Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Charles Jenkins, Tentara A.S. yang Membelot ke Korea Utara, Meninggal Pada Usia 77 tahun

Charles Jenkins, Tentara A.S. yang Membelot ke Korea Utara, Meninggal Pada Usia 77 tahun

13 Desember 2017 | Dibaca : 53x | Penulis : Slesta

Charles Jenkins, seorang tentara Angkatan Darat A.S. yang membelot ke Korea Utara dan tetap tertawan di sana selama 40 tahun, meninggal pada usia 77 pada hari Selasa, istrinya mengumumkan.

Jenkins meninggal di Pulau Sado di Jepang, tempat dia tinggal bersama istrinya, Hitomi Soga, seorang warga Jepang yang juga ditahan di Korea Utara.

Soga mengatakan bahwa dia "sangat terkejut dengan kejadian mendadak ini."

Jenkins mengatakan bahwa dia mabuk pada suatu malam saat ditempatkan di sebuah unit militer A.S. di dekat zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Selatan dan berjalan melintasi perbatasan pada usia 24 tahun.

Dia yakin dia bisa mencari suaka dengan Kedutaan Besar Rusia dan akhirnya dikirim kembali ke Amerika Serikat, namun malah ditahan di Korea Utara.

Sementara di Korea Utara ia tampil dalam film propaganda, mengajar mata-mata Korea Utara bahasa Inggris dan menghabiskan waktu 8 jam sehari untuk mempelajari tulisan-tulisan para pemimpin Korea Utara.

Dia juga bertemu Soga selama waktu itu dan keduanya menikah pada tahun 1980 dan memiliki dua anak perempuan, Mika dan Brinda.

Soga kembali ke Jepang pada tahun 2002 setelah itu-Perdana Menteri Junichiro Koizumi melakukan perjalanan ke Pyongyang untuk membuat kesepakatan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Il.

Jenkins dan dua anak pasangan itu dipertemukan kembali dengan Soga di Indonesia dua tahun kemudian, karena dia takut diekstradisi kembali ke Amerika Serikat.

Setelah kembali ke Amerika Serikat, Jenkins dipecat dengan tidak hormat dan dihukum kurang dari 30 hari di penjara.

Ketika dia dibebaskan, Jenkins dan Soga tinggal bersama di Jepang di mana dia bekerja menjual kerupuk di luar sebuah museum bersejarah.

Jenkins mengatakan bahwa dia menyesalkan pembelaan dari Amerika Serikat di mana dia masih dianggap pengkhianat oleh beberapa orang.

Dia juga mengatakan bahwa pernikahannya dengan Soga membantu menyelamatkan hidupnya saat berada di penangkaran dan dia dikreditkan dengan membuat penculikan warga negara Jepang menjadi isu yang lebih global.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Wakil Ketua DPR Ikut Dievakuasi, Akibat Kebakaran di Gedung DPR
14 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Terjadi kebakaran pada lahan gedung DPR RI sekitar pukul 11.00,selasa 14 november, Kebakaran melanda ruang rapat di lantai II Gedung Nusantara ...
Hotman Paris : "Hanya 10% Pengacara di Indonesia Bisa Hidup Tajir Melintir"
29 November 2017, by Retno Indriyani
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea sudah tidak diragukan lagi eksistensinya di Indonesia. Pengacara ini memang dikenal dengan gayanya yang super mewah ...
planet mars
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilansir dari  finance.yahoo.news.com - CEO SpaceX memiliki jadwal untuk sampai ke Mars yang jauh melampaui jadwal misi berawak NASA. Berkat komitmen ...
Ponaryo Astaman Gantung Sepatu Usai Liga 1, Ingin jadi Pelatih saja
29 November 2017, by Admin
Tampang.com - Meraih Lisensi A AFC pada Desember nanti, Ponaryo Astaman memilih pensiun setelah Liga 1 Indonesia 2017 berakhir. Gelandang Borneo FC Samarinda ...
Timnas U-19 Hajar Brunai dengan Skor 5-0
1 November 2017, by Admin
Tampang.com  - Hasil meyakinkan berhasil dibukukan oleh Timnas U-19 saat menjalani laga perdana grup F kualifikasi Piala Asia U-19 2018 di Paju, Korea ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab