang kita merasa bahwa pendidikan seks tidak perlu kita berikan pada anak-anak. Entah karena tabu atau karena khawatir anak akan jadi lebih penasaran pada aktivitas seksual sebelum waktunya.

Akan tetapi menurut Psikolog Mellisa Grace M.Psi, pendidikan seks ini penting diberikan kepada anak.

"Sex education bukan mengajarkan anak untuk tahu aktivitas seksual, tetapi mengajarkan anak untuk lebih aware, lebih sadar akan anggota tubuhnya," terang Mellissa Grace dalam Instagram-nya, @Mellissa_Grace.

Saat memberikan pendidikan seks, kita akan memberi tahu tentang kesehatan reproduksi pada anak. Ini yang akan membuat anak akan lebih mengenal dan memahami bagian-bagian tubuhnya, termasuk organ seksualnya.

Selain itu, lanjut Mellissa, para orang tua juga bisa memberikan pemahaman pada anak tentang perilaku yang boleh atau tidak boleh dilakukan, perilaku yang tepat atau tidak tepat.

"Misalnya cium boleh nggak? Boleh sih tapi sama siapa aja, di mana aja, kayak gimana aja," tambah Mellissa.

Jika anak sudah mendapatkan pendidikan seks yang tepat, maka anak akan tahu dan menyadari berbagai macam konsekuensi kalau mengakses konten pornografi ataupun melakukan seks bebas. Menurutnya, pendidikan seks ini merupakan wujud usaha orang tua untuk mencegah anak dari aktivitas terkait seksualitas yang tidak bertanggung jawab.

Yang harus diperhatikan adalah pendidikan seks ini harus dibarengi juga dengan komunikasi dan peningkatan kedekatan emosional antara orang tua dan anak. "Jadi anak merasa bisa ngomongin apa saja. Termasuk hal yang dianggap tabu oleh orang tuanya, supaya anak terpenuhi rasa ingin tahunya, tanpa anak takut diomeli sama orang tuanya," lanjut Mellissa.

Apalagi di era sekarang ini, anak-anak lahir dan tumbuh di era di mana internet dan teknologi berkembang begitu cepat. Teknologi memang memudahkan manusia mendapatkan berbagai macam informasi dan memudahkan hidupnya. Namun ini juga membuat anak-anak lebih mudah terpapar konten yang tidak diinginkan, misalnya pornografi.

"Rasanya nggak mungkin banget kalau harus mengisiolasi anaka dari kemajuan teknologi dan internet yang begitu pesat. Itu kenapa pentingnya pengawasan dan pendampingan orang tua pada segala aktivitas anak, terutama yang berusia di bawah 12 tahun," lanjutnya.

Melalui komunikasi dan pendampingan yang tepat dari orang tua, orang tua diharapkan dapat melindungi anaknya dari paparan negatif perkembangan teknologi. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Setahun Rilis, Pokemon Go Meraup Keuntungan USD 1,2 Miliar
2 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pokemon GO kini sudah hampir mencapai setahun setelah dirilis pada 6 Juli 2016. Bahkan kini, game ini telah meraup keuntungan mencapai USD 1,2 ...
Ssstt! Ini Rahasia Zizou Hantarkan Real Madrid Juara Liga Champion 2017!
4 Juni 2017, by Zeal
Setelah Real Madrid sukses untuk mencetak rekor baru di ajang liga sepakbola bergengsi, Liga Champion, Zinedine Zidane alias Zizou mengungkapkan rahasia ...
Kim Kardashian Gunakan Jasa Ibu Pengganti (Sewa Rahim) untuk Dapatkan Anak Ketiga
27 Desember 2017, by Retno Indriyani
Sewa rahim tengah ramai diperbincangkan setelah adanya ungkapan dari Jeremy Teti yang menjadi bintang tamu dalam acara "Debat" di Tv One yang ...
bahagia
13 Mei 2017, by Tonton Taufik
  1. QOLBUN SYAKIRUN (hati yg selalu bersyukur). Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ...
Saat Perut Kosong, Kamu Tak Boleh Lakukan Hal Ini
17 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Malas makan sepertinya pernah kita alami. Entah karena kesibukan, terlalu banyak pikiran, atau memang belum merasa lapar. Ketika kamu dalam ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview