Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Bukan Lembar Halaman, Buku Ini Berisi Spesies Pepohonan

Bukan Lembar Halaman, Buku Ini Berisi Spesies Pepohonan

27 September 2017 | Dibaca : 1007x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Menurut sejarah, pada abad 18 di Jerman bermunculan perpustakaan-perpustakaan yang unik. Dalam perpustakaan ini, buku-buku yang ada bukanlah buku yang biasa kita temukan sekarang.

Salah satunya adalah buku-buku yang ada di perpustakaan Xylothek. Secara harfiah artinya xylon itu pohon dan theke adalah penyimpanan dalam bahasa Yunani. Jadi, Xylothek bisa diartikan sebagai wadah penyimpanan pohon.

Seperti namanya, buku Xylothek ini memiliki sampul dari kayu dan didalamnya biasa berisi tanaman, mulai dari kayu, ranting pohon dan daun. Dikutip dari laman Atlas Obscura, Senin (25/9/2017), istilah ini biasanya mengacu pada buku yang terbuat dari kayu dan diisi dengan spesimen kayu juga.

Xylothek atau yang juga dieja xylotheques pertama kali mulai muncul pada akhir abad ke 17. Hingga akhirnya menjadi sangat populer di akhir abad ke 18 dan awal abad ke 19 di Jerman. Setiap buku yang ada di dalam xylothek dibuat dari jenis kayu tertentu, tulang belakang ditutupi dengan kulit kayu.

Jika dibuka, yang kalian temukan bukanlah lembaran-lembaran kata yang biasa sering kita jumpai pada buku secara umum. Setelah dibuka, buku tersebut hanya terisi daun kering, bunga, bibit, akar dan bahkan cabang, dengan kompartemen khusus di tulang belakang yang terdapat deskripsi tertulis tentang biologi dan spesies tersebut.

Bagian koleksi khusus di perpustakaan Ilmu Pertanian Universitas Swedia di Alnarp, Swedia, berisi contoh indah dari jenis xylothek, yang dibuat di Nurnberg, Jerman, pada awal abad ke 19. Xylothek serupa juga ditemukan di Prancis, Austria, Italia dan Republik Ceko.

Tidak hanya berisi daun kering, bunga, ranting, akar, dan bibit, beberapa xylotheks menampilkan lukisan spesimen di dalamnya yang berasal dari tanaman itu sendiri. The Collection Ekonomi di Inggris Kew Gardens memiliki xylothek yang berasal dari abad ke 19, di Meiji Jepang yang mencakup 26 panel, masing-masing terbuat dari kayu dan kulit pohon tertentu, serta dicat dengan warna daun dan bunga yang jadi ciri spesies itu.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hal yang  Membuat Kamu Susah Nikah, Betah Jomblo dan Nggak Mau Nikah Sampai Tua
1 November 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Guys, yang namanya pernikahan itu sudah menjadi ketentuan setiap manusia diciptakan untuk berpasang – pasangan, jadi hukumnya sebenarnya ...
3 Opsi Demokrat dan 5 Syarat Bagi Capres dan Cawapres 2019
13 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Hingga kini partai Demokrat masih belum tentukan sikap di Pilpres 2019. Partai Demokrat punya 3 opsi untuk Pilpres 2019 yakni yang pertama merapat ke koalisi ...
Via Vallen dan Nella Kharisma Nyanyi Untuk Gus Ipul-Puti, Anang Hermansyah, Pasha Ungu Nyanyi untuk Khoifah - Emil Dardak
11 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
 Artis dangdut Via Vallen dikontrak pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul- Puti Soekarno. Tugas Via Vallen ...
Curahan Hati Faisal yang Masih Sayang Sarita
20 November 2017, by Retno Indriyani
Kisruh rumah tangga antara Faisal Haris dan Sarita semakin memanas setelah anak mereka berani melabrak Jenifer Dunn di sebuah mall. Haris pun ikut berbicara ...
Reaksi Keras Habib Rizieq Tanggapi Pidato Victor
13 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Ketua Front Pembela Islam ( FPI ),, Habib Rizieq Shihab walaupun masih berada di Arab Saudi, namun dirinya terus mengikuti perkembangan yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview