Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Cara Mengatasi Keputihan yang Kental, Cokelat, Berbau, dan Gatal

Cara Mengatasi Keputihan yang Kental, Cokelat, Berbau, dan Gatal

17 Januari 2018 | Dibaca : 486x | Penulis : Maman Soleman

Ada berbagai macam keputihan, yang normal dan tidak normal. Jika lendirnya tidak berbau dan tidak gatal, berarti normal karena wanita secara normal memiliki lendir. Tetapi jika lendir yang keluar sudah berwarna cokelat, berbau dan gatal berarti tidak normal atau ada infeksi.

Biasanya penyebabnya adalah jamur. Tetapi jika baunya terlalu menyengat maka harus diwaspadai adanya kuman yang disebabkan penyakit menular seksual. Infeksi seperti itu merupakan salah satu penyebab seseorang sulit punya anak. Karena itu, untuk memastikannya sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter. Biasanya akan diambil sampel keputihannya untuk melihat kuman keputihan yang ada. Jika nyebabnya karena jamur, maka akan diobati dengan obat antijamur. Biasanya dalam 5-7 hari akan sembuh.

Adapun pemakaian obat pembersih vagina sebaiknya Anda berhati-hati. Perhatikan pH yang ada di dalam obat tersebut. Pasalnya, pH vagina itu asam. Jadi, jika ingin mencari obat pembersih vagina maka cari yang pH-nya asam atau di bawah 3,2. Pasalnya, jika salah memilih obat pembersih maka keputihannya bukannya sembuh tetapi semakin parah.

Selain itu, cari yang tidak pakai pewangi atau pengharum dan pewama, karena akan mengganggu kuman normal. Di dalam vagina terdapat kuman normal yaitu kuman laktobasil yang mengandung asam. Jika kuman tersebut terganggu dengan cairan pembersih vagina yang pH-nya tidak stabil akan membuat kuman pelindung tersebut mati. Jika kuman pelindung mati maka akan timbul kuman jahat, yang akhirnya timbul masalah keputihan yang tidak selesai-selesai.

Apabila keputihan anda sudah berwarna cokelat, berbau dan gatal, disarankan agar Anda melakukan papsmear. Dikhawatirkan warna kecokelatan itu karena rahimnya sudah erosi sehingga gampang berdarah dan keluarnya seperti kecokelatan. Jika mulut rahim tidak sehat secara terus-menerus maka virus gampang berdiam di situ.

Mengenai pengobatannya tergantung dari jenis kuman yang didapat. Untuk pengobatan keputihan menggunakan antibiotik biasanya maksimal 10 hari. Setelah sembuh, keputihan yang terjadi bisa berulang lagi. Karena itu yang terpenting adalah menjaga kebersihan. Jika kondisi vagina lembab, maka sebaiknya sering ganti pakaian dalam 3-4 kali sehari. Sehabis buang air kecil vagina dilap kering. Kemudian cara membasuh dari depan ke belakang.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Korea Utara: Pemilih Wanita Yang Dipulangkan Tidak Dihukum
5 Agustus 2017, by Slesta
Sebanyak 6.452 wanita Korea Utara dipulangkan ke negara asal mereka dari tahun 2005-16, namun Pyongyang baru-baru ini mengatakan kepada sebuah badan PBB ...
Bolehkah kita melewati orang yang sedang shalat karena batal dalam shalat berjamaah?
6 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Sering kali kita dalam shalat berjamaah mengalami hal-hal yang membatalkan wudhu seperti keluarnya sesuatu dari 2 lubang kemaluan. Otomatis ketika ...
Honda Enggan Bawa Mobil Listrik ke Indonesia, Kenapa?
13 November 2017, by Rindang Riyanti
Mobil-mobil ramah lingkungan mulai diperkenalkan para produsen otmotif ke Indonesia. Misalnya saja beberapa waktu lalu Nissan telah memperkenalkan Nissan Note ...
Bendera Indonesia Terbalik, Panitia SEA Games 2017 Minta Maaf
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Setelah menuai banjir kritik, kecaman dan hujatan di media sosial, Malaysia akhirnya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia terkait insiden terbaliknya ...
Barbie: Star Light Adventure 2016, Lucu dan Sangat Unik
21 April 2017, by Ayu
Pada artikel kali ini akan bercerita tentang review dari film Barbie: Star Light Adventure. Film tersebut merupakan film Animation-Family terbaru Hollywood ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab