Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Bukan Lembar Halaman, Buku Ini Berisi Spesies Pepohonan

Bukan Lembar Halaman, Buku Ini Berisi Spesies Pepohonan

27 September 2017 | Dibaca : 1158x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Menurut sejarah, pada abad 18 di Jerman bermunculan perpustakaan-perpustakaan yang unik. Dalam perpustakaan ini, buku-buku yang ada bukanlah buku yang biasa kita temukan sekarang.

Salah satunya adalah buku-buku yang ada di perpustakaan Xylothek. Secara harfiah artinya xylon itu pohon dan theke adalah penyimpanan dalam bahasa Yunani. Jadi, Xylothek bisa diartikan sebagai wadah penyimpanan pohon.

Seperti namanya, buku Xylothek ini memiliki sampul dari kayu dan didalamnya biasa berisi tanaman, mulai dari kayu, ranting pohon dan daun. Dikutip dari laman Atlas Obscura, Senin (25/9/2017), istilah ini biasanya mengacu pada buku yang terbuat dari kayu dan diisi dengan spesimen kayu juga.

Xylothek atau yang juga dieja xylotheques pertama kali mulai muncul pada akhir abad ke 17. Hingga akhirnya menjadi sangat populer di akhir abad ke 18 dan awal abad ke 19 di Jerman. Setiap buku yang ada di dalam xylothek dibuat dari jenis kayu tertentu, tulang belakang ditutupi dengan kulit kayu.

Jika dibuka, yang kalian temukan bukanlah lembaran-lembaran kata yang biasa sering kita jumpai pada buku secara umum. Setelah dibuka, buku tersebut hanya terisi daun kering, bunga, bibit, akar dan bahkan cabang, dengan kompartemen khusus di tulang belakang yang terdapat deskripsi tertulis tentang biologi dan spesies tersebut.

Bagian koleksi khusus di perpustakaan Ilmu Pertanian Universitas Swedia di Alnarp, Swedia, berisi contoh indah dari jenis xylothek, yang dibuat di Nurnberg, Jerman, pada awal abad ke 19. Xylothek serupa juga ditemukan di Prancis, Austria, Italia dan Republik Ceko.

Tidak hanya berisi daun kering, bunga, ranting, akar, dan bibit, beberapa xylotheks menampilkan lukisan spesimen di dalamnya yang berasal dari tanaman itu sendiri. The Collection Ekonomi di Inggris Kew Gardens memiliki xylothek yang berasal dari abad ke 19, di Meiji Jepang yang mencakup 26 panel, masing-masing terbuat dari kayu dan kulit pohon tertentu, serta dicat dengan warna daun dan bunga yang jadi ciri spesies itu.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jusuf Kalla Setuju Jika Kampus Asing Masuk ke Indonesia
7 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyetujui kalau kampus asing didatangkan ke Indonesia. Dia mengatakan kebijakan tersebut dibuat untuk membuat seluruh anak-anak ...
Curahan Hati Faisal yang Masih Sayang Sarita
20 November 2017, by Retno Indriyani
Kisruh rumah tangga antara Faisal Haris dan Sarita semakin memanas setelah anak mereka berani melabrak Jenifer Dunn di sebuah mall. Haris pun ikut berbicara ...
Foto Renita Sukardi Sebelum Meninggal Dunia
11 April 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com.- Perjuangan Renita Sukardi melawan kanker payudara yang dideritanya akhirnya berakhir. Hari Senin, tanggal 10-04-2017, Iren yang biasa jadi sapaan ...
Tez, Dompet Digital Besutan Google
22 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Google kini meluncurkan layanan baru. Layanan ini adalah aplikasi dompet digital dengan nama Tez. Aplikasi ini baru dirilis di India. Tez ...
3 Tanda Ini Menunjukkan Jika Kita Sudah Butuh Liburan
21 Oktober 2017, by Rachmiamy
Kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat membuat banyak orang lebih mengutamakan bekerja dibandingkan hal-hal lainnya. Sebagian orang menganggap hal tersebut ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab